Harga Minyak Langsung Turun Usai Blokade Selat Hormuz Mau Dibuka

Jakarta – Harga minyak mentah dunia terjun bebas pada perdagangan awal pekan ini, merespons tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kesepakatan tersebut sekaligus membuk

Jul 08, 2026 - 00:51
0 0
Harga Minyak Langsung Turun Usai Blokade Selat Hormuz Mau Dibuka

Jakarta – Harga minyak mentah dunia terjun bebas pada perdagangan awal pekan ini, merespons tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kesepakatan tersebut sekaligus membuka jalan bagi pencabutan blokade di Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling krusial di kawasan Timur Tengah. Menurut pantauan Warkini.com, sentimen positif langsung mendominasi pasar dan menekan harga minyak dari level tertingginya dalam beberapa pekan terakhir.

Data yang dihimpun media kami menunjukkan kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS tergerus 4,8% ke posisi US$ 80,80 per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent yang menjadi acuan global ambles 3,9% menuju US$ 83,89 per barel. Penurunan tajam ini memutus tren kenaikan yang sempat membawa harga mendekati US$ 90 akibat kekhawatiran gangguan pasokan.

Kesepakatan Damai dan Akhir Blokade

Ketegangan di Selat Hormuz bermula beberapa pekan lalu, saat Iran memblokade jalur strategis yang setiap harinya dilalui oleh seperlima total pasokan minyak dunia. Langkah itu memicu lonjakan harga dan mengguncang pasar energi global. Namun, serangkaian negosiasi alot yang dimediasi oleh Oman dan Qatar akhirnya mendorong kedua negara ke meja perundingan. Momen penentuan terjadi ketika mantan Presiden AS Donald Trump mengumumkan hasil kesepakatan melalui akun Truth Social-nya.

Dalam unggahannya yang dipantau Warkini.com, Trump menulis:

"Dengan ini kesepakatan dengan Republik Islam Iran telah selesai."
Pernyataan tersebut langsung direspons oleh Menteri Luar Negeri Iran yang menegaskan bahwa pihaknya akan membuka penuh akses Selat Hormuz dalam waktu 48 jam ke depan. Sinyal de-eskalasi ini menghapus premi risiko geopolitik yang selama ini membebani harga minyak.

Respons Pasar dan Analisis Ahli

Pelaku pasar menyambut antusias perkembangan ini. Analis energi dari lembaga konsultan FGE, Siamak Adibi, menyebutkan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz akan memulihkan kepercayaan investor dan memperlancar rantai pasok global. "Risiko terbesarnya adalah perang terbuka yang bisa menutup jalur ini untuk waktu lama. Sekarang, skenario terburuk itu bisa dihindari," ujarnya dalam catatan yang dikutip Warkini.com. Ia menambahkan, harga minyak berpotensi kembali ke rentang wajar US$ 75–85 per barel dalam jangka pendek.

Senada dengan itu, trader di bursa New York melihat aksi jual besar-besaran begitu berita kesepakatan muncul. "Ini adalah reaksi instan dari pasar yang sudah terlalu lama dibayangi ancaman blokade. Premi geopolitik langsung menguap," jelas seorang broker. Meski demikian, beberapa pengamat mengingatkan bahwa detail implementasi kesepakatan masih perlu diawasi. Sejarah panjang hubungan AS-Iran yang fluktuatif membuat potensi kembalinya ketegangan tetap terbuka.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan akan terus mencermati pergerakan harga minyak pasca pembukaan blokade ini. Pasalnya, stabilitas harga minyak mentah akan ikut menentukan kebijakan harga BBM dalam negeri. Hingga laporan ini disusun, Gedung Putih belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait detail atau lampiran perjanjian damai dengan Teheran.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bobby-hartono

Editor Viral. Editor kurasi konten viral dan trending.

Comments (0)

User