Kakek 61 Tahun Tewas Tertemper KRL Saat Menyeberang di Perlintasan Cilebut
Bogor – Seorang pria lanjut usia (lansia) berinisial UHO (61) meninggal dunia setelah tertabrak kereta rel listrik (KRL) di perlintasan Cilebut, Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bo
Bogor – Seorang pria lanjut usia (lansia) berinisial UHO (61) meninggal dunia setelah tertabrak kereta rel listrik (KRL) di perlintasan Cilebut, Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (1/7/2026) siang. Korban tewas di tempat saat hendak menyeberang rel.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan laporan dari pihak kepolisian yang dihimpun Warkini.com, peristiwa nahas itu terjadi saat korban berjalan kaki dari Gang Haji Marhadi menuju Jalan Perumahan Bumi Pertiwi. Kapolsek Sukaraja Kompol Ade Rahmat menjelaskan bahwa korban sedang menyeberang di perlintasan sebidang tanpa palang pintu resmi yang terletak di wilayah tersebut.
"Awal mula kejadian si korban sedang menyeberang dari Gang Haji Marhadi menuju arah Jalan Perumahan Bumi Pertiwi. Tiba-tiba melintas KRL dan langsung menemper korban," ujar Ade, Kamis (2/7/2026).
Korban yang sudah berusia 61 tahun itu diduga tidak sempat menghindari laju kereta yang melintas dengan kecepatan cukup tinggi. Petugas dari Polsek Sukaraja segera mendatangi lokasi begitu menerima laporan warga setempat. Berdasarkan keterangan saksi di lapangan, korban tidak menyadari kedatangan KRL yang melaju dari arah Bogor menuju Jakarta.
Penanganan dan Imbauan
Setelah kejadian, petugas bersama warga melakukan evakuasi jenazah korban. Korban yang mengalami luka berat pada bagian kepala dan tubuh langsung dibawa ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulans. Polisi juga memintai keterangan sejumlah saksi mata yang berada di sekitar perlintasan saat kejadian berlangsung, termasuk beberapa pengendara yang turut menyaksikan momen nahas tersebut.
Kompol Ade Rahmat menambahkan bahwa pihaknya sudah menghubungi keluarga korban yang berada di wilayah Cilebut. Pihak keluarga sudah diberi tahu dan kini tengah mempersiapkan pemakaman. Polsek Sukaraja juga tengah berkoordinasi dengan PT KAI untuk penanganan lebih lanjut dan investigasi terkait titik perlintasan yang kerap memakan korban.
Menyikapi kecelakaan tersebut, kepolisian kembali mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat menyeberang rel kereta, terutama di perlintasan sebidang yang tidak dilengkapi palang pintu dan penjaga. "Kami mengingatkan warga untuk tidak memaksakan diri menyeberang ketika sudah melihat tanda-tanda kereta akan melintas. Keselamatan harus diutamakan," tegas Ade.
Kecelakaan ini menambah daftar panjang korban tertemper kereta api di kawasan perlintasan liar atau tanpa pengamanan di sekitar Bogor. Pemerintah setempat bersama PT KAI diharapkan kian serius menambah palang pintu, rambu peringatan, serta pengawasan di titik-titik rawan agar peristiwa serupa tidak terus berulang dan merenggut nyawa warga yang hanya mencoba menyeberang.
Comments (0)