Erling Haaland Cetak Brace, Norwegia Kalahkan Senegal 2-0 di Piala Dunia
East Rutherford, New Jersey — Norwegia mengawali langkah di Grup I Piala Dunia 2026 dengan penuh keyakinan setelah menumbangkan Senegal 2-0 di Stadion New
East Rutherford, New Jersey — Norwegia mengawali langkah di Grup I Piala Dunia 2026 dengan penuh keyakinan setelah menumbangkan Senegal 2-0 di Stadion New York/New Jersey, Selasa dini hari WIB (23/6). Dua gol penyerang Erling Braut Haaland menjadi pembeda, sekaligus memperlihatkan ketajaman duet mautnya bersama Alexander Sorloth di lini depan.
Pertandingan yang dihelat dalam cuaca musim panas lembap khas East Rutherford itu langsung berjalan dalam tempo tinggi sejak peluit awal. Senegal, dengan postur fisik prima dan kecepatan para pemain sayapnya, mencoba menekan lewat Sadio Mané di kiri dan Ismaila Sarr di kanan. Namun, disiplin lini belakang Norwegia yang dikomandoi Leo Østigård dan Kristoffer Ajer sanggup mematahkan setiap umpan silang berbahaya.
Babak Pertama: Gol Pembuka yang Lahir dari Kerja Sama Apik
Gol pembuka tercipta pada menit ke-34. Berawal dari skema serangan balik cepat, Martin Ødegaard mengirim umpan terobosan vertikal yang memecah lini tengah Senegal. Alexander Sorloth, yang bergerak sedikit melebar ke sisi kanan, langsung menyodorkan bola cut-back mendatar ke kotak penalti. Haaland, dengan naluri predatornya, menyambut bola dengan sontekan kaki kiri yang tak mampu dijangkau kiper Édouard Mendy. Skor 1-0 untuk Norwegia.
Stadion bergemuruh. Ribuan suporter Norwegia yang hadir—banyak di antaranya komunitas Skandinavia di Pantai Timur AS—mengibarkan bendera dan menyanyikan nyanyian khas. Selebrasi kedua pencetak gol pun jadi momen yang direkam sempurna oleh lensa Angela Weiss dari AFP: Haaland yang berlutut dan mengepalkan tangan, ditemani Sorloth yang menepuk bahunya. “Kami sudah sering berlatih skema itu. Alex tahu di mana aku akan berlari,” ujar Haaland singkat usai pertandingan.
Babak Kedua: Gol Kedua dan Soliditas yang Terjaga
Selepas turun minum, Senegal meningkatkan intensitas. Pelatih Aliou Cissé memasukkan Boulaye Dia untuk menambah daya dobrak. Pada menit ke-58, Senegal nyaris menyamakan kedudukan andai sundulan Dia tidak membentur tiang gawang setelah meneruskan umpan crossing Mané. Norwegia selamat.
Gol penutup baru hadir pada menit ke-78, lagi-lagi dari kerja sama Haaland dan Sorloth. Kali ini giliran Haaland yang berperan sebagai penyedia. Setelah menerima bola dari Julian Ryerson di sisi kiri, Haaland menusuk hingga dekat garis gawang lalu mengirim umpan lambung kecil ke tiang jauh. Sorloth yang sudah menanti, menanduk bola ke sudut kiri bawah gawang Mendy. Gol, meski dicatat sebagai bunuh diri karena bola lebih dulu mengenai kaki bek Kalidou Koulibaly, tetap dianggap berasal dari inisiatif Haaland.
Kedudukan 2-0 bertahan hingga peluit panjang. Lini tengah Norwegia yang dikawal Ødegaard dan Sander Berge berhasil memenangi duel-duel kedua bola, membuat Senegal frustrasi. Statistik akhir menunjukkan Norwegia mencatatkan 14 tembakan dengan 6 tepat sasaran, berbanding 11 tembakan dan 3 on target milik Senegal—bukti efektivitas penyelesaian akhir tim asuhan Ståle Solbakken.
Analisis: Duet Haaland-Sorloth Jadi Senjata Rahasia
Keberhasilan ini kembali menegaskan bahwa Norwegia bukan sekadar tim satu bintang. Selama ini, beban selalu tertuju pada Haaland. Namun, kehadiran Sorloth—yang musim lalu menjadi top skor La Liga—memberi dimensi berbeda. Kedua penyerang postur tinggi ini justru bermain cair, saling memberi ruang, dan tidak egois. Sorloth (1,95 m) tak hanya menjadi target man, tetapi juga kreator ruang dengan pergerakan drop-in ke lini kedua, memaksa bek lawan keluar posisi, dan memberi celah bagi Haaland (1,94 m) untuk menyelinap.
| Statistik | Norwegia | Senegal |
|---|---|---|
| Gol | 2 | 0 |
| Total Tembakan | 14 | 11 |
| Tembakan Tepat Sasaran | 6 | 3 |
| Penguasaan Bola | 47% | 53% |
| Pelanggaran | 12 | 15 |
Meski kalah penguasaan bola, Norwegia lebih efisien dalam transisi. Pelatih Solbakken memuji adaptasi para pemain. “Kami sadar Senegal kuat dalam penguasaan, jadi kami memilih menyerang lewat momen transisi dan bola mati. Hasilnya memuaskan,” katanya. “Haaland dan Sorloth telah membangun koneksi yang amat langka di level internasional.” Pengamat menyebut duet ini bisa menjadi kunci Norwegia melaju jauh—bahkan berpotensi mengejutkan di fase gugur.
Lintasan Masa Depan: Poin Kritis di Grup I
Dengan kemenangan ini, Norwegia memuncaki Grup I dengan tiga poin. Dua laga berikutnya melawan Maroko dan Kanada akan menentukan apakah mereka lolos sebagai juara grup. Sorloth dalam wawancara singkat pasca-pertandingan menekankan timnya tidak boleh lengah. “Ini baru permulaan. Senegal tim kuat, tapi kami menunjukkan karakter. Sekarang fokus ke Maroko,” tegasnya. Sementara itu, Haaland mengaku lapar akan lebih banyak gol. “Aku ingin memecahkan rekor, tapi yang utama tim menang,” katanya dengan senyum khas.
Kapten Ødegaard menilai kemenangan ini buah dari persiapan matang selama pemusatan latihan di AS. “Kami sudah beradaptasi dengan cuaca dan lapangan. Dukungan suporter Norwegia di sini juga luar biasa. Ini seperti main di rumah,” ujarnya. Pertandingan di East Rutherford ini sekaligus menjadi pertanda bahwa Norwegia bukan sekadar penggembira di Piala Dunia pertama mereka sejak 1998.
[SOCIAL_TWEET]: Dua gol Erling Haaland bawa Norwegia taklukkan Senegal 2-0 di laga pembuka Grup I. Duet mematikan bersama Alexander Sorloth jadi kunci. #PialaDunia2026 #Haaland #Norwegia[SOCIAL_TG]: ⚽️ Norwegia 2-0 Senegal | Erling Haaland cetak dua gol, kerja sama sempurna dengan Alexander Sorloth. Kemenangan penting di Grup I. Lanjutkan!
Comments (0)