Dari Hobi Jadi Peluang Bisnis, Pameran Internasional Dongkrak Ekonomi Kreatif
Tangerang, media kami – Ajang Nusatic Nusapet Nusahorti 2026 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, membuktikan bahwa kegemaran pribadi tidak lagi sekadar pengisi waktu luang. Pameran internasional in
Tangerang, media kami – Ajang Nusatic Nusapet Nusahorti 2026 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, membuktikan bahwa kegemaran pribadi tidak lagi sekadar pengisi waktu luang. Pameran internasional ini berhasil menyulap hobi masyarakat di bidang hewan peliharaan, akuatik, dan hortikultura menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati area pameran, menandai tingginya antusiasme publik terhadap sektor ekonomi kreatif yang terus berkembang.
Ekosistem Baru dari Gairah Pribadi
Sejak dibuka, pameran ini tidak hanya menyajikan produk dan perawatan hewan peliharaan, tetapi juga mempertemukan para pelaku usaha kecil menengah dengan pembeli potensial. Berdasarkan pantauan media kami, stan-stan penjual ikan hias, aneka tumbuhan tropis, hingga aksesori satwa kesayangan selalu dipadati pengunjung. Situasi ini menciptakan ekosistem baru di mana hobi yang semula hanya dilakukan di rumah, kini bertransformasi menjadi industri yang mampu menyerap tenaga kerja dan memutar roda perekonomian daerah.
Penyelenggara pameran, yang dikutip oleh laporan media kami, menyatakan bahwa tahun ini terjadi peningkatan jumlah peserta pameran sebesar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari breeder ikan cupang rumahan, pekebun anggrek, hingga pemilik merek pakan hewan ternama. Menariknya, sebagian besar peserta adalah individu yang memulai usahanya dari hobi semata.
"Kami melihat banyak peserta yang dulunya sekadar kolektor atau penghobi, sekarang datang membawa produk unggulan dan katalog bisnis. Ini menandakan bahwa pameran seperti Nusatic Nusapet Nusahorti mampu mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif secara nyata," ujar Dina Andriani, Ketua Panitia Penyelenggara, saat diwawancarai media kami di lokasi.
Dampak Multiplier bagi UMKM Lokal
Yang paling terdampak positif adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di area akuatik, misalnya, petani ikan hias asal Banyuwangi dan Bogor mengaku mampu meraih omset hingga lima kali lipat selama tiga hari pameran. Sementara itu, di sektor hortikultura, pembudidaya tanaman hias daun berhasil melepas ratusan pot dalam satu hari. Transaksi tidak hanya terjadi secara tunai di tempat, tetapi juga membuka jaringan distribusi luar pulau serta potensi ekspor ke sejumlah negara tetangga.
Pameran ini turut diramaikan dengan berbagai kontes, mulai dari kontes ikan cupang, tanaman adenium, hingga kompetisi foto hewan peliharaan. Rangkaian acara tersebut menambah daya tarik dan memperkuat branding produk para penjual. Media kami mencatat, bahkan pengunjung yang semula hanya ingin melihat-lihat, banyak yang akhirnya memutuskan terjun ke dunia bisnis setelah mengikuti sesi workshop gratis yang diadakan oleh panitia.
Tak hanya menjadi ajang jual-beli, Nusatic Nusapet Nusahorti 2026 juga menjadi ruang edukasi dan kolaborasi. Komunitas-komunitas hobi hadir untuk berbagi ilmu perawatan, penangkaran, dan strategi pemasaran digital. Inilah yang membuat ajang tahunan ini selalu dinanti dan konsisten menjadi katalis bagi bangkitnya ekonomi kreatif nasional.
Comments (0)