warkini.
Travel

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Halmahera Utara, BMKG Pastikan Aman Tsunami

Kawasan timur Indonesia kembali bergetar akibat aktivitas tektonik bawah laut. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan peristiwa ge

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Halmahera Utara, BMKG Pastikan Aman Tsunami

Kawasan timur Indonesia kembali bergetar akibat aktivitas tektonik bawah laut. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan peristiwa gempa bumi berkekuatan cukup signifikan yang mengguncang perairan Maluku Utara pada Senin petang. Berdasarkan hasil pemutakhiran data terkini, kekuatan gempa tercatat sebesar magnitudo 5,9 setelah sebelumnya sempat terdeteksi dengan estimasi awal magnitudo 6,2.

Guncangan terjadi tepat pada pukul 17.58 WIB, saat sebagian masyarakat setempat tengah bersiap menutup aktivitas harian. Beruntung, BMKG langsung memastikan bahwa getaran tektonik di kedalaman laut tersebut tidak berpotensi memicu gelombang tsunami, sehingga warga diimbau untuk tetap tenang sembari memperhatikan kondisi bangunan sekitar.

Parameter dan Titik Pusat Gempa Halmahera Utara

Pusat getaran gempa terdeteksi berada di wilayah perairan yang berdekatan dengan gugusan pulau terluar Maluku Utara. Berdasarkan data pemantauan jaringan seismik BMKG, titik koordinat episenter berlokasi di 2,52 derajat Lintang Utara (LU) dan 128,17 derajat Bujur Timur (BT).

“Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,52 derajat Lintang Utara dan 128,17 derajat Bujur Timur. Tepatnya di laut sekitar 50 kilometer timur laut Pulau Doi, Maluku Utara,” kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto.

Selain jarak episenter, kedalaman sumber gempa (hiposenter) memegang peranan krusial dalam menentukan dampak kerusakan di permukaan. Gempa kali ini tercatat berada pada kedalaman 147 kilometer di bawah permukaan laut. Kedalaman tersebut mengategorikan fenomena ini sebagai gempa bumi menengah.

Penyebab dan Mekanisme Deformasi Lempeng Laut Maluku

Secara geologis, wilayah Maluku Utara dan sekitarnya merupakan salah satu kawasan dengan tatanan tektonik paling aktif dan kompleks di dunia. Gempa yang melanda kawasan timur laut Pulau Doi ini dipicu oleh aktivitas dinamika lempeng bumi yang terus bergerak.

BMKG menerangkan bahwa gempa bumi menengah ini muncul akibat adanya proses deformasi batuan di dalam Lempeng Laut Maluku. Karakteristik pergerakan batuan bumi pada peristiwa ini teridentifikasi memiliki pola sesar naik.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,” jelas Wijayanto lebih lanjut.

Fakta Kunci Gempa Pulau Doi Maluku Utara

Berikut sejumlah poin penting yang berhasil dirangkum terkait peristiwa gempa tektonik ini:

  • Magnitudo Pemutakhiran: M 5,9 (sebelumnya tercatat M 6,2).
  • Waktu Kejadian: Pukul 17.58.04 WIB.
  • Lokasi Episenter: 50 km Timur Laut Pulau Doi, Halmahera Utara.
  • Kedalaman: 147 kilometer (Kategori Menengah).
  • Potensi Tsunami: Nihil (Tidak berpotensi tsunami).

Imbauan Keselamatan untuk Warga

Meskipun tidak memicu ancaman gelombang tsunami, masyarakat pesisir di Halmahera Utara dan wilayah sekitarnya tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya gempa susulan (aftershock). BMKG mengimbau warga agar menghindari bangunan yang retak atau rawan roboh.

Masyarakat juga diminta untuk menyaring setiap kabar yang beredar di media sosial dan hanya mempercayai informasi resmi yang diverifikasi melalui kanal media sosial serta aplikasi resmi BMKG guna mencegah kepanikan akibat informasi bohong (hoaks).

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sasha-gunawan

Reporter Fashion & Beauty. Meliput tren mode, kecantikan, dan industri kreatif.

Comments (0)

User