# Gen Z Paling Nggak Bisa Dipercaya soal Ganti Ban Mobil
Kemampuan praktis mengganti ban bocor di jalan ternyata masih menjadi jurang pemisah antar generasi yang cukup lebar. Sebuah survei global terbaru menguak fakta mengejutkan: pengemudi dari kalangan G
Kemampuan praktis mengganti ban bocor di jalan ternyata masih menjadi jurang pemisah antar generasi yang cukup lebar. Sebuah survei global terbaru menguak fakta mengejutkan: pengemudi dari kalangan Gen Z dinilai sebagai kelompok yang paling tidak bisa diandalkan dalam situasi darurat ban kempes.
Hasil survei yang dilakukan platform otomotif ternama terhadap lebih dari 3.000 pengemudi yang tersebar di 15 negara ini menunjukkan kesenjangan kepercayaan yang mencolok. Generasi X justru menduduki posisi puncak sebagai kelompok yang paling dipercaya untuk menangani masalah ban bocor di tengah perjalanan.
Di Amerika Serikat, hasilnya bahkan lebih dramatis — sama sekali tidak ada responden yang menunjuk Gen Z sebagai orang pertama yang akan dimintai bantuan untuk mengganti ban.
Keterampilan Teknis yang Terkikis
Rendahnya tingkat kepercayaan terhadap Gen Z dalam urusan ganti ban mobil mencerminkan perubahan lanskap keterampilan teknis di era digital. Generasi yang lahir antara 1997 hingga 2012 ini memang tumbuh dalam ekosistem serba digital yang lebih akrab dengan layanan on-demand. Ketimbang belajar membuka baut roda, mayoritas dari mereka lebih memilih mengandalkan aplikasi panggilan darurat atau layanan derek saat mengalami ban bocor.
Sementara itu, Gen X yang lahir di era 1965-1980 dinilai lebih terbiasa dengan kemandirian otomotif. Tanpa smartphone dan internet di masa muda, mereka terpaksa mengandalkan pengetahuan mekanis dasar untuk menangani masalah kendaraan di jalan. Pengalaman inilah yang kemudian membentuk reputasi sebagai generasi paling sigap dalam situasi darurat di jalan raya.
Fenomena ini semakin diperkuat oleh berkurangnya penekanan pada keterampilan otomotif dasar dalam kurikulum pendidikan maupun pengasuhan modern. Banyak orang tua masa kini yang melewatkan pengajaran soal cara mengganti ban, baik karena menganggapnya tidak lagi relevan maupun karena mengandalkan teknologi yang kian memudahkan.
Survei ini menjadi pengingat bahwa literasi teknis dasar tetap penting, terlepas dari seberapa canggihnya mobil yang dikendarai. Teknologi memang memudahkan, namun kemampuan mandiri menangani situasi darurat di jalan raya adalah bekal yang seharusnya dimiliki setiap pengemudi lintas generasi. Demikian laporan dari media kami, Warkini.com.
Comments (0)