Baterai Garam Diuji Coba, Konser Bad Bunny Batal karena Badai

WARKINI.com, JAKARTA — Dunia menyaksikan dua peristiwa kontras dalam satu akhir pekan: terobosan penyimpanan energi terbarukan dengan baterai berbahan gara

Jul 20, 2026 - 05:52
0 0
Baterai Garam Diuji Coba, Konser Bad Bunny Batal karena Badai

WARKINI.com, JAKARTA — Dunia menyaksikan dua peristiwa kontras dalam satu akhir pekan: terobosan penyimpanan energi terbarukan dengan baterai berbahan garam cair dan keringat manusia, serta pembatalan konser megabintang Latin Bad Bunny di Milan akibat badai es yang tiba-tiba. Kedua kejadian ini menyoroti tantangan dan kejutan di era transisi energi dan industri hiburan global.

Terobosan Baterai Unik: Dari Garam Cair hingga Keringat Manusia

Di gurun Uni Emirat Arab, proyek energi bersih raksasa tengah membangun sistem baterai terbesar di dunia. Dengan luas setara 12.600 lapangan sepak bola, proyek ini menggabungkan kapasitas surya 5,2 GW dan penyimpanan baterai 19 GWh untuk menyediakan listrik bagi setengah juta rumah sepanjang malam. Inovasi utama terletak pada jenis baterai yang digunakan: baterai garam cair (molten salt) dan baterai berbasis keringat manusia.

Baterai garam cair bekerja dengan memanaskan garam hingga mencair pada suhu tinggi, menyimpan energi panas yang kemudian diubah menjadi listrik. Teknologi ini dianggap lebih aman dan tahan lama dibandingkan baterai lithium-ion konvensional. Sementara itu, baterai berbasis keringat manusia mengandalkan enzim yang bereaksi dengan senyawa dalam keringat menghasilkan arus listrik ringan. “Ini masih dalam tahap eksperimental, tapi potensinya sangat besar untuk perangkat wearable dan penyimpanan off-grid,” ujar Dr. Amelia Torres, peneliti energi di Imperial College London, dalam wawancara dengan Warkini.com.

Proyek di UAE ini merupakan kolaborasi antara perusahaan energi terbarukan asal Jerman dan investor lokal. Mereka menargetkan operasi penuh pada 2028. Selain garam cair, inovasi lain yang diuji coba di Nevada dan Manchester adalah baterai yang menggunakan elektrolit dari keringat buatan. “Ide memanfaatkan biokimia tubuh manusia untuk energi mungkin terdengar aneh, tetapi di daerah terpencil atau misi luar angkasa, teknologi ini bisa menyelamatkan nyawa,” tambah Dr. Torres.

“Ini bukan lagi fiksi ilmiah. Kami melihat terobosan nyata dalam penyimpanan energi yang lebih murah, lebih hijau, dan lebih fleksibel.” — Prof. Kenji Yamamoto, ahli penyimpanan energi dari Universitas Tokyo.

Keberhasilan proyek ini dapat memecahkan masalah intermittent energi surya dan angin, memungkinkan pasokan listrik 24 jam penuh dari sumber terbarukan. Biaya baterai per kWh diperkirakan turun hingga 40% pada 2030 berkat inovasi ini.

Badai Es Hentikan Konser Bad Bunny di Milan

Di sisi lain benua, masalah cuaca ekstrem mengguncang dunia hiburan. Konser megabintang Puerto Rico, Bad Bunny, di Milan pada Sabtu malam (19 Juli) harus dihentikan paksa setelah badai es dan angin kencang melanda lokasi acara di Snai La Maura Hippodrome. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan butiran es sebesar bola golf jatuh menimpa penonton yang panik.

Penyelenggara segera mengevakuasi puluhan ribu penonton. Meskipun tidak ada laporan korban jiwa, beberapa orang mengalami luka ringan. Manajemen acara memastikan pengembalian dana penuh untuk seluruh tiket yang terjual habis. Bad Bunny sendiri telah menyelesaikan lagu pembuka sebelum badai memaksanya meninggalkan panggung.

Kejadian ini menambah daftar panjang gangguan cuaca ekstrem pada acara besar di Eropa. “Perubahan iklim membuat pola badai semakin tidak terduga. Penyelenggara harus mulai mempersiapkan rencana kontingensi untuk cuaca ekstrem,” komentar Daniela Rossi, pakar manajemen risiko acara dari Politecnico di Milano.

Berikut perbandingan dampak antara dua berita tersebut:

AspekInovasi Baterai (UAE)Konser Bad Bunny (Milan)
SkalaProyek global senilai miliaran dolarAcara tunggal, 60.000 penonton
DampakBerpotensi mengubah infrastruktur energiGangguan temporer, kerugian finansial
TanggapanOptimisme dan investasi besarKekecewaan fan, refund penuh
Keterkaitan dengan perubahan iklimSolusi untuk mitigasiEfek langsung dari cuaca ekstrem

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kedua Berita

Kesimpulan dan Analisis

Kedua peristiwa ini mencerminkan dualitas zaman: di satu sisi, ilmu pengetahuan berlomba-lomba menciptakan solusi energi yang lebih bersih dan murah; di sisi lain, perubahan iklim sudah mulai mengganggu rutinitas manusia—bahkan hiburan. Inovasi baterai garam dan keringat manusia menawarkan harapan, sementara badai es di Milan menjadi pengingat bahwa kita harus beradaptasi dengan alam yang semakin tidak menentu.

Para ahli memperingatkan bahwa investasi dalam infrastruktur tahan cuaca dan sumber energi terbarukan harus berjalan seiring. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan satu solusi. Perlu kombinasi teknologi penyimpanan, jaringan pintar, dan kesiapsiagaan bencana,” tutup Dr. Torres.

[SOCIAL_FB]: Dari gurun UAE hingga Milan yang diguyur badai es, dua peristiwa ini mengingatkan kita bahwa perubahan iklim bukan hanya soal suhu, tapi juga mengubah cara kita menyimpan energi dan merencanakan hiburan. Yuk simak analisis lengkapnya di Warkini.com.[SOCIAL_THREADS]: Thread: Dua berita yang menunjukkan dua sisi koin perubahan iklim. 1️⃣ Baterai garam cair dan keringat manusia: harapan baru untuk energi bersih. 2️⃣ Badai es di Milan: bukti nyata dampak cuaca ekstrem. Keduanya sama pentingnya untuk kita pahami. #ThreadBerita #Warkini

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User