Jembatan Cincin Donat Dukuh Atas Mulai Dibangun, Hubungkan Enam Moda Transportasi Rampung 2028
Warkini.com, Jakarta – Pembangunan jembatan pejalan kaki berbentuk cincin donat di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, resmi dimulai. Proyek ambisius ini dirancang untuk menjadi pusat konektivitas m
Warkini.com, Jakarta – Pembangunan jembatan pejalan kaki berbentuk cincin donat di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, resmi dimulai. Proyek ambisius ini dirancang untuk menjadi pusat konektivitas modern yang menyatukan enam moda transportasi sekaligus dalam satu titik, memperkuat mimpi Jakarta sebagai kota transit global.
Jembatan layang ikonik ini akan menjadi simpul integrasi antara MRT Jakarta, LRT Jabodebek, Kereta Bandara (Railink), Commuter Line, Transjakarta, dan fasilitas pejalan kaki yang sudah ada. Dengan demikian, Dukuh Atas akan bertransformasi menjadi kawasan transit terpadu terbesar di Indonesia, memudahkan perpindahan antarmoda bagi ribuan komuter setiap harinya.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa proyek ini tidak akan mengganggu salah satu landmark sejarah di lokasi tersebut. Patung Jenderal Sudirman yang menjadi ikon kawasan, tepatnya di depan Gedung Landmark, akan tetap berdiri kokoh tanpa pergeseran sedikit pun. Desain jembatan dibangun melingkar dan melayang di atas persimpangan, seolah membingkai patung tersebut sebagai titik pusat visual yang justru memperkuat identitas kawasan.
Tak Gunakan APBD, MRT Jakarta Biayai Penuh
Salah satu poin penting yang disampaikan adalah skema pembiayaan. Seluruh biaya pembangunan pedestrian deck ini sepenuhnya ditanggung oleh PT MRT Jakarta, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Keputusan ini menunjukkan kemandirian badan usaha milik daerah tersebut dalam mengembangkan infrastruktur pendukung transportasi massal.
"Selesainya kapan? Paling lama tahun depan bulan Juni, 22 Juni tahun depan 500 (tahun) Jakarta sudah harus selesai. Oh, sudah ditawar 2028. Tapi intinya bahwa mudah-mudahan nanti sudah kelihatan banget lah," ujar Pramono dalam konferensi pers, Jakarta Pusat, Minggu (21/6/2026).
Meski gubernur sempat menyinggung target ambisius bertepatan dengan perayaan 500 tahun kota Jakarta pada Juni 2027, pihak kontraktor dan manajemen proyek memastikan tenggat realistis adalah tahun 2028. Penyesuaian jadwal tersebut mempertimbangkan kompleksitas konstruksi di atas kawasan padat lalu lintas serta perlunya koordinasi teknis dengan berbagai moda transportasi yang beroperasi di bawahnya.
Proyek ini bukan sekadar jembatan biasa, melainkan karya arsitektur yang akan menjadi ikon baru Jakarta. Struktur cincin donat itu sendiri dirancang dengan memperhatikan estetika urban, keamanan pejalan kaki, dan kemudahan akses bagi penyandang disabilitas. Ramp dan eskalator akan terpasang di sejumlah titik, memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat memanfaatkannya secara optimal.
Dukuh Atas: Etalase Transportasi Masa Depan
Kawasan Dukuh Atas sejak lama ditetapkan sebagai Kawasan Berorientasi Transit (TOD) andalan Ibu Kota. Kehadiran jembatan cincin donat ini melengkapi infrastruktur yang sudah ada, seperti Terowongan Kendal yang menghubungkan Stasiun BNI City dan Stasiun Sudirman. Dengan terintegrasinya seluruh moda dalam satu sirkuit pejalan kaki yang nyaman, warga Jakarta akan merasakan efisiensi waktu dan penurunan ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
Dengan rampungnya proyek ini pada 2028, diharapkan volume pergerakan pejalan kaki di Dukuh Atas bisa meningkat signifikan, sejalan dengan target pengurangan emisi karbon dan pengembangan transportasi ramah lingkungan. Jembatan ini sekaligus menjadi simbol baru modernisasi Jakarta yang memprioritaskan mobilitas manusia di atas kendaraan bermotor.
Comments (0)