Aksi balap liar yang meresahkan warga di kawasan Pinang Ranti, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, akhirnya dibubarkan oleh tim patroli gabungan Brimob Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur. Dalam operasi yang digelar pada Minggu (28/6/2026) dini hari itu, petugas menyita lima sepeda motor yang digunakan para pelaku untuk kebut-kebutan di jalan umum.
Patroli Gabungan Cegah Gangguan Kamtibmas
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh personel Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama Tim Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur. Sasaran utamanya adalah menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, terutama pada jam-jam rawan yang kerap dimanfaatkan untuk balap liar. Kehadiran aparat di lokasi disambut lega oleh warga setempat yang selama ini mengeluhkan suara bising dan potensi bahaya dari aksi tersebut.
"Kami berkomitmen mencegah berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat mengancam keselamatan masyarakat. Patroli ini adalah wujud layanan kepolisian agar masyarakat merasa aman saat beraktivitas," ujar Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto, dalam keterangannya.
Lebih lanjut, Kombes Henik menegaskan bahwa balap liar bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, melainkan juga ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan lain dan warga sekitar. Data kecelakaan yang dipicu balapan tidak resmi di wilayah Jakarta Timur terus menjadi perhatian serius aparat.
Lima Motor Diamankan, Pelaku Diberi Pembinaan
Dari patroli dini hari itu, petugas berhasil mengamankan lima unit sepeda motor yang diduga kuat dipakai untuk balap liar. Kendaraan tersebut langsung dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Timur guna proses lebih lanjut, termasuk pemeriksaan kelengkapan surat dan modifikasi yang tidak sesuai standar. Di samping penindakan hukum, para pemuda yang terlibat juga mendapatkan pembinaan dari petugas agar tidak mengulangi perbuatan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Selain menyasar titik di Pinang Ranti, tim gabungan juga melakukan penyisiran ke beberapa lokasi rawan lain di Jakarta Timur yang kerap dijadikan lintasan balapan ilegal. Langkah preventif ini diharapkan mampu menekan angka pelanggaran dan kecelakaan akibat aksi kebut-kebutan di jalan umum.
Dengan digelarnya patroli secara rutin, warga Jakarta Timur diharapkan bisa kembali merasakan ketenangan, tanpa gangguan suara bising dan ancaman bahaya dari balap liar. Polisi juga mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya pada malam hari, agar tak terjerumus ke dalam kegiatan yang merugikan masa depan mereka.
Kombes Henik menambahkan, sinergi antara Brimob Polda Metro Jaya dan Polres jajaran menjadi kunci efektivitas dalam menangani berbagai bentuk gangguan keamanan, termasuk balap liar yang sudah menjadi penyakit masyarakat di beberapa daerah. Patroli gabungan semacam ini dipastikan akan terus berlanjut sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi warga.
Laporan mengenai penindakan ini mengonfirmasi komitmen aparat dalam memberikan rasa aman, sebagaimana dihimpun Warkini.com dari keterangan resmi kepolisian.
Comments (0)