Harga Pangan di Pasar Kebayoran Lama Kembali Naik, Warga Mengeluh
JAKARTA — Memasuki akhir tahun, harga sejumlah bahan pangan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, kembali menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifik
JAKARTA — Memasuki akhir tahun, harga sejumlah bahan pangan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, kembali menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan. Pantauan di lapangan pada Senin pagi memperlihatkan aktivitas tawar-menawar antara pedagang dan pembeli berlangsung lebih alot dari biasanya. Bukan tanpa sebab, sejumlah komoditas utama seperti cabai, bawang merah, telur ayam, hingga daging sapi tercatat naik dalam kisaran Rp2.000 hingga Rp8.000 per kilogram dibandingkan pekan sebelumnya.
Pembeli Mulai Hitung Ulang Belanjaan
Salah satu pembeli, Nurhayati (47), warga sekitar yang rutin berbelanja di pasar ini mengaku terpaksa mengurangi jumlah belanjaannya. Ia yang biasanya membeli satu kilogram cabai rawit merah kini hanya berani mengambil setengah kilogram.
"Cabai sekarang mahal banget. Biasanya saya beli sekilo, sekarang setengah aja dulu. Daging juga lagi naik, jadi beli ayam dulu aja yang lebih murah,"ujarnya sembari memilih-milih sayuran di salah satu lapak.
Senada dengan Nurhayati, Ahmad (52), seorang sopir ojek daring yang sedang menemani istrinya berbelanja, mengaku anggaran belanja keluarganya membengkak hingga 20 persen.
"Biasanya Rp100 ribu bisa dapat banyak, sekarang paling cukup buat lauk dua hari doang. Terpaksa kurangin beli ikan, ganti tahu tempe,"katanya dengan nada pasrah.
Pedagang Juga Terjepit
Di sisi lain, para pedagang mengaku situasi ini juga tidak menguntungkan bagi mereka. Sri Mulyani (55), pedagang sayur yang telah 15 tahun berjualan di Pasar Kebayoran Lama, menuturkan bahwa omzetnya justru menurun meski harga jual naik.
"Kami juga susah. Modal beli dari agen sudah mahal, jualnya susah karena pembeli pada mengurangi. Biasanya sehari habis 20 kilo cabai, sekarang paling 10 kilo. Belum lagi barang gampang busuk kalau kelamaan,"jelasnya dengan tatapan lelah.
Ia menambahkan, kenaikan harga ini sudah terasa sejak dua pekan terakhir. Komoditas yang paling terasa lonjakannya adalah cabai merah keriting yang kini menyentuh angka Rp55.000 per kilogram dari sebelumnya Rp42.000, serta bawang merah yang naik dari Rp28.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
Faktor Cuaca Jadi Biang Keladi
Kenaikan harga pangan ini diduga kuat dipicu oleh faktor cuaca ekstrem yang melanda sejumlah daerah sentra produksi. Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menunjukkan bahwa curah hujan tinggi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam tiga pekan terakhir telah menyebabkan gagal panen pada beberapa komoditas hortikultura. Distribusi yang terhambat akibat banjir di beberapa titik jalur logistik turut memperparah kondisi pasokan di pasar-pasar tradisional Jakarta.
Seorang pemasok sayuran dari Brebes yang enggan disebutkan namanya membenarkan hal tersebut.
"Bawang merah panennya banyak yang rusak kena hujan terus. Jadi stoknya sedikit, otomatis harga naik. Belum ongkos kirim yang juga naik karena jalanan macet dan ada yang kebanjiran,"ungkapnya melalui sambungan telepon.
Pemerintah Diminta Turun Tangan Cepat
Kondisi ini memicu desakan dari berbagai pihak agar pemerintah segera melakukan intervensi pasar. Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Darmawan, dalam keterangan tertulisnya menyatakan bahwa pemerintah harus memastikan operasi pasar murah menjangkau lebih banyak titik dan dilakukan secara lebih rutin. "Jangan sampai masyarakat kecil terus menjadi korban setiap kali harga pangan bergejolak," tegasnya.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta menyatakan telah memantau pergerakan harga di 28 pasar tradisional dan akan segera berkoordinasi dengan Bulog serta distributor untuk memastikan stok dalam kondisi aman menjelang akhir tahun.
Poin Penting yang Harus Diperhatikan
Berdasarkan kondisi terkini, berikut beberapa hal yang perlu dicermati oleh masyarakat:
- Cabai merah keriting mengalami kenaikan tertinggi, dari Rp42.000 menjadi Rp55.000 per kilogram.
- Bawang merah naik dari Rp28.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
- Daging sapi merangkak naik sekitar Rp5.000 menjadi Rp140.000 per kilogram.
- Telur ayam naik Rp2.500 menjadi Rp30.000 per kilogram.
- Pembeli disarankan untuk mencari alternatif sumber protein seperti tahu, tempe, atau ikan lokal yang harganya masih relatif stabil.
Dengan kondisi yang belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan dalam waktu dekat, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam mengelola anggaran belanja dan memanfaatkan program pangan murah yang disediakan oleh pemerintah daerah setempat.
[SOCIAL_TWEET]: Harga pangan di Pasar Kebayoran Lama melonjak lagi. Cabai tembus Rp55 ribu/kg, bawang merah Rp35 ribu. Pembeli terpaksa kurangi belanjaan, pedagang pun omzet anjlok. Cuaca ekstrem jadi biang keladinya. #HargaPangan #Jakarta #PasarTradisional[SOCIAL_TG]: 🛒 Harga pangan di Pasar Kebayoran Lama merangkak naik lagi. Cabai Rp55.000/kg, bawang merah Rp35.000, daging sapi Rp140.000. Warga kurangi belanjaan, pedagang sepi. Cuaca ekstrem jadi penyebab utama.
Comments (0)