warkini.
Viral

Calon Gubernur BI Destry Perkuat Pengawasan Lalu Lintas Devisa

Ruang rapat Gedung Dewan Perwakilan Rakyat dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (DPR/MPR RI) Senin pagi terasa berbeda dari biasanya. Para jurnalis memadati

Calon Gubernur BI Destry Perkuat Pengawasan Lalu Lintas Devisa

Ruang rapat Gedung Dewan Perwakilan Rakyat dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (DPR/MPR RI) Senin pagi terasa berbeda dari biasanya. Para jurnalis memadati lorong, kamera mengarah ke satu pintu yang sama. Di balik pintu itu, Destry Damayanti menjalani uji kelayakan dan kelayakan (fit and proper test) sebagai calon Gubernur Bank Indonesia. Nama sang ekonom senior ini bukan nama baru di kalangan pengamat ekonomi nasional, namun hari ini semua mata tertuju padanya untuk mendengar arah kebijakan moneter Indonesia ke depan.

Dari sesi tanya jawab yang berlangsung ketat itu, satu komitmen menonjol: penguatan pengawasan atas lalu lintas devisa (LLD). Bagi orang awam, istilah ini mungkin terdengar teknis. Namun bagi para penjaga stabilitas rupiah, LLD adalah radar yang memetakan setiap dolar AS yang masuk dan keluar dari Indonesia. Tanpa radar yang tajam, kata mereka, negara bisa terkejut saat arus modal berbalik arah dalam hitungan jam.

Apa Itu Lalu Lintas Devisa dan Mengapa Krusial

Lalu lintas devisa merupakan mekanisme pelaporan di mana bank-bank umum wajib menyampaikan data transaksi devisa nasabahnya kepada Bank Indonesia. Dasar hukumnya telah lama berdiri kokoh, dimulai dari Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1999 tentang Pengendalian dan Pengawasan atas Penguasaan dan/atau Pemakaian Devisa, yang kemudian diperkuat melalui peraturan pemerintah turunannya. Data hasil pelaporan inilah yang menjadi bahan baku penyusunan neraca pembayaran, indikator tekanan kurs, hingga deteksi dini transaksi mencurigakan.

Meski demikian, praktik di lapangan tidak sesederhana teorinya. Volume transaksi lintas batas tumbuh pesat, pola transaksi semakin kompleks, dan jalur digital membuka ruang celah yang sulit dipantau secara manual. Di sinilah tantangan besar menanti kepemimpinan baru BI: bagaimana membuat sistem pengawasan yang dirancang era sebelumnya tetap relevan di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan global.

Destry Gandeng PT DSI, Teknologi Menjadi Kunci

Dalam paparannya, Destry menegaskan bahwa penguatan LLD tidak akan dilakukan sendirian. Ia menyebut rencana kolaborasi dengan PT DSI, mitra teknologi yang dinilai memiliki kapabilitas dalam pengolahan data skala besar. Kolaborasi ini ditujukan agar proses pelaporan, validasi, dan analisis transaksi devisa dapat berlangsung lebih cepat, akurat, dan real-time.

"Pengawasan lalu lintas devisa harus diperkuat. Kita butuh sistem yang tidak hanya merekam transaksi, tetapi mampu membaca pola dan memberikan peringatan dini," ujar Destry usai sesi uji kelayakan.

Pernyataan tersebut disambut antusias oleh sejumlah anggota komisi yang mendampingi uji kelayakan. Salah satunya menilai langkah ini sebagai bentuk modernisasi instrumen pengawasan yang sudah lama dinantikan. Kolaborasi otoritas keuangan dengan pemain teknologi, katanya, adalah model masa depan pengawasan sektor keuangan Indonesia.

AspekSistem Saat IniArah Penguatan
Pelaporan bankBerkala, semi-manualOtomatis, integrasi digital
Validasi dataSampel dan cek manualAnalisis data besar (big data)
Deteksi anomaliReaktifPeringatan dini real-time
Koordinasi antarlembagaTerpisahData terpadu bersama PT DSI

Implikasi bagi Stabilitas Ekonomi Nasional

Pengamat ekonomi menilai langkah ini strategis, terlebih di tengah ketidakpastian pasar global. Nilai tukar rupiah kerap bergoyang akibat sentimen eksternal, dan kecepatan otoritas membaca arus devisa menjadi penentu respons kebijakan. Data LLD yang presisi berarti keputusan intervensi kurs yang lebih tepat sasaran, tanpa risiko salah ukur yang merugikan cadangan devisa.

"Ini bukan sekadar soal administrasi pelaporan. Ini soal kemampuan negara melihat denyut nadi ekonominya sendiri," ungkap seorang ekonom makro yang mengikuti proses uji kelayakan tersebut.

Bagi dunia perbankan sendiri, penguatan ini diharapkan tidak memberatkan. Destry menjamin bahwa pendekatan yang digunakan adalah edukatif dan kolaboratif, bukan represif. Bank justru akan difasilitasi dengan kanal pelaporan yang lebih efisien sehingga beban kepatuhan menurun, sementara mutu data meningkat.

  • Modernisasi sistem LLD menuju pelaporan otomatis dan analitik berbasis data besar.
  • Kolaborasi dengan PT DSI untuk membangun infrastruktur pemantauan transaksi devisa.
  • Peringatan dini atas arus keluar masuk devisa yang tidak wajar.
  • Perlindungan stabilitas rupiah dan cadangan devisa nasional.

Jalan Menuju Kursi Gubernur BI

Setelah tahap uji kelayakan di DPR, perjalanan Destry masih menyisakan beberapa gerbang penting. Hasil pemeriksaan kelayakan akan menjadi bahan pertimbangan DPR sebelum penetapan dilakukan. Namun rekam jejaknya—puluhan tahun berkarier di lingkungan Bank Indonesia, termasuk menduduki posisi Deputy Senior Gubernur—membuat banyak pihak optimistis ia mampu membawa lembaga ini melewati masa-masa penuh gejolak global.

Sore itu, saat meninggalkan kompleks parlemen, Destry hanya sempat tersenyum singkat di hadapan para wartawan. Senyum seorang ekonom yang tahu betul, pekerjaan sesungguhnya baru saja dimulai: memastikan setiap dolar yang melintasi perbatasan Indonesia tercatat, terpantau, dan tak luput dari kendali negara.

[SOCIAL_TWEET]: Calon Gubernur BI Destry Damayanti janji perkuat pengawasan lalu lintas devisa lewat kolaborasi dengan PT DSI. #BankIndonesia #LLD #EkonomiIndonesia[SOCIAL_TG]: 🔴 CALON GUBERNUR BI SOROTI PENGAWASAN DEVISA — Destry Damayanti dalam fit and proper test di DPR menegaskan rencana penguatan LLD bersama PT DSI. Baca analisis lengkapnya hanya di Warkini.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User