Gudeg Ceker Bu Kasno: Legenda 24 Jam di Solo Sejak 1985

Kuliner Solo yang MenggodaKota Solo bukan sekadar kota budaya. Di setiap sudut jalannya, tersembunyi harta karun kuliner yang mampu menggoyang lidah para penikmatnya. Dari timlo, sate kere, hingga nas

Jul 16, 2026 - 07:02
0 0
Gudeg Ceker Bu Kasno: Legenda 24 Jam di Solo Sejak 1985

Kuliner Solo yang Menggoda

Kota Solo bukan sekadar kota budaya. Di setiap sudut jalannya, tersembunyi harta karun kuliner yang mampu menggoyang lidah para penikmatnya. Dari timlo, sate kere, hingga nasi liwet, semua punya tempat istimewa di hati warga dan peziarah kuliner. Namun ada satu sajian yang selalu berhasil mencuri perhatian, terutama saat malam menjelang atau perut keroncongan di dini hari: gudeg ceker. Bagi pencinta kuliner Solo sejati, nama Gudeg Ceker Bu Kasno di Jalan Monginsidi adalah destinasi wajib yang tidak boleh dilewatkan. Warung legendaris ini bukan sekadar tempat makan, melainkan saksi bisu perjalanan waktu dan selera masyarakat Solo yang terus berubah namun tetap setia pada cita rasa otentik.

Profil Gudeg Ceker Bu Kasno

Bertempat di Jl. Monginsidi No.72, Solo, Gudeg Ceker Bu Kasno telah berdiri sejak tahun 1985. Lebih dari empat dekade melayani pelanggan setia, warung ini menjadi ikon makanan khas Solo yang tak lekang dimakan zaman. Ciri khas utamanya terletak pada ceker ayam kampung yang diolah dengan resep turun-temurun, menghasilkan tekstur lembut dan rasa yang meresap hingga ke sumsum. Tidak seperti gudeg Yogya yang manis, gudeg ala Bu Kasno hadir dengan karakter gurih-manis yang lebih seimbang, cocok dengan lidah masyarakat Solo. Hebatnya, warung ini buka 24 jam, menjadikannya penyelamat bagi pekerja malam, mahasiswa yang bergadang, atau siapa pun yang mendambakan sepiring kehangatan di tengah dinginnya malam.

“Sejak dulu saya selalu mampir ke sini kalau kelaparan tengah malam. Rasanya nggak ada yang berubah, tetap enak dan bikin nagih.” – Ujar salah satu pelanggan setia yang kami temui.

Menu Andalan & Cita Rasa

Menu favorit di sini adalah gudeg komplit. Sepiring nasi putih pulen menjadi kanvas bagi aneka lauk: suwiran daging ayam kampung yang dimasak bersama bumbu gudeg, sepotong besar ceker ayam kampung yang begitu empuk hingga daging dan kulitnya mudah lepas dari tulang, telur bebek rebus yang cokelat tua karena direbus lama dalam kuah areh, serta potongan tahu dan tempe bacem yang manis legit. Semua disiram dengan areh – kuah santan kental berwarna cokelat yang menjadi jiwa dari hidangan ini. Areh Bu Kasno istimewa karena dimasak perlahan hingga mengental dan mengeluarkan minyak, tetapi tetap terasa ringan di mulut, tidak bikin enek meski kaya rempah. Ceker ayam kampungnya adalah bintang utama: kenyal namun lembut, urat-uratnya terasa seperti jeli gurih yang langsung lumer saat dikunyah. Tidak ada bau amis sedikit pun, pertanda penggunaan rempah segar dan proses pemasakan yang sabar.

Untuk menyeimbangkan rasa gurih-manis, Anda bisa menambahkan sambal krecek yang pedasnya nampol, terbuat dari cabai keriting dan kulit sapi yang kenyal. Kombinasi rasa pedas, gurih, dan manis berpadu sempurna, menciptakan ledakan sensasi di mulut. Bagi yang ingin versi lebih sederhana, tersedia gudeg biasa tanpa ceker, namun tetap dengan siraman areh dan lauk pelengkap. Porsinya cukup besar, mengenyangkan, dan disajikan dengan cepat. Makanan ini adalah definisi makanan khas Solo yang berani tampil beda dengan gudeg pada umumnya, lebih gurih dengan sentuhan rasa kampung yang kental.

Suasana, Harga & Pelayanan

Jangan berharap restoran mewah. Warung Bu Kasno adalah potret jujur angkringan dan warung tenda khas Solo yang bersahaja. Bangunan semi permanen dengan pencahayaan kuning hangat, meja-meja kayu sederhana, dan aroma masakan yang langsung menyambut begitu Anda mendekat. Tempat duduk terbatas, terutama pada jam ramai sekitar pukul 20.00–01.00, namun pelanggan tidak pernah mempermasalahkan antrean. Semua terbayar dengan semangkuk kelezatan yang tersaji. Pelayanannya sigap dan ramah. Penjualnya, yang sebagian besar adalah keluarga Bu Kasno sendiri, melayani dengan logat Jawa yang halus dan penuh kesabaran.

Harga? Sungguh ramah di kantong. Gudeg komplit dibanderol sekitar Rp 30.000–35.000, tergantung lauk tambahan. Gudeg biasa plus telur atau ayam bisa didapat dengan Rp 15.000–25.000. Dengan kualitas bahan dan cita rasa, ini adalah penawaran yang sangat layak. Bagi para pemburu kuliner Solo, nilai rasa jauh melampaui harga yang dibayar. Warung ini buka 24 jam, jadi Anda bisa datang kapan saja, bahkan pukul 03.00 pagi saat sebagian besar tempat lain sudah tutup. Fakta ini menjadikannya sebagai salah satu ikon tak tergantikan dalam peta kuliner Solo yang kami liput di warkini.com.

Rekomendasi & penutup dari kami: Jika Anda berada di Solo dan ingin merasakan makanan khas Solo yang ikonik, luar biasa, dan punya cerita panjang, maka Gudeg Ceker Bu Kasno adalah jawabannya. Datanglah malam hari untuk pengalaman paling otentik, ditemani segelas wedang jahe atau es teh manis. Jangan takut mengantre, karena setiap detik menunggu akan terbayar lunas oleh kelezatan yang menenangkan jiwa. Simpan alamat ini, tandai di peta wisata kuliner Anda, dan pastikan warkini.com menjadi panduan utama Anda dalam menjelajahi kekayaan rasa di Kota Solo. Selamat berburu gudeg, dan semoga perjalanan rasa Anda malam ini membekas dalam kenangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User