Ahmad Luthfi Sebut Produksi Padi Jawa Tengah Tembus 6,69 Juta Ton

Produksi padi di Jawa Tengah menunjukkan tren positif sepanjang paruh pertama tahun 2026. Pemerintah Provinsi mencatat, hingga periode Januari–Juli 2026, hasil panen padi di wilayahnya diproyeksikan

Jul 08, 2026 - 19:20
0 0
Ahmad Luthfi Sebut Produksi Padi Jawa Tengah Tembus 6,69 Juta Ton

Produksi padi di Jawa Tengah menunjukkan tren positif sepanjang paruh pertama tahun 2026. Pemerintah Provinsi mencatat, hingga periode Januari–Juli 2026, hasil panen padi di wilayahnya diproyeksikan mencapai 6,69 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka ini setara dengan 63,43 persen dari target produksi padi nasional yang dipatok sebesar 10,5 juta ton untuk tahun 2026.

Capaian ini diungkapkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam acara Panen Raya Padi yang berlangsung di Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo. Dalam kesempatan tersebut, Luthfi tidak hanya memberikan sambutan, tetapi juga turun langsung ke sawah untuk melakukan panen menggunakan mesin combine harvester bersama para petani setempat.

"Produksi padi Jawa Tengah saat ini sudah menembus 6,69 juta ton GKG. Ini merupakan kerja keras seluruh petani dan dukungan berbagai pihak. Kami optimistis target 10,5 juta ton secara nasional akan tercapai pada akhir tahun ini, dan Jawa Tengah akan terus menjadi salah satu penopang utama lumbung pangan nasional," ujar Luthfi di sela-sela kegiatan.

Selain melakukan panen, Gubernur juga meninjau langsung proses pengolahan lahan pasca panen. Ia berdialog dengan para petani dan sejumlah pemangku kepentingan di sektor pertanian untuk mendengar langsung kendala dan masukan dari lapangan. Mulai dari ketersediaan pupuk, akses irigasi, hingga harga jual gabah menjadi sejumlah topik yang mencuat dalam perbincangan tersebut.

Kegiatan panen raya ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk terus menggenjot produktivitas pertanian. Dengan luas lahan pertanian yang mencapai lebih dari satu juta hektare, Jawa Tengah memang menjadi salah satu provinsi penopang utama ketahanan pangan nasional. Target ambisius sebesar 10,5 juta ton produksi nasional menuntut kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, dan sektor swasta, khususnya dalam penyediaan teknologi pertanian modern.

Penggunaan combine harvester yang didemonstrasikan Gubernur, misalnya, menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendorong mekanisasi pertanian. Alat ini mampu mempercepat proses panen sekaligus menekan angka kehilangan hasil (losses) panen yang selama ini menjadi persoalan klasik. Dengan mekanisasi, petani diharapkan dapat lebih efisien dan kompetitif.

Lebih jauh, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga tengah menyiapkan skema kemitraan antara petani dan pelaku industri pengolahan hasil pertanian. Tujuannya agar serapan gabah berjalan optimal dan petani mendapatkan harga yang layak. Program-program seperti asuransi pertanian dan bantuan sarana produksi juga terus diintensifkan.

Keberhasilan Jawa Tengah mencatatkan produksi hingga 6,69 juta ton GKG di tujuh bulan pertama tahun ini menjadi sinyal positif bagi pencapaian target swasembada pangan. Sisa lima bulan di akhir tahun diyakini cukup untuk mengamankan sisa produksi yang dibutuhkan. Laporan dari tim liputan Warkini.com di Sukoharjo akan terus memantau perkembangan realisasi produksi padi di Jawa Tengah hingga akhir tahun.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
kimberly-sutanto

Reporter Selebriti. Reporter selebriti dan entertainment.

Comments (0)

User