Api Tak Kunjung Padam di TPA Jatiwaringin Meski 6 Hari Telah Berlalu

Kebakaran besar yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, telah memasuki hari keenam tanpa tanda-tanda akan segera padam. Asap tebal masi

Jul 06, 2026 - 06:13
0 0
Api Tak Kunjung Padam di TPA Jatiwaringin Meski 6 Hari Telah Berlalu

Kebakaran besar yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, telah memasuki hari keenam tanpa tanda-tanda akan segera padam. Asap tebal masih terus mengepul dari tumpukan sampah yang menggunung, menyelimuti kawasan sekitar dan mengganggu aktivitas warga.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, insiden ini pertama kali terdeteksi pada Selasa (30/6) lalu, ketika asap mulai membubung tinggi dari area pembuangan. Hingga Senin (5/7), titik api masih menyala di beberapa bagian TPA seluas puluhan hektare tersebut.

Status Tanggap Darurat Diperpanjang

Pemerintah Kabupaten Tangerang secara resmi menetapkan status tanggap darurat bencana untuk periode 1–14 Juli 2026. Langkah ini diambil menyusul makin meluasnya area yang terdampak kebakaran dan sulitnya proses pemadaman. Keputusan tersebut memungkinkan pengerahan sumber daya tambahan serta percepatan bantuan logistik bagi petugas di lapangan.

"Penetapan status darurat ini penting agar semua pihak bisa bergerak cepat dan terkoordinasi. Kami tidak ingin kebakaran ini semakin meluas dan menimbulkan dampak kesehatan yang serius bagi masyarakat sekitar," ujar seorang pejabat daerah yang enggan disebutkan namanya.

40 Persen Area Berhasil Dipadamkan

Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa sekitar 40 persen area yang terbakar di TPA Jatiwaringin telah berhasil dipadamkan. Meski demikian, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala teknis yang cukup berarti.

Medan yang berupa tumpukan sampah padat dengan kedalaman hingga belasan meter membuat api kerap muncul kembali dari dalam. Kondisi ini diperparah oleh tingginya kandungan gas metana hasil dekomposisi sampah organik yang mudah terbakar. Ditambah lagi, angin kencang yang bertiup di lokasi turut mempercepat penyebaran api ke area yang sebelumnya belum terdampak.

Upaya Gabungan Pusat dan Daerah

Penanganan kebakaran ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari dinas pemadam kebakaran setempat, TNI-Polri, relawan, hingga tim dari BNPB. Armada pemadam telah dikerahkan secara maksimal, termasuk mobil tangki air dan peralatan pemadaman modern. Selain penyiraman dari permukaan, petugas juga menggunakan teknik pemadaman dengan menyuntikkan air bertekanan tinggi ke dalam tumpukan sampah untuk mencapai titik api yang berada di lapisan dalam.

"Tim di lapangan bekerja tanpa henti. Mereka harus berjibaku dengan asap tebal dan panas ekstrem. Kami terus menambah jumlah personel dan peralatan agar proses pemadaman bisa dipercepat," demikian keterangan dari seorang koordinator lapangan.

"Kami tidak ingin kebakaran ini semakin meluas dan menimbulkan dampak kesehatan yang serius bagi masyarakat sekitar."

Hingga kini, petugas masih terus mengupayakan pemadaman total di area tersisa. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap dampak asap kebakaran, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User