NASHVILLE — Dunia musik berduka. Dolly Parton, sang ratu musik country sekaligus salah satu penulis lagu paling produktif dalam sejarah industri hiburan Amerika Serikat, meninggal dunia pada 25 Agustus di negara bagian Tennessee kelahirannya pada usia 80 tahun. Kabar itu mengguncang jutaan penggemar yang telah mengikuti kariernya selama lebih dari enam dekade.
Sepanjang hidupnya, Parton menulis lebih dari 1.000 lagu, termasuk lagu kultus "Jolene" yang terus dibawakan lintas generasi dan lintas genre. Ia bukan sekadar penyanyi country; ia adalah penulis lagu, aktris, pengusaha, dan filantropis yang menjembatani budaya pedesaan Amerika Selatan dengan panggung hiburan dunia.
Pengembara dari Lembah Smoky Mountains
Lahir dalam kemiskinan di kabin kayu di Sevier County, Tennessee, sebagai anak keempat dari dua belas bersaudara, Parton memulai kariernya dengan tampil di radio lokal. Kisah perjalanannya dari pegunungan Smoky menuju puncak industri musik kerap digambarkan sebagai perwujudan nyata mimpi Amerika.
- Akhir 1960-an: memulai duet sukses bersama Porter Wagoner sebelum memilih berkarier solo;
- Tahun 1970-an: merilis rangkaian klasik seperti "Jolene", "Coat of Many Colors", dan "I Will Always Love You";
- Tahun 1980-an: menembus layar lebar lewat film "9 to 5" sekaligus menulis lagu temanya yang menjadi himne pekerja perempuan;
- Tahun 1990-an hingga akhir hayat: fokus membangun Dollywood, filantropi pendidikan, dan kolaborasi lintas genre yang menjaga namanya tetap relevan bagi pendengar baru.
Lebih dari Penyanyi: Model Perempuan yang Mandiri
Banyak pengamat menyebut Parton sebagai ikon feminisme dengan gayanya yang khas. Ia jarang mengaku sebagai aktivis feminis secara eksplisit, tetapi pilihan-pilihannya — membangun bisnis sendiri, memegang kendali atas katalog lagunya, dan mendanai program literasi anak — menjadikannya teladan kemandirian ekonomi perempuan. Menurut para kritikus budaya, citra feminin yang ia tampilkan secara sadar justru menjadi alat kekuasaan, bukan kelemahan.
Warisan filantropinya tak kalah besar. Program Imagination Library yang ia rintis pada 1995 diklaim telah membagikan ratusan juta buku gratis kepada anak-anak di berbagai wilayah Amerika Serikat dan mancanegara.
Pengaruhnya juga terasa luas pada generasi musisi sesudahnya, dari bintang pop hingga penyanyi folk, yang menyebut teknik penulisan lagu Parton — sederhana dalam kata, tajam dalam emosi — sebagai standar emas industri.
| Profil | Keterangan |
|---|---|
| Usia wafat | 80 tahun |
| Lokasi | Tennessee, AS |
| Jumlah lagu | Lebih dari 1.000 judul |
| Karya ikonik | "Jolene", "I Will Always Love You", "9 to 5" |
Duka Dunia Hiburan
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab kematian maupun rencana upacara perpisahan. Namun, ungkapan duka telah membanjiri media sosial dari sesama musisi, tokoh politik, hingga penggemar yang menyebut lagu-lagunya sebagai latar hidup mereka.
"Ia adalah penulis lagu terbaik yang pernah dimiliki Amerika — sederhana dalam kata-kata, tetapi dahsyat dalam makna," ujar seorang kurator museum musik Nashville dalam keterangan singkat.
Bagi banyak orang, kepergian Dolly Parton menandai tutupnya satu babak penting dalam sejarah musik Amerika. Yang pasti, ribuan lagunya akan terus dinyanyikan, dari panggung kecil di Tennessee hingga arena besar di seluruh dunia.
[SOCIAL_TWEET]: Dolly Parton, ratu musik country penulis 1.000+ lagu termasuk "Jolene", wafat di Tennessee pada usia 80 tahun. Selamat jalan, legenda. #DollyParton[SOCIAL_TG]: BREAKING — Dolly Parton wafat di usia 80 tahun. Ratu musik country, penulis "Jolene" dan "I Will Always Love You", meninggal di Tennessee. Baca profil lengkapnya di Warkini.com.
Comments (0)