warkini.
Viral

IHSG Bergerak Dua Arah di Sesi Pagi, Saham Bank Raksasa Kompak Tertekan

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka fluktuatif pada awal pekan ini, Senin (22/6/2026). Indeks acuan bursa Tanah Air ini sempat bergerak dua arah, menyentuh zona merah sebelum akhirny

IHSG Bergerak Dua Arah di Sesi Pagi, Saham Bank Raksasa Kompak Tertekan

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka fluktuatif pada awal pekan ini, Senin (22/6/2026). Indeks acuan bursa Tanah Air ini sempat bergerak dua arah, menyentuh zona merah sebelum akhirnya berhasil bangkit dan menetap di teritori positif. Berdasarkan data yang dihimpun media kami dari RTI Business, hingga pukul 9.10 WIB, IHSG tercatat menguat 0,47% ke posisi 6.206,47.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa pada detik-detik awal perdagangan, IHSG langsung tertekan dan merosot hingga menyentuh level terendahnya di 6.156,34. Tekanan jual yang cukup tinggi di menit-menit awal berhasil diimbangi oleh aksi beli selektif yang mendorong indeks kembali ke atas level psikologis 6.200. Hingga berita ini diturunkan, total volume transaksi mencapai 1,83 miliar saham dengan total nilai perdagangan menembus Rp 1,39 triliun, yang dihasilkan dari frekuensi sebanyak 164.308 kali transaksi.

Sentimen Pasar dan Pergerakan Dua Arah

Rangkaian aksi jual dan beli yang terjadi secara simultan membuat IHSG sulit untuk mempertahankan momentum di satu jalur pada awal sesi. Analis yang dihubungi media kami menyebutkan bahwa pergerakan dua arah ini dipicu oleh masih bercampurnya sentimen pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi global dan koreksi harga komoditas ekspor. Investor cenderung melakukan profit taking di saham-saham yang sudah overbought, seraya mengakumulasi saham lain yang dianggap memiliki valuasi menarik.

Saham Bank Raksasa Kompak Merah

Meski indeks komposit berhasil mempertahankan penguatan, sorotan tajam justru tertuju pada sektor perbankan. Saham-saham bank raksasa papan atas kompak bergerak melemah dan menahan laju kenaikan IHSG lebih tinggi. Pelemahan ini dipicu oleh ekspektasi pasar terhadap potensi pengetatan kebijakan kredit serta penyesuaian imbal hasil obligasi yang mempengaruhi neraca perbankan. Investor asing tercatat lebih banyak melepas kepemilikan di saham-saham big cap perbankan pada awal perdagangan ini, sehingga menciptakan tekanan yang cukup signifikan.

Kami melihat adanya rotasi dari saham-saham perbankan yang memiliki kapitalisasi pasar besar ke saham-saham sektor energi dan konsumen yang baru saja mengalami koreksi dalam. Hal ini wajar terjadi setelah rilis data keuangan terbaru yang belum sepenuhnya sesuai ekspektasi pasar.

Pelemahan saham-saham bank raksasa ini menjadi kontras dengan indeks sektoral lainnya yang mencatatkan penguatan, sehingga menciptakan dinamika perdagangan yang menarik di awal minggu ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS kimberly-sutanto

Reporter Hiburan. Meliput film, musik, dan selebriti Indonesia.

Comments (0)

User