Bahlil Ungkap Strategi Jitu Jaga Stabilitas Energi Indonesia di Tengah Perang AS-Iran
Laporan Warkini.com, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, membeberkan rahasia di balik ketenangan Indonesia saat konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran m
Laporan Warkini.com, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, membeberkan rahasia di balik ketenangan Indonesia saat konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memanas. Dalam acara diskusi Indef, Kamis (25/6/2026), ia menyatakan bahwa di balik suasana yang tampak tenang, pemerintah bekerja keras mengamankan pasokan energi nasional.
Banyak pihak bertanya-tanya, mengapa Indonesia tetap stabil ketika negara-negara lain di Asia Tenggara justru kelimpungan akibat perang. Bahlil mengakui bahwa pertanyaan serupa kerap ia dengar. Namun, ia menegaskan bahwa ketenangan rakyat bukan berarti pemerintah berpangku tangan. “Orang selalu bertanya kepada saya, kenapa Indonesia tenang saja? Saya katakan untuk mereka, mungkin rakyat memang tugas kami untuk menenangkan, tapi kami tidak tidur,” ujarnya.
“Pak Presiden Prabowo itu mengontrol menterinya, tidak mengenal hari libur. Terutama kemarin waktu kondisi ketegangan geopolitik.”
Antisipasi Dini dan Kerja Tanpa Henti
Bahlil membeberkan bahwa kunci stabilitas energi terletak pada antisipasi dini dan perintah langsung Presiden Prabowo Subianto. Orang nomor satu di Indonesia itu disebut tak kenal waktu untuk terus memantau langkah para pembantunya. Pengawasan ketat ini memastikan setiap kementerian terkait bergerak cepat menyusun mitigasi. Mulai dari pengamanan stok bahan bakar minyak (BBM), diversifikasi sumber impor, hingga simulasi skenario terburuk telah dilakukan jauh sebelum ketegangan meningkat.
Langkah-langkah itu tidak terlihat publik, sehingga kesannya suasana biasa-biasa saja. Padahal, kata Bahlil, seluruh jajaran ESDM dan instansi lain bergerak senyap. “Itulah seni mengelola energi. Rakyat tidak perlu tahu kerja keras kami, yang penting hasilnya: listrik menyala, BBM tersedia, dan harga tetap terkendali,” tambahnya. Stok nasional disebut aman dan rantai distribusi diawasi 24 jam, termasuk melalui posko energi yang siaga penuh di daerah-daerah rawan.
Diplomasi Energi sebagai Tameng
Selain upaya domestik, Bahlil menyoroti peran diplomasi energi yang dijalankan Indonesia. Pemerintah aktif menjalin komunikasi dengan negara-negara produsen minyak utama, termasuk yang berada di luar kawasan konflik, untuk memastikan pasokan tidak terputus. Ia menekankan bahwa Indonesia tidak bergantung pada satu atau dua pemasok. Kerja sama strategis ini memberikan ruang manuver yang cukup, sehingga gejolak harga global tidak langsung menerpa pasar dalam negeri.
Keberhasilan menjaga stabilitas energi di masa perang ini, menurut Bahlil, adalah buah dari kerja kolektif seluruh elemen pemerintahan di bawah komando Presiden Prabowo. “Kami tidak ingin rakyat panik. Tugas kami memastikan semuanya berjalan normal, apa pun yang terjadi di luar sana,” tutupnya. Ke depan, pemerintah berjanji akan terus memperkuat fondasi ketahanan energi agar Indonesia bisa melewati krisis serupa dengan kepala tegak.
Comments (0)