Aiptu Sumaryanto Ditemukan Gugur di Sungai, Operasi Narkoba di Kalteng Makan Korban
Jakarta – Kabar duka kembali menyelimuti jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia. Aiptu Sumaryanto, anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan, Kalimantan Tengah, akhirnya ditemukan dalam
Jakarta – Kabar duka kembali menyelimuti jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia. Aiptu Sumaryanto, anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan, Kalimantan Tengah, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Minggu (5/7/2026). Personel yang dilaporkan hilang saat menjalankan operasi pemberantasan narkoba ini ditemukan di aliran sungai, menambah daftar gugurnya polisi dalam memberantas peredaran gelap narkotika.
Konfirmasi Resmi
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Eko Hadi Santoso, membenarkan penemuan jenazah tersebut. Dalam keterangan tertulis yang diterima media kami, Brigjen Eko menyatakan:
"Telah ditemukannya satu jenazah atas nama Aiptu Sumaryanto."
Penemuan ini merupakan akhir dari proses pencarian yang melibatkan personel gabungan dari Polri, Basarnas, dan masyarakat setempat. Jenazah segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk proses identifikasi dan autopsi.
Dua Personel Gugur dalam Satu Operasi
Operasi pemberantasan narkoba yang digelar di wilayah Kabupaten Katingan tersebut telah memakan dua korban jiwa dari pihak kepolisian. Sebelumnya, Bripda Nopandri juga dinyatakan gugur setelah hilang kontak dalam operasi yang sama. Keduanya merupakan anggota Sat Narkoba Polres Katingan yang diterjunkan untuk mengungkap jaringan narkoba di daerah tersebut.
Pencarian terhadap keduanya dilakukan secara intensif sejak kontak terakhir terputus. Medan yang berat dan kondisi alam yang kurang bersahabat diduga menjadi faktor utama yang menghambat upaya penyelamatan. Hingga akhirnya, tim pencari menemukan lokasi kedua korban di area sungai yang berbeda.
Ucapan Belasungkawa
Brigjen Eko Hadi Santoso atas nama pimpinan Polri menyampaikan duka mendalam. "Kami sangat kehilangan. Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri adalah personel terbaik yang mengabdikan nyawa mereka dalam perang melawan narkoba. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan," ujarnya.
Kapolres Katingan dijadwalkan akan memimpin prosesi penyerahan jenazah kepada pihak keluarga. Rencananya, kedua jenazah akan dimakamkan dengan upacara kedinasan sebagai penghormatan atas jasa mereka.
Lanjutan Penanganan Jaringan Narkoba
Polda Kalimantan Tengah menegaskan bahwa operasi terhadap jaringan narkoba yang menjadi target tidak akan dihentikan. Kehilangan dua personel justru menjadi pelecut semangat untuk menuntaskan pengungkapan kasus ini. Tim Reserse Narkoba akan melakukan pemetaan ulang dan mempertimbangkan pengerahan tambahan personel dari Bareskrim Polri.
Media kami, Warkini.com, akan terus menyampaikan perkembangan terbaru dari peristiwa ini. Laporan lengkap mengenai kronologi operasi dan temuan-temuan fakta akan kami sajikan dalam edisi khusus.
Comments (0)