258 Juta Orang Naik Kereta dalam 6 Bulan
Jakarta - Layanan kereta api nasional mencatatkan lonjakan jumlah penumpang yang signifikan sepanjang paruh pertama tahun 2026. Berdasarkan laporan yang dihimpun Warkini.com, PT Kereta Api Indonesia
Jakarta - Layanan kereta api nasional mencatatkan lonjakan jumlah penumpang yang signifikan sepanjang paruh pertama tahun 2026. Berdasarkan laporan yang dihimpun Warkini.com, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 258.993.359 pelanggan menggunakan moda transportasi kereta api pada semester I 2026. Jumlah ini meningkat 7,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatatkan 240.805.920 pelanggan. Angka tersebut mencakup seluruh segmen layanan KAI Group, mulai dari perjalanan antarkota, kereta komuter, kereta bandara, hingga layanan kereta wisata.
"Sepanjang Semester I 2026, KAI Group melayani 258,99 juta pelanggan. Angka ini menunjukkan bahwa kereta api semakin dipilih masyarakat untuk perjalanan yang aman, terjangkau, dan terintegrasi. Bagi KAI, pertumbuhan ini perlu selalu diikuti dengan peningkatan keselamatan, kualitas layanan, dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).
Kepercayaan Masyarakat Menguat di Semua Lini Layanan
Pertumbuhan jumlah pelanggan ini tidak hanya ditopang oleh satu segmen tunggal, namun tersebar di seluruh lini bisnis perseroan. Data internal menunjukkan bahwa kereta komuter di wilayah Jabodetabek dan aglomerasi lainnya masih menjadi kontributor terbesar, sejalan dengan meningkatnya mobilitas harian masyarakat perkotaan yang memilih kereta sebagai solusi kemacetan. Sementara itu, kereta api antarkota juga mencatatkan peningkatan okupansi yang stabil, didorong oleh harga tiket yang kompetitif dan waktu tempuh yang semakin efisien. Layanan kereta bandara yang terintegrasi dengan moda transportasi lain menjadi salah satu pendorong utama, menghubungkan simpul-simpul ekonomi dan pariwisata dengan lebih mulus. Laporan Warkini.com juga mencatat bahwa kereta wisata dan layanan carter mengalami permintaan yang naik, terutama pada musim liburan, sejalan dengan pulihnya sektor pariwisata domestik. Faktor keamanan, kenyamanan, serta kepastian jadwal menjadi alasan utama masyarakat beralih ke kereta api dibandingkan moda darat lainnya.
KAI Group sendiri menegaskan bahwa pertumbuhan ini akan diimbangi dengan investasi pada infrastruktur dan digitalisasi layanan agar kapasitas dan keandalan tetap terjaga di tengah lonjakan permintaan. Dengan capaian semester I 2026, kereta api kian memantapkan posisinya sebagai tulang punggung transportasi massal nasional yang berkelanjutan.
Comments (0)