Cak Imin Tinjau Layanan Cuci Darah, Pastikan Pasien Kronis Tetap Terlindungi JKN

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, melakukan peninjauan langsung ke RSUD Cengkareng dan Kantor BPJS Kesehatan di Jakarta p

Jul 07, 2026 - 23:15
0 0
Cak Imin Tinjau Layanan Cuci Darah, Pastikan Pasien Kronis Tetap Terlindungi JKN

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, melakukan peninjauan langsung ke RSUD Cengkareng dan Kantor BPJS Kesehatan di Jakarta pada Kamis (2/7/2026). Kunjungan ini bertujuan memastikan pelayanan bagi pasien penyakit kronis, khususnya mereka yang memerlukan cuci darah rutin, tetap berjalan optimal di bawah naungan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Bersama jajaran terkait, Cak Imin melihat dari dekat bagaimana alur pelayanan katastropik diselenggarakan serta mendengarkan masukan dari para pasien dan tenaga medis.

Jaminan Pelayanan Tanpa Henti

Dalam kunjungannya, Cak Imin menekankan bahwa perawatan hemodialisis tidak boleh mengalami penundaan sedikit pun. Menurutnya, keterlambatan sekecil apa pun dapat berakibat fatal bagi kondisi pasien, sehingga pemerintah perlu terus mengawal langsung mekanisme pelaksanaannya.

Pada dasarnya kita semua, pemerintah, kami, terus ingin memastikan bahwa bentuk pelayanan, terutama pelayanan jenis katastropik, khususnya cuci darah ini, berjalan dengan lancar karena tidak ada penundaan di dalam pelaksanaannya. Karena sekali penundaan akan berakibat fatal buat semua pihak,

ucap Muhaimin dalam keterangannya kepada awak media, menggarisbawahi urgensi penanganan yang tepat waktu.

Perlindungan Berkelanjutan bagi Penyakit Katastropik

Cak Imin menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga keberlangsungan layanan JKN, terutama untuk penyakit-penyakit katastropik seperti gagal ginjal kronis, kanker, dan jantung, yang membutuhkan biaya perawatan tinggi. Dengan kunjungan ini, ia ingin memastikan tidak ada pasien yang terlewat atau terkendala administrasi dalam menerima hak pelayanan kesehatannya. Menurut laporan Warkini.com, layanan cuci darah di RSUD Cengkareng terus dimonitor untuk menjamin ketersediaan alat, obat, serta tenaga medis yang memadai. BPJS Kesehatan pun diminta untuk memperkuat koordinasi dengan fasilitas kesehatan agar rujukan dan klaim berjalan lancar, termasuk mengantisipasi potensi penumpukan antrean yang dapat menghambat terapi rutin pasien.

Cak Imin juga mendorong agar masyarakat yang terdaftar sebagai peserta JKN aktif memanfaatkan haknya tanpa khawatir terhadap kendala biaya. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengevaluasi dan memperbaiki sistem agar layanan kesehatan tetap merata dan berkeadilan, terutama bagi kelompok rentan yang bergantung pada pengobatan seumur hidup.

Dukungan Sarana dan Aspirasi Pasien

Dalam peninjauan tersebut, Cak Imin melihat langsung kondisi mesin hemodialisis dan ruang perawatan di RSUD Cengkareng. Ia tak hanya mengecek kesiapan alat, tetapi juga berbincang dengan sejumlah pasien yang tengah menjalani cuci darah. Dari dialog itu, para pasien menyampaikan harapan agar pelayanan tetap prima dan tidak terkendala persoalan klaim JKN yang kerap menjadi kekhawatiran. Beberapa pasien mengapresiasi langkah kementerian yang turun langsung memantau, karena memberi rasa aman bahwa terapi vital mereka tidak akan diabaikan.

Pihak BPJS Kesehatan yang mendampingi kunjungan tersebut menyatakan siap mendukung penuh arahan pemerintah untuk meningkatkan mutu pelayanan. Direktur BPJS Kesehatan setempat memastikan bahwa seluruh peserta JKN yang memerlukan cuci darah akan diproses sesuai prosedur, tanpa potongan tanggungan yang merugikan. Komitmen ini diharapkan mampu meredam keluhan sekaligus mempercepat penanganan jika muncul kendala di lapangan.

Kunjungan Cak Imin ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius dalam menangani sektor kesehatan, terutama pelayanan penyakit katastropik yang menyangkut hajat hidup banyak orang. Dengan pengawasan langsung dari jajaran kementerian, diharapkan rangkaian pelayanan JKN akan semakin responsif, transparan, dan terpercaya di mata publik. Langkah-langkah penguatan tersebut diyakini mampu mengurangi beban pasien dan keluarganya, serta meningkatkan kualitas hidup penerima JKN di seluruh Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
kimberly-sutanto

Reporter Selebriti. Reporter selebriti dan entertainment.

Comments (0)

User