Harga Pangan Terpantau Naik Usai MBG Kembali Berjalan
Pasar Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjelang siang mulai ramai. Aroma sayuran segar dan suara tawar-menawar bercampur jadi satu. Namun, di balik kesibu
Pasar Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjelang siang mulai ramai. Aroma sayuran segar dan suara tawar-menawar bercampur jadi satu. Namun, di balik kesibukan itu, sejumlah ibu rumah tangga mengerutkan kening. Harga beberapa bahan pokok terpantau mengalami kenaikan sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali beroperasi penuh pekan lalu.
Aditya Eko, wartawan Warkini.com yang berada di lokasi, melaporkan bahwa kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas beras, minyak goreng, dan telur ayam. "Sejak MBG jalan lagi, permintaan dari mitra dapur umum memang naik drastis. Akibatnya, harga di tingkat pengecer ikut terdongkrak," ujar Aditya saat memantau langsung harga di sejumlah kios pada Senin (10/3/2025).
Lonjakan Harga di Beberapa Komoditas Pokok
Data pantauan di 10 kios pedagang menunjukkan harga beras medium naik dari Rp12.000 menjadi Rp13.500 per kilogram dalam seminggu terakhir. Minyak goreng kemasan sederhana melonjak 8% menjadi Rp18.000 per liter. Sementara itu, telur ayam ras kini dijual Rp30.000 per kilogram, naik Rp2.000 dibanding pekan sebelumnya. "Ini lumayan memberatkan. Padahal anak saya dapat MBG di sekolah, tapi di rumah malah jadi lebih mahal beli bahan," keluh Sari, seorang ibu dua anak yang ditemui di pasar.
Dampak pada Pedagang dan Pembeli
Di sisi lain, para pedagang juga merasakan tekanan.
"Kami beli dari distributor sudah naik. Kalau kami jual terlalu mahal, pembeli pada kabur. Untung tipis sekali."Begitu kata Budi, pedagang sembako di Pasar Kebayoran Baru. Ia mengaku stok beras aman, tetapi harga pokok pembelian terus merangkak naik seiring permintaan dari dapur umum MBG yang diperkirakan menyerap puluhan ton beras per hari di Jakarta saja.
Analisis: Permintaan Institusi vs. Daya Beli Rakyat
Program MBG memang bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah, namun efek sampingnya mulai terasa di pasar tradisional. Menurut pengamat ekonomi pangan dari Universitas Indonesia, Dr. Rina Wijaya, lonjakan permintaan dari lembaga pemerintah tanpa diimbangi peningkatan pasokan jangka pendek bisa memicu inflasi pangan lokal. "Pemerintah harus memastikan rantai pasok tidak terganggu. Bila perlu, gunakan stok cadangan beras pemerintah untuk menstabilkan harga," ujarnya dalam sebuah diskusi daring pekan lalu.
| Komoditas | Harga Sebelum MBG (per kg/liter) | Harga Setelah MBG (per kg/liter) | Kenaikan |
|---|---|---|---|
| Beras Medium | Rp12.000 | Rp13.500 | 12,5% |
| Minyak Goreng | Rp16.500 | Rp18.000 | 9% |
| Telur Ayam | Rp28.000 | Rp30.000 | 7% |
Upaya Pemerintah Menekan Harga
Kementerian Perdagangan dan Badan Pangan Nasional telah menggelar operasi pasar murah di beberapa titik. Namun, jangkauannya dinilai masih terbatas. "Kami terus koordinasi dengan dinas terkait agar harga kembali normal. Program MBG tidak boleh menjadi beban rakyat," kata juru bicara Kementerian Perdagangan dalam keterangan pers. Hingga berita ini diturunkan, harga pangan di Pasar Kebayoran Baru masih bertahan di level tinggi, dan para ibu mulai mengeluh. Apakah ini akan berlangsung lama? Warga berharap pemerintah segera menemukan solusi.
[SOCIAL_TWEET]: Pantauan Warkini: Harga beras, minyak, dan telur naik usai program MBK berjalan lagi di Jakarta. Ibu-ibu mulai mengeluh. Apa solusi pemerintah? #HargaPangan #MBG #Jakarta[SOCIAL_TG]: 📈 Harga pangan naik usai MBG jalan lagi di Jakarta. Beras Rp13.500/kg, minyak Rp18k/liter, telur Rp30k/kg. Ibu-ibu kelimpungan. Baca selengkapnya di Warkini.com.
Comments (0)