BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi di Klaten
KLATEN — Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum BULOG) bersama Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengintensifkan kolaborasi dengan pemerinta
KLATEN — Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum BULOG) bersama Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengintensifkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan kelompok tani di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Langkah strategis ini diwujudkan melalui kunjungan kerja terfokus di Desa Wonosari, Kecamatan Trucuk, yang menjadi sentra produksi padi lokal.
Agenda spesifik tersebut menjadi penegasan komitmen negara dalam menjaga stabilitas harga gabah di tingkat produsen sekaligus memastikan ketersediaan stok beras nasional. Dalam kunjungan ini, rombongan tidak hanya meninjau hamparan sawah produktif tetapi juga mengadakan dialog langsung dengan puluhan petani penggarap untuk menyerap tantangan riil di lapangan.
Dialog Langsung dengan Para Petani
Pertemuan yang berlangsung di balai desa setempat berlangsung hangat dan interaktif. Petani secara terbuka menyampaikan keluhan mengenai fluktuasi harga panen, kesulitan akses terhadap pupuk bersubsidi, serta ancaman kekeringan di musim tanam tertentu. Komisi IV DPR yang membidangi urusan pertanian, pangan, dan BUMN berjanji akan menindaklanjuti aspirasi tersebut dalam rapat kerja bersama kementerian terkait.
Direktur Utama Perum BULOG menyatakan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari instruksi pelaksanaan fungsi stabilisator harga pangan.
"Kami hadir untuk menyerap gabah petani secara langsung dengan harga yang adil sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Skema ini memutus rantai tengkulak yang selama ini memeras margin petani," ujar jajaran direksi BULOG di sela-sela acara.
Memutus Rantai Distribusi Panjang
Salah satu fokus utama sinergi ini adalah memperpendek rantai pasok komoditas padi. Selama ini, petani di Klaten seringkali terperangkap dalam jeratan tengkulak yang membeli gabah di bawah standar HPP. Dengan hadirnya BULOG yang dipersenjatai jaringan gudang dan sistem Jemput Gabah (Jemurbah), petani memiliki alternatif penjualan yang menguntungkan.
Berikut adalah poin-poin kunci kesepakatan dalam kunjungan tersebut:
- Penyerapan Langsung: BULOG membuka titik-titik pembelian gabah di Trucuk tanpa perantara.
- Pendampingan Kualitas: Petani akan mendapat pelatihan pasca-panen agar gabah memenuhi standar kualitas BULOG.
- Sosialisasi HPP: Komisi IV mendorong transparansi harga agar petani mengetahui hak ekonominya.
- Jaminan Akses Pupuk: Anggota DPR berkoordinasi dengan Pupuk Indonesia untuk memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di kios resmi.
Bantuan Sarana dan Prasarana Pertanian
Dalam kesempatan tersebut, Perum BULOG dan Komisi IV DPR juga menyerahkan bantuan simbolis berupa alat mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani setempat. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi, menurunkan biaya operasional, serta mengurangi tingkat kehilangan hasil panen. Alsintan yang disalurkan termasuk traktor tangan dan mesin perontok padi modern.
Anggota Komisi IV DPR RI dari daerah pemilihan setempat menekankan pentingnya sinkronisasi antara program Bulog dan kebutuhan agraria.
"Sinergi ini harus berkelanjutan. Kami akan mengawal agar petani tidak hanya sekadar menjadi objek kebijakan, tetapi subjek pembangunan pangan nasional," tegas perwakilan dewan.
Dampak Ekonomi dan Kesejahteraan Petani
Secara makro, aktivitas penyerapan gabah oleh BULOG di Klaten diharapkan mampu menjadi stimulus bagi geliat ekonomi pedesaan. Dengan kejelasan pasar dan harga, petani dapat merencanakan pola tanam dengan lebih pasti. Stabilitas harga di tingkat produsen juga akan berimbas pada terkendalinya inflasi pangan di tingkat konsumen wilayah Soloraya dan sekitarnya.
Lebih dari sekadar transaksi jual beli, kolaborasi ini menjadi model pembinaan kemitraan yang menyasar peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani. Melalui gapoktan (gabungan kelompok tani), petani diajarkan untuk melakukan pencatatan keuangan usaha tani dan manajemen logistik pasca-panen yang lebih profesional.
Perum BULOG menargetkan peningkatan volume serapan di wilayah Klaten hingga 30% pada musim panen raya berikutnya. Optimisme ini didasari oleh meroketnya kesadaran petani untuk melepas hasil panen ke lembaga resmi pemerintah guna menghindari permainan harga pasar gelap. Pengawasan dari Komisi IV DPR turut menjadi penyemangat agar program ini berjalan tanpa kebocoran.
Kunjungan kerja ini menegaskan bahwa kolaborasi lintas lembaga antara eksekutif dan legislatif merupakan kunci mutlak dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Desa Wonosari dan Kecamatan Trucuk diharapkan menjadi percontohan nasional bagaimana kebijakan logistik mampu menyentuh dan meningkatkan kesejahteraan petani secara langsung. Pemerintah daerah Kabupaten Klaten pun berkomitmen menyediakan infrastruktur jalan usahatani yang memadai untuk mendukung mobilitas logistik pangan dari desa ke gudang Bulog.
[SOCIAL_TWEET]: BULOG dan Komisi IV DPR perkuat sinergi di Trucuk Klaten! Kini petani bisa menjual gabah langsung ke Bulog dengan harga adil, bebas dari jeratan tengkulak. Kesejahteraan petani jadi prioritas. #KedaulatanPangan #BULOGMelayani #PetaniSejahtera[SOCIAL_TG]: 🌾 BULOG & Komisi IV DPR RI hadir di Desa Wonosari, Klaten! 🚜 Menyerap gabah langsung dari petani, memutus tengkulak, dan menjamin harga sesuai HPP. Masa depan petani makin cerah dengan pendampingan dan bantuan alat pertanian. Sinergi ini adalah bukti nyata keberpihakan pada pangan lokal. #BULOG #PetaniKlaten
Comments (0)