Gabriel Magalhaes Tak Berdaya, Saibari Bawa Maroko Kalahkan Brasil
Stadion New York New Jersey bergemuruh saat Maroko mencuri kemenangan dramatis 2-1 atas Brasil dalam laga perdana Grup C Piala Dunia 2026, Minggu (14/6). Ismael Saibari menjadi pahlawan dengan gol pen...
Stadion New York New Jersey bergemuruh saat Maroko mencuri kemenangan dramatis 2-1 atas Brasil dalam laga perdana Grup C Piala Dunia 2026, Minggu (14/6). Ismael Saibari menjadi pahlawan dengan gol penentu, sementara bek Arsenal Gabriel Magalhaes jadi sorotan setelah gagal menghentikan pergerakan sang lawan.
Dominasi Brasil yang Sia-sia
Brasil mengawali laga dengan penguasaan bola hingga 62 persen. Serangan demi serangan dibangun oleh Vinicius Jr dan Rodrygo, tetapi rapatnya lini belakang Maroko membuat Selecao frustrasi. Justru Maroko yang unggul lebih dulu lewat sundulan Youssef En-Nesyri pada menit ke-23, setelah memanfaatkan kelengahan koordinasi antara Gabriel Magalhaes dan Marquinhos. Gabriel, yang seharusnya menjaga tiang jauh, terlambat menutup ruang, sehingga En-Nesyri leluasa menyambar bola crossing Achraf Hakimi.
Brasil menyamakan kedudukan di babak kedua melalui tendangan bebas spektakuler Neymar dari jarak 25 yard. Namun, saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, momen krusial terjadi pada menit ke-78.
Saibari Memanfaatkan Celah Fatal
Berawal dari serangan balik cepat Maroko, Ismael Saibari menerima umpan terobosan di sisi kiri pertahanan Brasil. Di sinilah Gabriel Magalhaes sebenarnya punya kesempatan untuk menghentikan laju pemain PSV Eindhoven itu. Akan tetapi, alih-alih melakukan tekel bersih atau menghalau bola, Gabriel justru salah membaca arah gerakan. Saibari dengan dingin melewati Gabriel dan melepaskan tembakan mendatar ke tiang jauh yang tidak mampu dijangkau Alisson Becker. Skor 2-1, dan Maroko akhirnya mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang.
Kegagalan Gabriel mencegah Saibari langsung menjadi bahan perbincangan. Foto yang menangkap momen Gabriel tertinggal langkah dari Saibari menggambarkan betapa gentingnya situasi yang seharusnya bisa diantisipasi. “Saya pikir dia akan bergerak ke dalam, tapi dia malah memotong ke luar,” ujar Gabriel usai pertandingan. “Itu kesalahan saya.”
Kritik terhadap Lini Belakang Brasil
Pengamat sepak bola menyoroti performa lini belakang Brasil yang rapuh sepanjang laga. Meski Gabriel Magalhaes tampil solid sepanjang musim bersama Arsenal, tekanan Piala Dunia tampaknya mempengaruhi pengambilan keputusan bek 28 tahun itu. Carlos Alberto Parreira, mantan pelatih Brasil, menyebut bahwa komunikasi antara Gabriel dan Marquinhos tidak berjalan baik. “Mereka bermain terlalu jauh satu sama lain, memberi ruang yang bisa dieksploitasi pemain cepat seperti Saibari,” katanya.
Kekalahan ini membuat Brasil berada di posisi sulit di Grup C, yang juga dihuni Korea Selatan dan Kanada. Meski begitu, pelatih Fernando Diniz tetap optimis. “Kami akan bangkit. Ini baru pertandingan pertama,” tegasnya.
Maroko Mengukir Sejarah
Bagi Maroko, kemenangan ini melanjutkan tren positif setelah keberhasilan mereka mencapai semifinal Piala Dunia 2022. Ismael Saibari, yang pada edisi sebelumnya bukan pemain inti, kini menjelma sebagai pahlawan baru. Pelatih Walid Regragui memuji determinasi anak asuhnya. “Kami tahu Brasil punya banyak bintang, tetapi kami punya hati dan disiplin,” ujarnya.
Dengan hasil ini, Maroko memimpin Grup C, sementara Brasil harus segera bangkit saat menghadapi Korea Selatan di laga berikutnya. Pertanyaan besarnya: akankah Gabriel Magalhaes belajar dari kesalahan fatal ini, atau ia akan terus menjadi titik lemah Selecao?
Comments (0)