Antrean BBM di SPBU Kualanamu Mengular Hingga Gerbang Bandara

Memasuki hari ketiga, kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kawasan Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, kia

Jul 16, 2026 - 14:26
0 0
Antrean BBM di SPBU Kualanamu Mengular Hingga Gerbang Bandara

Memasuki hari ketiga, kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kawasan Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, kian memprihatinkan. Antrean kendaraan mengular hingga menembus pintu gerbang Bandara Internasional Kualanamu, menciptakan pemandangan chaos yang jarang terjadi di salah satu pintu gerbang udara tersibuk di Pulau Sumatera itu. Para pengendara, mulai dari sopir angkutan umum, taksi bandara, hingga warga sekitar, terpaksa merelakan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan beberapa liter bahan bakar yang kini bagaikan barang langka.

Kronologi Kelangkaan yang Meluas

Berdasarkan pantauan di lapangan, situasi mulai memburuk sejak tiga hari terakhir ketika pasokan BBM ke sejumlah SPBU di koridor Kualanamu—Batang Kuis mengalami gangguan distribusi. SPBU Kualanamu, yang menjadi tumpuan utama pengendara di jalur vital penghubung Medan—Bandara—Tebing Tinggi, menjadi titik paling terdampak. Pada Senin pagi, antrean yang semula hanya berada di dalam area SPBU dengan cepat merambat ke jalan raya, menciptakan kemacetan sepanjang lebih dari satu kilometer yang puncaknya menyentuh akses masuk bandara.

"Saya sudah di sini sejak pukul 04.00 WIB, tapi sampai sekarang belum kebagian. Ini sudah tiga hari begini terus," keluh Ridwan, seorang sopir taksi bandara yang sehari-harinya mengandalkan SPBU ini untuk operasional. Kondisi serupa dialami puluhan sopir angkutan lainnya yang mengaku mulai merugi karena waktu tempuh yang membengkak akibat harus berburu BBM.

Dampak Langsung pada Layanan Publik

Efek domino kelangkaan BBM ini mulai merembet ke berbagai sektor. Layanan transportasi dari dan menuju Bandara Kualanamu terganggu karena sopir taksi dan travel lebih memilih mengantre BBM daripada mengambil penumpang. Beberapa penumpang pesawat mengaku nyaris tertinggal jadwal penerbangan karena kesulitan mendapatkan kendaraan. "Tadi saya hampir telat check-in, sopir travelnya bilang lagi ngantre bensin dulu," ujar Maya, seorang penumpang tujuan Jakarta yang ditemui di terminal keberangkatan.

Tak hanya transportasi, aktivitas ekonomi warga sekitar juga terimbas. Pelaku usaha kecil yang mengandalkan genset untuk operasional sehari-hari mulai mengeluhkan biaya tambahan yang membengkak untuk memperoleh BBM dari pengecer eceran dengan harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Peringatan Keras dari KADIN Sumut

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumatera Utara angkat bicara menyikapi situasi ini. Ketua KADIN Sumut menyampaikan kekhawatiran serius bahwa kelangkaan BBM yang berlarut-larut berpotensi memicu inflasi di tingkat regional, terutama melalui jalur distribusi barang dan jasa yang sangat bergantung pada kelancaran pasokan bahan bakar.

"Ini bukan sekadar masalah antrean BBM biasa. Kalau distribusi BBM terganggu terus-menerus di jalur vital seperti Kualanamu, maka biaya logistik akan melonjak, pasokan barang terlambat, dan ujung-ujungnya harga kebutuhan pokok ikut naik. Kami meminta Pertamina dan pemerintah daerah segera mengambil langkah darurat untuk menormalkan situasi ini," tegas perwakilan KADIN Sumut.

Lebih lanjut, KADIN Sumut mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap rantai distribusi BBM di wilayah Sumatera Utara, khususnya di koridor-koridor strategis yang menopang aktivitas perekonomian. "Jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi. Harus ada sistem cadangan dan jalur distribusi alternatif yang siap diaktifkan kapan saja," tambahnya.

Respon Pertamina dan Pemerintah Daerah

Pihak Pertamina Regional Sumatera Bagian Utara melalui pernyataan resminya menyebutkan bahwa gangguan pasokan disebabkan oleh terkendalanya pengiriman dari Terminal BBM akibat cuaca buruk dan keterbatasan armada mobil tangki. Namun demikian, mereka menjanjikan dalam waktu 1x24 jam distribusi akan kembali normal dengan mengerahkan tambahan armada dari wilayah sekitar.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menyatakan tengah berkoordinasi dengan Pertamina dan pihak terkait untuk mempercepat normalisasi pasokan. "Kami sudah turun langsung ke lapangan. Semua pihak sedang bekerja keras agar situasi ini segera teratasi," ujar seorang pejabat Dishub Deli Serdang di sela pemantauan lokasi.

Antisipasi dan Solusi Jangka Panjang

Kelangkaan BBM di Kualanamu ini menjadi alarm keras bagi semua pemangku kepentingan. Perlunya pembangunan infrastruktur penyangga seperti terminal BBM mini di kawasan strategis, peningkatan kapasitas penyimpanan di tingkat SPBU, serta sistem peringatan dini distribusi yang lebih akurat menjadi rekomendasi yang mengemuka. Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya bertindak reaktif saat krisis terjadi, tetapi juga proaktif membangun ketahanan pasokan energi yang berkelanjutan demi menjaga denyut perekonomian daerah tetap stabil.

[SOCIAL_TWEET]: Antrean BBM di SPBU Kualanamu mengular hingga gerbang Bandara. KADIN Sumut peringatkan ancaman inflasi jika distribusi BBM tak segera normal. Pertamina janjikan pemulihan dalam 1x24 jam. #BBMLangka #Kualanamu #SumateraUtara[SOCIAL_TG]: 🚗⛽️ Situasi di SPBU Kualanamu makin parah! Antrean BBM sudah tiga hari mengular sampai gerbang bandara. KADIN Sumut warning inflasi. Pertamina bilang cuaca buruk dan armada terbatas jadi penyebab. Normal katanya dalam 24 jam. Pantau terus!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User