warkini.
Travel

Bali Perkuat Wisata Bahari Berkelanjutan Demi Jaga Ekosistem Laut

Daya pikat pariwisata Bali tak pernah berhenti memukau mata dunia. Namun, pesona pulau dewata ini bukan hanya terletak pada bentangan pasir putih atau debu

Bali Perkuat Wisata Bahari Berkelanjutan Demi Jaga Ekosistem Laut

Daya pikat pariwisata Bali tak pernah berhenti memukau mata dunia. Namun, pesona pulau dewata ini bukan hanya terletak pada bentangan pasir putih atau deburan ombak pantainya saja. Keindahan bawah laut, keanekaragaman terumbu karang, serta biota laut eksotis kini menjadi magnet utama wisatawan domestik maupun mancanegara. Menyadari besarnya potensi sekaligus tantangan tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bali menegaskan pentingnya penerapan konsep Sustainable Marine Tourism atau pariwisata bahari berkelanjutan.

Penegasan ini disampaikan langsung oleh Kepala DKP Provinsi Bali, I Putu Sumardiana, usai membuka acara bergengsi Blue Future Forum 2026. Forum diskusi ini diinisiasi oleh Yayasan Ecoway Pesisir Lestari (Ecoway Conservation) bekerja sama dengan PLN Peduli UPT Bali di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar.

Menjadikan Aspek Ekologis Sebagai Fondasi Utama

Dalam arahannya, Sumardiana menyoroti bahwa aktivitas wisata bahari tidak boleh lagi dijalankan dengan pola pikir eksploitatif tanpa batas. Menurutnya, kesehatan ekosistem laut harus diletakkan sebagai pilar utama dalam setiap pengembangan pariwisata bahari di Bali.

“Kita tidak boleh melihat laut semata-mata sebagai ruang untuk dieksploitasi, tetapi sebagai ekosistem yang memiliki batas daya dukung dan daya tampung,” tegas Sumardiana.

Langkah ini, lanjutnya, selaras dengan prinsip ekonomi biru (blue economy). Prinsip ini mengedepankan pemanfaatan potensi maritim secara produktif demi kesejahteraan masyarakat lokal, namun tetap memprioritaskan pemulihan dan perlindungan ekologis dalam jangka panjang.

Untuk mewujudkan pariwisata bahari yang sehat, ada beberapa aspek krusial yang wajib diperhatikan oleh seluruh pemangku kepentingan:

  • Kapasitas Daya Dukung Lingkungan: Pembatasan kuota wisatawan pada titik selam atau snorkeling sensitif guna mencegah kerusakan fisik karang.
  • Pengelolaan Sampah dan Limbah: Pengendalian limbah daratan dan plastik agar tidak mencemari kawasan pesisir.
  • Perlindungan Biota Laut: Melarang keras aktivitas wisata yang mengganggu atau merusak habitat satwa laut langka.
  • Standar Keselamatan Tinggi: Memastikan seluruh operator tur bahari mematuhi protokol keselamatan maritim berstandar internasional.

Daya Tarik Bawah Laut dan Ancaman Kerusakan

Sumardiana menjelaskan bahwa tren minat wisatawan asing kini telah bergeser. Banyak pelancong rela menempuh perjalanan jauh bukan sekadar untuk bersantai di bibir pantai, melainkan ingin menyelami surga bawah laut Bali secara langsung. Eksplorasi terumbu karang dan interaksi dengan keanekaragaman hayati laut menjadi nilai jual bernilai tinggi.

“Kalau berbicara pariwisata bahari, banyak wisatawan asing melihat laut dan apa yang ada di dalamnya, bukan sekadar melihat pantainya,” jelasnya menambahkan.

Namun, nilai ekonomi yang besar tersebut menyimpan risiko rapuh. Kerusakan ekosistem terumbu karang akibat jangkar kapal, sampah plastik, maupun pemanasan global dapat memicu efek domino yang merugikan sektor ekonomi Bali. Jika alam bawah laut rusak, daya tarik wisata otomatis pudar, dan pendapatan masyarakat pesisir pun akan terancam.

Integrasi Budaya dan Kearifan Lokal

Pengelolaan kelestarian laut menurut DKP Bali tidak bisa hanya bertumpu pada regulasi ekonomi dan kecanggihan teknologi semata. Bali memiliki modal sosial yang kuat berupa kearifan lokal seperti konsep Tri Hita Karana dan sistem Segara Kerthi, yaitu pemuliaan laut sebagai sumber kehidupan yang disucikan.

Dengan menggabungkan inovasi teknologi, kesadaran ekologis, partisipasi komunitas lokal, dan penghormatan budaya, pariwisata bahari Bali diharapkan mampu terus menjadi motor penggerak ekonomi tanpa harus mengorbankan kelestarian alam bagi generasi mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bobby-hartono

Editor Lifestyle. Mantan editor majalah lifestyle. Fokus pada tren, gaya hidup urban, dan budaya pop.

Comments (0)

User