De La Fuente Cetak Rekor Pelatih Pertama Tak Terkalahkan Piala Dunia-Euro

Luis de la Fuente menorehkan sejarah baru dalam dunia sepak bola. Pelatih kepala tim nasional Spanyol itu kini menjadi juru taktik pertama sepanjang masa y

Jul 11, 2026 - 11:40
0 1
De La Fuente Cetak Rekor Pelatih Pertama Tak Terkalahkan Piala Dunia-Euro

Luis de la Fuente menorehkan sejarah baru dalam dunia sepak bola. Pelatih kepala tim nasional Spanyol itu kini menjadi juru taktik pertama sepanjang masa yang berhasil melewati dua turnamen mayor—Piala Eropa dan Piala Dunia—tanpa sekalipun menelan kekalahan. Rekor gemilang ini disegel setelah Spanyol menggunduli Belgia 3-1 di babak perempat final yang berlangsung di Estadio Centenario, Montevideo, pada Sabtu dini hari WIB. Kemenangan itu tak hanya mengantar La Roja ke semifinal, tetapi juga menahbiskan De La Fuente sebagai sosok yang nyaris sempurna di level tertinggi.

Jejak Emas dari Berlin Hingga Montevideo

Perjalanan De La Fuente bersama Spanyol dimulai pada awal 2023, setelah kegagalan di Piala Dunia 2022. Banyak yang meragukannya, namun pelatih berusia 64 tahun itu langsung membungkam kritik. Di Piala Eropa 2024 yang digelar di Jerman, Spanyol tampil dominan dengan tujuh kemenangan sempurna: menyapu bersih Kroasia, Italia, dan Jerman di fase grup, lalu menumbangkan Georgia, tuan rumah Jerman di perempat final, Prancis di semifinal, dan Inggris di final dengan skor 2-1. Itulah kali pertama sepanjang sejarah sebuah tim menjadi juara Eropa dengan rekor 100 persen kemenangan—sebuah prestasi yang sudah cukup untuk menjadikan De La Fuente legenda.

Tak berhenti di sana, Spanyol melaju ke Piala Dunia 2026 dengan identitas permainan yang semakin matang. Di fase grup, mereka mengalahkan Mesir dan Chile, hanya ditahan imbang oleh Korea Selatan. Babak 16 besar menjadi saksi penyingkiran Belanda lewat adu penalti setelah bermain imbang 1-1 selama 120 menit—secara teknis bukan kekalahan, dan tetap menjaga rekor tak terkalahkan De La Fuente di turnamen ini. Hingga akhirnya, Belgia menjadi korban berikutnya.

Tiga Gol Malam Bersejarah

Laga melawan Belgia berjalan sengit sejak menit pertama. Spanyol membuka skor melalui tendangan jitu Álvaro Morata di menit ke-22, memanfaatkan umpan terukur Pedri yang menusuk jantung pertahanan lawan. Belgia sempat menyamakan kedudukan lewat aksi individu Johan Bakayoko yang melewati dua bek sebelum melepaskan tembakan melengkung pada menit ke-37. Namun, Spanyol kembali memimpin tepat sebelum turun minum setelah Lamine Yamal menunjukkan kelincahannya, memperdaya kiper Koen Casteels dari sudut sempit.

Di babak kedua, Belgia mencoba mengejar, tetapi justru kecolongan pada menit ke-68 lewat skema serangan balik cepat yang dituntaskan Dani Olmo dengan sepakan datar. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi, menandai sebuah pesta merah-kuning yang berhak atas tiket semifinal.

“Saya bangga atas dedikasi dan kerja keras semua pemain. Rekor ini bukanlah tujuan akhir, melainkan bukti bahwa kami selalu ingin berkembang. Kini fokus kami adalah Prancis. Kami belum menang apa pun di turnamen ini,” ujar De La Fuente dalam konferensi pers usai pertandingan.

De La Fuente, Sang Arsitek Revolusi Diam-diam

Keberhasilan De La Fuente bukanlah kebetulan. Ia adalah produk asli akademi kepelatihan Spanyol yang membangun tim ini dengan fondasi filosofi tiki-taka yang telah berevolusi. Tidak lagi hanya menguasai bola tanpa arah, Spanyol racikannya kini lebih vertikal dan eksplosif, ditopang oleh pemain-pemain muda berbakat seperti Yamal, Pedri, Gavi, dan Nico Williams. Dalam dua turnamen besar terakhir, Spanyol mencetak total 28 gol dengan hanya kebobolan 6, sebuah keseimbangan mengerikan yang membuat siapa pun enggan berhadapan dengan mereka.

Yang lebih mengejutkan, De La Fuente berhasil menjaga kebugaran mental skuadnya di tengah tekanan ekspektasi publik yang sangat tinggi. Ia kerap menekankan pentingnya kerendahan hati dan kerja kolektif, sikap yang tercermin dalam permainan lapangan yang tanpa ego.

Semifinal Kontra Prancis: Ujian Sesungguhnya

Kemenangan atas Belgia membawa Spanyol ke satu langkah lagi menuju partai puncak. Di semifinal, mereka akan berhadapan dengan Prancis, yang lebih dulu lolos setelah mengatasi perlawanan Brasil di adu penalti. Ini adalah ulangan semifinal Piala Eropa 2024, di mana Spanyol menang 2-1 berkat gol-gol dari Morata dan Olmo.

Prancis tentu datang dengan motivasi balas dendam, diperkuat oleh Kylian Mbappé yang sedang dalam performa terbaiknya dengan sudah mengoleksi 6 gol di turnamen. Duel taktik antara De La Fuente dan Didier Deschamps akan menjadi magnet utama. Deschamps diprediksi akan lebih berhati-hati, sementara De La Fuente—seperti biasa—akan menekankan penguasaan bola dan pressing tinggi.

Jika Spanyol mampu menaklukkan Prancis dan kemudian juara di final, maka De La Fuente tidak hanya mencetak rekor tak terkalahkan di Piala Dunia dan Piala Eropa, tetapi juga menyamai prestasi Vicente del Bosque yang mempersembahkan gelar juara dunia 2010 dan Piala Eropa 2012 berturut-turut. Namun, satu hal sudah pasti: De La Fuente telah menuliskan namanya dalam buku sejarah La Roja dengan tinta emas.

Langkah Spanyol sejauh ini menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar favorit, melainkan sebuah generasi yang mungkin tak terbendung.

[SOCIAL_TWEET]: Sejarah! De La Fuente jadi pelatih pertama tak terkalahkan di Piala Eropa dan Piala Dunia setelah Spanyol gulung Belgia 3-1. Kini La Roja siap tantang Prancis di semifinal. Mampukah? 🔥🇪🇸🏆 #PialaDunia2026 #Spanyol #DeLaFuente[SOCIAL_TG]: 🇪🇸 Rekor! De La Fuente jadi pelatih pertama tanpa kalah di Piala Eropa & Piala Dunia. Spanyol kalahkan Belgia 3-1, Morata, Yamal, Olmo bikin gol. Semifinal vs Prancis siap digelar! 🔥

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User