Harga Pangan Terpantau Naik, Cabai Rawit Tembus Rp 76.000 per Kilogram

Jakarta - Pantauan harga pangan hari ini menunjukkan pergerakan yang cukup dinamis. Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, membuat situasi pasar tradisional kembali memanas. Berdasarkan data ya

Jul 08, 2026 - 00:42
0 0
Harga Pangan Terpantau Naik, Cabai Rawit Tembus Rp 76.000 per Kilogram

Jakarta - Pantauan harga pangan hari ini menunjukkan pergerakan yang cukup dinamis. Sejumlah komoditas utama mengalami kenaikan, membuat situasi pasar tradisional kembali memanas. Berdasarkan data yang dihimpun media kami dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia pada Minggu (21/6/2026), beberapa bahan pokok merangkak naik secara bersamaan.

Laporan dari pedagang Pasar Palmerah, harga jual sudah bergerak naik sejak akhir pekan lalu.

Komoditas yang paling menyita perhatian adalah cabai rawit merah yang masih bertengger di harga selangit. Hingga siang ini, harga cabai rawit merah belum menunjukkan tanda-tanda melandai. Komoditas pedas ini masih konsisten berada di angka Rp 76.000 per kilogram. Angka ini jelas memberatkan kantong para ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner. Meski belum ada gejolak cuaca ekstrem signifikan, pasokan dari sentra produksi dikabarkan masih cukup ketat sehingga stok di tingkat pedagang menipis.

Kenaikan Harga Komoditas Lain

Selain pedasnya harga cabai, komoditas lain juga menunjukkan tren serupa. Harga beras medium hari ini tercatat kompak mengalami kenaikan. Untuk beras medium kualitas I, terpantau naik sebesar 0,31% menjadi Rp 16.300 per kilogram. Tidak jauh berbeda, beras medium kualitas II juga mengalami kenaikan 0,31% dan kini dibanderol seharga Rp 16.100 per kilogram. Kenaikan ini terjadi di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas pangan. Berbeda dengan beras medium, harga beras kualitas super I masih terpantau stabil dan tidak berubah, yakni tetap di harga Rp 17.550 per kilogram.

Kenaikan juga merambah ke sektor protein hewani dan bumbu dapur. Harga daging sapi dan bawang putih ikut merangkak naik, meskipun persentase kenaikannya masih terbilang gradual. Media kami mencatat, pergerakan harga ini terjadi karena faktor perputaran musim tanam dan tingginya permintaan menjelang musim hajatan. Para pedagang berharap pasokan segera kembali normal agar harga bisa terkoreksi dengan sendirinya. Pemerintah daerah diimbau untuk terus melakukan operasi pasar guna meredam gejolak, terutama pada komoditas cabai yang kerap menjadi biang keladi inflasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sasha-gunawan

Editor Hiburan. Editor film, musik, dan budaya pop.

Comments (0)

User