Es Abadi Puncak Jaya Diprediksi Musnah Total Akhir 2026

Indonesia berada di ambang kehilangan satu-satunya gletser tropis yang dimilikinya. Lapisan es abadi di Puncak Jaya, Papua, diperkirakan akan lenyap sepenuhnya pada akhir tahun 2026 atau paling lambat

Jul 08, 2026 - 08:46
0 1
Es Abadi Puncak Jaya Diprediksi Musnah Total Akhir 2026
Indonesia berada di ambang kehilangan satu-satunya gletser tropis yang dimilikinya. Lapisan es abadi di Puncak Jaya, Papua, diperkirakan akan lenyap sepenuhnya pada akhir tahun 2026 atau paling lambat awal 2027. Prediksi ini disampaikan langsung oleh pakar klimatologi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menandai babak akhir dari keberadaan es purba di tanah air.

Peringatan BMKG: Es Abadi Segera Tinggal Sejarah

Melalui pernyataan resmi yang dikutip dari unggahan media sosial BMKG pada Minggu (5/7), lembaga tersebut memberikan gambaran suram tentang nasib gletser di Puncak Jaya. Dalam waktu kurang dari dua tahun, Indonesia diproyeksikan akan kehilangan warisan alam yang telah berusia ribuan tahun ini.
"Tidak lama lagi, Indonesia mungkin akan kehilangan es abadinya untuk selamanya," tulis BMKG dalam pernyataannya.
Pernyataan ini menegaskan urgensi situasi yang tengah berlangsung di salah satu puncak tertinggi di kawasan tropis tersebut. Puncak Jaya, yang merupakan bagian dari rangkaian Pegunungan Sudirman, selama ini dikenal sebagai satu-satunya tempat di Indonesia yang memiliki lapisan es permanen. Keberadaannya menjadi penanda penting bagi studi perubahan iklim global, mengingat posisinya yang unik sebagai gletser tropis.

Penyusutan Drastis dalam Empat Dekade

Data yang dihimpun BMKG menunjukkan laju penyusutan es di Puncak Jaya berlangsung sangat cepat dan konsisten. Pada tahun 1988, hamparan gletser tropis ini masih tercatat memiliki luas sekitar 4,3 kilometer persegi. Angka tersebut cukup signifikan dan menunjukkan betapa besarnya massa es yang pernah menyelimuti puncak gunung ini. Namun, kondisi tersebut berubah drastis dalam beberapa dekade terakhir. Hingga pengukuran terakhir pada September 2025, luas es yang tersisa hanya sekitar 0,09 kilometer persegi. Angka ini setara dengan kurang dari 2 persen dari total luas gletser yang tercatat hampir empat dekade sebelumnya. Penyusutan sebesar 98 persen dalam kurun waktu 37 tahun menjadi bukti nyata percepatan dampak pemanasan global terhadap ekosistem pegunungan tropis. Fenomena mencairnya es di Puncak Jaya bukanlah peristiwa yang tiba-tiba terjadi. Para ilmuwan telah lama mengamati tren penurunan ketebalan dan luas es di kawasan tersebut. Meningkatnya suhu udara global serta perubahan pola cuaca ekstrem menjadi faktor utama yang mempercepat proses pencairan. Jika prediksi BMKG akurat, maka dalam hitungan dua tahun ke depan, Indonesia akan resmi kehilangan satu-satunya gletser tropis yang tersisa, sebuah peristiwa yang akan tercatat dalam sejarah geologi dan lingkungan nusantara. Kehilangan ini juga akan berdampak pada ekosistem sekitar serta menjadi simbol nyata dari krisis iklim yang terus berlangsung, demikian laporan yang dihimpun Warkini.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
jovan-pratama

Editor Sosial Media. Editor tren TikTok, Instagram, dan X.

Comments (0)

User