Di Hadapan Buruh, Dasco Telepon Dirut Pertamina Soal Ancaman PHK 55 Ribu Orang

Jakarta – Sebuah momen tak biasa terjadi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026). Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahm

Jul 08, 2026 - 00:39
0 0
Di Hadapan Buruh, Dasco Telepon Dirut Pertamina Soal Ancaman PHK 55 Ribu Orang

Jakarta – Sebuah momen tak biasa terjadi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026). Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, secara spontan menghubungi Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, langsung dari atas podium saat menyampaikan sambutannya. Panggilan itu dilakukan untuk merespons pertanyaan mendesak dari para buruh yang hadir mengenai kelangkaan dan lonjakan harga gas industri, yang disebut-sebut menjadi pemicu ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 55 ribu pekerja di kawasan industri Bekasi.

Telepon Mendadak di Tengah Sambutan

Dasco, yang hadir sebagai undangan kehormatan, mengaku bahwa rencana pidatonya "buyar" setelah para peserta Rakernas menyampaikan keresahan mereka tentang pasokan gas. Tanpa ragu, ia mengeluarkan ponsel dan menghubungi langsung orang nomor satu di Pertamina tersebut. Momen itu sontak menyedot perhatian seluruh ruangan, memperlihatkan tekanan yang dirasakan para buruh akibat krisis energi yang mengancam keberlangsungan kerja mereka.

Dalam percakapan yang ditangkap oleh mikrofon podium, Dasco menyampaikan keresahan itu secara lugas. Media kami merekam penggalan pembicaraan tersebut:

"Halo, Pak Dirut Pertamina ini saya lagi di Raker KSPI. Saya tadi ditanyakan mengenai masalah gas industri. Jadi ini saya tadi udah rancang pidato cuman buyar semua nih gara-gara soal gas," ujar Dasco kepada Simon Aloysius Mantiri.

Suasana ruangan hening ketika Dasco kemudian meminta penjelasan dan solusi dari Pertamina terkait distribusi gas yang dinilai tidak lancar dan harganya yang mencekik. Panggilan singkat tersebut menjadi simbol betapa seriusnya dampak persoalan ini terhadap sektor padat karya di Bekasi.

Krisis Gas Picu Gelombang PHK

Ancaman PHK terhadap 55 ribu pekerja ini bukanlah isapan jempol. Kawasan industri Bekasi, yang menjadi rumah bagi ratusan perusahaan manufaktur, sangat bergantung pada pasokan gas industri untuk proses produksi. Ketika pasokan langka dan harga melambung, biaya operasional pabrik meroket, mendorong banyak perusahaan untuk menekan biaya—termasuk melalui efisiensi tenaga kerja atau bahkan penghentian operasi total.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) secara vokal menyuarakan bahwa jika pemerintah dan Pertamina tidak segera mengambil langkah konkret, jutaan pekerja dan keluarganya akan terpukul. Dalam sambutannya, Dasco menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. "Ini bukan hanya soal angka di atas kertas, ini soal perut puluhan ribu keluarga," tegasnya di hadapan peserta rakernas.

Menurut laporan media kami, sejumlah perusahaan di kawasan MM2100 dan Jababeka telah mengurangi jam kerja atau merumahkan karyawan akibat ketidakpastian pasokan gas. Jika tren ini berlanjut, Diprediksi gelombang PHK massal bisa terjadi pada kuartal ketiga tahun ini.

Tuntutan Buruh dan Langkah ke Depan

Para buruh yang tergabung dalam KSPI meminta agar Pertamina segera menormalisasi pasokan gas industri dengan harga yang terjangkau, sesuai dengan ketentuan harga gas bumi tertentu (HGBT) yang ditetapkan pemerintah. Mereka juga mendesak agar Dasco sebagai pimpinan DPR mengawal permasalahan ini hingga tuntas, termasuk memanggil jajaran Pertamina untuk rapat dengar pendapat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pertamina mengenai isi percakapan telepon tersebut atau langkah apa yang akan diambil. Namun, aksi spontan Dasco ini diharapkan menjadi pemicu percepatan penanganan krisis gas industri yang telah membayangi buruh sejak awal tahun. Para pekerja di Bekasi dan wilayah sekitarnya kini menanti bukti nyata, bukan sekadar janji.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
wendy-anwar

Reporter Trending. Reporter fenomena internet dan konten viral.

Comments (0)

User