Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026 Panaskan Rivalitas 60 Tahun

Atlanta, Warkini.com — Semifinal Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Inggris dan Argentina bukan sekadar perebutan tiket ke partai puncak. Duel di Stadion

Jul 13, 2026 - 17:58
0 0
Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026 Panaskan Rivalitas 60 Tahun

Atlanta, Warkini.com — Semifinal Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Inggris dan Argentina bukan sekadar perebutan tiket ke partai puncak. Duel di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, pada Kamis (16/7/2026) dini hari WIB, akan menghidupkan kembali salah satu rivalitas paling eksplosif dalam sejarah turnamen. Dua negara dengan warisan sepak bola yang kaya dan konflik diplomatik berkepanjangan siap menulis babak baru yang dipastikan sarat emosi, drama, dan gengsi.

Pertemuan ini adalah bentrokan ke-10 antara kedua tim di Piala Dunia, dan untuk pertama kalinya terjadi di fase semifinal. Sejak pertama kali bersua di tahun 1966, setiap laga selalu meninggalkan cerita yang tak terlupakan—dari gol "Tangan Tuhan" Diego Maradona, kartu merah David Beckham, hingga ketegangan yang nyaris berujung bentrok fisik. Kini, di bawah langit Amerika Serikat, generasi baru akan mewarisi tensi yang telah berusia enam dekade.

Sejarah Kelam Penuh Kontroversi

Rivalitas ini berakar jauh sebelum lapangan hijau memisahkan mereka. Perang Falkland tahun 1982 menambah bumbu politik pada pertemuan olahraga, menjadikan setiap duel Inggris melawan Argentina lebih dari sekadar permainan. Di Piala Dunia 1986, Maradona mencetak dua gol paling ikonik dalam sejarah: "Tangan Tuhan" dan "Gol Abad Ini" yang menyingkirkan Inggris di perempat final. Dua belas tahun kemudian, Beckham dikartumerah karena menendang Diego Simeone, memicu kemarahan publik Inggris setelah adu penalti yang menyakitkan.

“Setiap kali melawan Argentina, rasanya berbeda. Ini bukan pertandingan biasa. Ini tentang kebanggaan, sejarah, dan menyembuhkan luka lama,” ujar legenda Inggris, Alan Shearer, dalam wawancara eksklusif dengan BBC Sport.

Meski demikian, kedua tim hanya bersua sekali di abad ke-21 di Piala Dunia, yakni di fase grup 2002 yang dimenangkan Inggris 1-0 lewat penalti Beckham. Kini, setelah 24 tahun, mereka kembali bertemu—dan taruhannya jauh lebih tinggi.

Jalan Menuju Semifinal: Dominasi Inggris dan Kebangkitan Argentina

Inggris datang ke Atlanta dengan status sebagai tim paling produktif di turnamen. Pasukan asuhan pelatih Eddie Howe mencetak 14 gol dalam lima laga, hanya kebobolan dua kali. Jude Bellingham, yang kini berusia 23 tahun, tampil sebagai motor serangan dengan empat gol dan tiga assist, sementara duet lini depan Bukayo Saka dan Ollie Watkins total membukukan tujuh gol. Formasi 4-2-3-1 yang fluid membuat The Three Lions sulit dihentikan, terutama saat transisi cepat dari bertahan ke menyerang.

  • Inggris: memenangi semua laga fase grup (vs. Mesir 4-0, Korea Selatan 2-0, Meksiko 3-1).
  • Babak 16 besar: mengalahkan Kroasia 2-1 lewat gol telat Bellingham.
  • Perempat final: menghancurkan Brasil 3-0 dengan penampilan sempurna.

Di sisi lain, Argentina menapaki fase gugur dengan mental juara bertahan. Setelah lolos sebagai runner-up grup di bawah Portugal, La Albiceleste menunjukkan karakter pantang menyerah di bawah arahan Lionel Scaloni yang masih setia di kursi pelatih. Lionel Messi, di usia 39 tahun, bukan lagi starter utama, tetapi perannya sebagai pemimpin spiritual tetap tak tergantikan. Generasi baru seperti Julian Alvarez (kini 26 tahun), Alejandro Garnacho, dan Enzo Fernandez menjadi tulang punggung tim yang dinamis.

  • Argentina: hasil fase grup (kalah 1-2 dari Portugal, menang 3-0 atas Ghana, imbang 1-1 dengan Jepang).
  • Babak 16 besar: adu penalti dramatis melawan Belanda (4-3) setelah agregat 2-2.
  • Perempat final: comeback sensasional melawan Prancis, dari tertinggal 0-2 menjadi 3-2.

Pemain Kunci yang Akan Menentukan

Jika berbicara faktor X, mata dunia akan tertuju pada duel Jude Bellingham versus Enzo Fernandez. Dua gelandang tengah yang kini menjadi andalan di level klub (Bellingham di Juventus, Fernandez tetap di Chelsea) akan bertarung memperebutkan penguasaan lini tengah. Sementara itu, kecepatan Garnacho di sayap kiri bisa menjadi ancaman serius bagi bek kanan Inggris, Reece James, yang belum sepenuhnya pulih dari cedera ringan.

Di kubu Argentina, Messi diperkirakan akan dimainkan sebagai supersub pada 30 menit terakhir. Kehadirannya yang singkat namun mematikan terbukti menjadi pembeda saat melawan Prancis, di mana ia memberikan assist kemenangan. “Saya siap memberikan segalanya, bahkan jika hanya 15 menit. Ini mungkin Piala Dunia terakhir saya, dan saya ingin mengakhirinya dengan cara yang indah,” kata Messi dalam konferensi pers pra-laga.

Atmosfer Panas di Mercedes-Benz Stadium

Stadion berkapasitas 71.000 tempat duduk ini diprediksi akan dipenuhi lautan pendukung Argentina, mengingat besarnya komunitas diaspora Amerika Latin di Georgia. Namun, ribuan suporter Inggris juga telah memadati Atlanta, menciptakan suasana yang mirip dengan “invasi” fans di Euro 2020 lalu. Pihak keamanan setempat meningkatkan status siaga menyusul sejumlah insiden kecil antar pendukung di pusat kota pada Selasa malam.

Wasit asal Polandia, Szymon Marciniak, yang memimpin final Piala Dunia 2022, ditunjuk untuk memimpin laga ini—sebuah keputusan yang sudah menuai kritik dari media Argentina yang mengingat kontroversi penalti di final Qatar. Tekanan terhadap perangkat pertandingan dipastikan sangat tinggi.

Prediksi dan Harapan

Secara statistik, Inggris sedikit diunggulkan dengan penguasaan bola rata-rata 58% dan xG (expected goals) tertinggi di antara semifinalis. Namun, Argentina memiliki rekor tak terkalahkan di semifinal Piala Dunia dalam 20 tahun terakhir. Finalis tahun ini akan menghadapi pemenang antara Spanyol dan Maroko di New Jersey.

Apapun hasilnya, laga ini dipastikan akan memperkaya narasi rivalitas yang telah berlangsung 60 tahun. Dari luka politik hingga keajaiban sepak bola, Inggris vs Argentina adalah cerita yang tak pernah kehabisan bab untuk ditulis.

[SOCIAL_TWEET]: Ingat ‘Tangan Tuhan’ & kartu merah Beckham? Kini Inggris vs Argentina bertemu lagi di semifinal Piala Dunia 2026! Rivalitas 60 tahun siap melanjutkan drama. Siapa juara? #InggrisVsArgentina #PialaDunia2026 #RivalitasAbadi[SOCIAL_TG]: 🔥 Semifinal panas! Inggris 🇬🇧 vs Argentina 🇦🇷, 16 Juli di Atlanta. Rivalitas 60 tahun, dari ‘Tangan Tuhan’ sampai Bellingham vs Enzo. Siapa melaju ke final? Baca ulasan mendalam kami.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User