Booth Tugu Tirta di ICE APEKSI 2026 Diserbu Ratusan Kepala Daerah
MEDAN — Siapa sangka, di tengah deretan stan keren di Indonesia City Expo (ICE) 2026, booth milik Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang malah jadi the h
MEDAN — Siapa sangka, di tengah deretan stan keren di Indonesia City Expo (ICE) 2026, booth milik Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang malah jadi the hottest spot yang bikin para kepala daerah rela antre. Bukan karena bagi-bagi merchandise gratis, tapi karena teknologi "Smart Water City" yang dipamerkan benar-benar next level!
ICE 2026 yang digelar di Ballroom Hotel Santika Dyandra Medan pada 1–3 Juli 2026 ini memang jadi ajang flexing inovasi 98 pemerintah kota se-Indonesia dalam rangkaian Rakernas XVIII APEKSI. Tapi Tugu Tirta datang bukan cuma buat aesthetic doang. Mereka langsung spill the tea soal gimana caranya ngolah air minum sampai aman mengalir ke rumah warga, dari hulu ke hilir.
"Kita bukan cuma pamer teknologi, tapi juga mengedukasi. Layar interaktif kita ajak pengunjung tur virtual dari sumber air, proses pengolahan, sampai distribusi. Jadi kayak main game simulasi, tapi serius!" kata Direktur Utama Priyo Sudibyo, SE, S.Sos, MM, antusias.
Wakil Wali Kota Tomohon, Sendy Gladys Adolfina Rumajar, sampai terpana dan langsung deep talk dengan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. "Ini solusi banget buat kota kecil seperti kami. Bisa di-custom gak, ya?" celetuknya, disambut anggukan semangat.
Gak cuma Tomohon, deretan VIP list yang mampir bikin tim Tugu Tirta sampai kewalahan. Ada Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul yang penasaran sama sistem pemantauan kualitas air real-time-nya, Wali Kota Manado Andrei Angouw yang kepincut desain ramah lingkungan, serta Wali Kota Payakumbuh Dr. dr. Zulmaeta, Sp.OG-KFM yang serius banget sampai foto bareng sambil diskusi. Perwakilan Palembang, Padang, dan tuan rumah Medan juga gak mau ketinggalan.
Kenapa Si Smart Water City Ini Bikin Semua Mata Melirik?
- Digitalisasi Total: Semua proses pengolahan air dipantau lewat aplikasi, transparan buat warga.
- Sistem Deteksi Kebocoran Canggih: Bisa hemat air sampai 30%, cocok buat daerah rawan kekeringan.
- Paket Kolaborasi Fleksibel: Tugu Tirta nawarin pendampingan dari konsultasi sampai implementasi, cocok buat berbagai skala kota.
Wali Kota Wahyu Hidayat menambahkan,
"Ini bukan tentang Malang aja. Kita mau berbagi karena air bersih itu hak semua orang. Kalau bisa bantu daerah lain, kenapa enggak?"
Suasana booth yang futuristik dengan sentuhan kearifan lokal Malang ini sukses bikin para kepala daerah auto join grup diskusi dadakan. Beberapa bahkan langsung mention di media sosial, bikin #TuguTirtaMandunia jadi trending kecil di kalangan pemerintahan.
Jadi, kalau kamu jadi kepala daerah, adopsi sistem ini gak nih? Atau malah punya ide lain buat upgrade layanan air minum di kotamu? Drop di kolom komentar, ya!
Comments (0)