Di Giannantonio Akui Mirip Insiden Rossi-Marquez Usai Adu Manuver Kontroversial di Assen
Fabio Di Giannantonio akhirnya angkat bicara mengenai duel panasnya dengan Marc Marquez pada gelaran MotoGP Belanda yang berlangsung di Sirkuit TT Assen, Minggu (28/6/2026). Pebalap andalan VR46 Racin
Fabio Di Giannantonio akhirnya angkat bicara mengenai duel panasnya dengan Marc Marquez pada gelaran MotoGP Belanda yang berlangsung di Sirkuit TT Assen, Minggu (28/6/2026). Pebalap andalan VR46 Racing Team itu secara terbuka mengakui bahwa insiden yang melibatkan dirinya dan Marquez memang memiliki kemiripan mencolok dengan salah satu momen paling kontroversial dalam sejarah MotoGP, yaitu duel antara Valentino Rossi dan Marc Marquez di sirkuit yang sama pada tahun 2015 silam.
Momen dramatis tersebut terjadi saat balapan memasuki fase-fase krusial. Di Giannantonio, yang tengah memburu posisi lebih baik, melancarkan sebuah manuver agresif untuk menyalip Marquez di salah satu tikungan terakhir. Namun, aksinya itu memaksa Marquez keluar dari jalur balapan di chicane terakhir, membuat sang pebalap multi-juara dunia itu kehilangan momentum dan waktu yang berharga. Tindakan keras Di Giannantonio ini sontak menjadi buah bibir di paddock dan memicu gelombang perbandingan dengan duel legendaris antara Rossi dan Marquez yang juga berakhir dengan kontroversi besar di Assen lebih dari satu dekade lalu.
Laporan dari media kami menyebutkan bahwa insiden ini langsung memantik reaksi beragam dari para penggemar dan pengamat MotoGP. Banyak yang menilai bahwa agresivitas Di Giannantonio terhadap Marquez adalah pengulangan dari sejarah yang terjadi pada 2015, di mana saat itu Rossi melakukan manuver nyaris identik yang memicu perang psikologis berkepanjangan di antara keduanya. Di Giannantonio sendiri tidak menampik kemiripan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa ia memahami konteks sejarah yang membayangi duelnya dengan Marquez di Assen.
"Saya tidak akan bohong, saya ingat betul momen 2015 itu. Ketika saya melihat rekaman ulang, memang ada kemiripan visual. Tapi bagi saya, ini adalah balapan, dan setiap pebalap menginginkan posisi terbaik. Saya melihat ada celah dan saya mencobanya, meskipun hasilnya membuat Marc sedikit melebar," ujar Di Giannantonio dalam pernyataannya yang dikutip Warkini.com.
Di Giannantonio menegaskan bahwa tidak ada niat untuk menciptakan kontroversi atau mengulangi sejarah kelam yang melibatkan mentornya, Valentino Rossi. Namun, ia juga mengakui bahwa tekanan untuk meraih poin maksimal di kampung halaman timnya membuatnya harus mengambil setiap kesempatan yang ada. Manuver yang dianggap berbahaya oleh beberapa pihak itu kini tengah menjadi topik perbincangan utama, seiring dengan semakin memanasnya persaingan di klasemen sementara MotoGP 2026. Kejadian ini dipastikan akan terus menjadi sorotan tajam dalam perjalanan karier Di Giannantonio bersama VR46 Racing Team musim ini, mengingat hubungan historis tim tersebut dengan insiden 2015.
Simak terus informasi terbaru dan analisis mendalam seputar persaingan MotoGP 2026 hanya di Warkini.com.
Comments (0)