Dua Santri Jabal Rahmah Mulia Medan Sukses Tasmi 30 Juz Sekali Duduk

Bayangin deh, ada momen di mana air mata netes bukan karena anime sedih, tapi karena bangga campur haru lihat dua anak muda nuntasin misi next level: mengh

Jul 09, 2026 - 18:02
0 1

Bayangin deh, ada momen di mana air mata netes bukan karena anime sedih, tapi karena bangga campur haru lihat dua anak muda nuntasin misi next level: menghafal dan memperdengarkan 30 juz Al-Quran sekali duduk tanpa putus. Itulah yang terjadi di Sekolah Tahfidz Jabal Rahmah Mulia, Medan, Kamis (9/7) lalu. Suasana jadi wholesome banget, vibes-nya tuh kayak nonton ending film yang bikin hati hangat dan merinding bareng. Prestasi ini bukan cuma bikin bangga keluarga besar sekolah, tapi juga jadi bukti nyata bahwa regenerasi Qurani itu happening banget di kota Medan.

Tasmi 30 Juz: Bukan Cuma Hafalan, Tapi Ujian Mental Level Dewa

Lo tau kan, challenge TikTok paling lama paling cuma sejam? Nah, ini beda level, bestie. Tasmi 30 juz adalah ujian di mana seorang santri harus membaca seluruh hafalan Al-Quran dari juz 1 sampai 30 dalam satu waktu. Bukan sekadar recall hafalan, tapi juga harus tepat tajwid, makhraj, dan nggak boleh ada kesalahan fatal. Ini tuh kayak speedrun Quran dengan konsentrasi super stabil. Fathan Hambali Raqi Lubis (SMP) dan Early Husain (SMA) berhasil menaklukkan tantangan ini dengan gemilang, membuktikan kalau kedisiplinan ala santri zaman now itu nggak kalah strong dari rutinitas para esports athlete.

“Alhamdulillah, Fathan Hambali Raqi Lubis dan Early Husain mampu menyelesaikan Tasmi 30 Juz dengan sangat baik. Ini merupakan hasil dari proses pembinaan yang panjang, kedisiplinan, serta istiqamah dalam menjaga hafalan Al-Quran,” ujar M. Saifullah Siregar Al-Hafidz, salah satu tim penguji.

Menurut Ustaz Saifullah, tasmi itu bukan cuma ujian lisan, tapi juga mengukur kekuatan mental dan konsistensi. Bayangin duduk berjam-jam sambil menjaga fokus, nggak semua orang bisa. Bahkan buat yang udah hafal 30 juz pun, tasmi sering jadi rintangan terberat—kayak boss level terakhir di game RPG yang nguras seluruh energi. Jadi, apa yang diraih Fathan dan Early ini benar-benar level dewa di dunia tahfidz.

Siapa Dua Pahlawan Qur’an yang Bikin Kagum?

Fathan yang masih duduk di bangku SMP, dan Early dari SMA, sama-sama menunjukkan bahwa usia bukan halangan buat jadi seorang hafiz/hafizah berkualitas. Mereka adalah bukti hidup kalau dedikasi plus lingkungan yang suportif bisa melahirkan generasi emas. Di tengah godaan scroll media sosial dan rebahan, mereka milih rutin muroja’ah dan setor hafalan. Respect banget, sih!

Sekolah Tahfidz Jabal Rahmah Mulia sendiri memang menggabungkan kurikulum akademik dengan program tahfidz intensif. Jadi santri nggak cuma pinter pelajaran umum, tapi juga mumpuni secara spiritual. Visinya jelas: menciptakan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan siap berkontribusi untuk umat. Paket komplit banget, ya!

Prestasi ini juga jadi fuel buat santri lain. Bayangin, lihat kakak kelas berhasil, pasti muncul api semangat ala “bisakah kita seperti mereka?”. Inilah dampak domino positif yang diharapkan terus bergulir di lingkungan tahfidz. Jadi nggak heran kalau Jabal Rahmah Mulia terus mencetak bibit-bibit emas yang menggetarkan.

Jadi, menurut kalian, apa kunci utama sukses hafalan Al-Quran? Apakah konsistensi harian, dukungan lingkungan, atau mental baja? Atau mungkin ketiganya? Jangan ragu buat nge-share pendapat di kolom komentar. Siapa tau jadi motivasi buat kita yang masih struggle ngelawan hafalan surah pendek. Let’s discuss!

Nah, biar makin paham, simak FAQ singkat berikut ya:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User