JAKARTA — Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo, membuat pengakuan mengejutkan di tengah sesi dialog publik. Pria yang selama ini dikenal sebagai jagoan transisi energi bersih itu dengan terbuka menyatakan bahwa kekayaannya justru berakar dari bisnis energi fosil, sektor yang selama bertahun-tahun ia kritik habis-habisan.
Pengakuan itu disampaikan Hashim dalam sebuah acara diskusi yang dihadiri berbagai elemen masyarakat. Ia tidak bersembunyi di balik basa-basi politik. Sebaliknya, adik kandung Presiden Prabowo Subianto ini menjelaskan secara gamblang asal-usul hartanya kepada para peserta dialog.
Kekayaan dari Sektor yang Justru Ia Lawan
Dalam paparannya, Hashim menyebut bahwa perjalanan bisnisnya tidak dapat dilepaskan dari sektor minyak dan gas. Ia membangun imperium bisnisnya pada era ketika energi fosil masih menjadi tulang punggung perekonomian dunia, jauh sebelum isu perubahan iklim menjadi perhatian global seperti saat ini.
"Saya akui, kekayaan saya berasal dari bisnis fosil. Itu faktanya," ujar Hashim di hadapan peserta dialog.
Kejujuran tersebut menuai perhatian karena kontras dengan posisinya hari ini. Sebagai utusan khusus presiden, Hashim adalah sosok paling vokal dalam mendorong Indonesia keluar dari ketergantungan pada batu bara, minyak, dan gas. Ia bahkan kerap tampil keras meminta PLN dan berbagai pemangku kepentingan mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga air, surya, dan nuklir.
Konsistensi yang Dipertanyakan atau Bukti Transformasi?
Menanggapi pengakuan tersebut, sejumlah pengamat menilai ada dua sisi mata uang. Di satu sisi, keberanian mengakui masa lalu bisnis dinilai sebagai bentuk transparansi yang jarang dimiliki pejabat negara. Di sisi lain, muncul pertanyaan tentang conflict of interest: apakah seseorang yang kaya raya dari fosil dapat menjadi penjaga gerbang transisi energi yang imparsial?
- Hashim menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi sejak 2024.
- Ia dikenal agresif mendorong target bauran energi terbarukan dan netralitas karbon 2060.
- Bisnisnya meliputi sektor minyak, gas, hingga agroindustri lintas negara.
- Ia berjanji aset fosilnya akan dialihkan mendukung investasi energi hijau.
Hashim sendiri tidak mengelak. Ia justru menggunakan pengakuan itu untuk menegaskan komitmennya. Menurutnya, justru karena pernah berada di dalam industri fosil, ia memahami betul cara kerja mesin ekonomi lama — sekaligus tahu persis bagaimana membongkarnya secara bertahap tanpa merobohkan perekonomian nasional.
"Justru karena saya tahu rasanya jadi orang bisnis fosil, saya tahu harus bagaimana keluar darinya," tambahnya.
Road to Net Zero: Janji Besar di Atas Warisan Fosil
Di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, Indonesia telah menetapkan target mencapai net zero emission pada 2060 atau lebih cepat. Hashim menjadi motor penggerak utama visi tersebut. Ia aktif dalam forum-forum internasional mulai dari G20 hingga KTT Iklim, menjanjikan pembangunan ribuan kilometer jalur transportasi massal listrik serta ekspansi energi terbarukan masif.
Namun tantangan nyata tetap menghadang. Data menunjukkan kontribusi energi fosil dalam bauran energi nasional masih mendominasi di atas 80 persen. Subsidi energi besar, harga batu bara yang kompetitif, dan kebutuhan elektrifikasi wilayah terpencil membuat transisi tidak semudah wacana di panggung diplomasi.
Para aktivis lingkungan berharap pengakuan jujur ini menjadi titik tolak reformasi yang lebih konkret, bukan sekadar retorika. Mereka mendesak adanya pemisahan aset yang jelas antara kepentingan bisnis pribadi dan kebijakan publik, agar integritas agenda iklim Indonesia tidak digugat di mata dunia.
Apa pun sudut pandangnya, satu hal pasti: pengakuan Hashim Djojohadikusumo membuka ruang diskusi publik yang lebih jujur tentang paradoks di jantung transisi energi global — bahwa banyak dari mereka yang kini memimpin perubahan, dulunya adalah arsitek dari sistem lama yang hendak mereka ganti.
[SOCIAL_TWEET]: Terbuka! Hashim Djojohadikusumo akui kekayaannya berasal dari bisnis energi fosil. Apakah ini awal transformasi atau paradoks baru di agenda energi hijau? #Hashim #EnergiFosil #NetZero https://warkini.com [SOCIAL_TG]: 🔴 Hashim Djojohadikusumo akui kekayaan dari bisnis fosil — justru saat ia memimpin transisi energi hijau Indonesia. Selengkapnya di Warkini.com
Comments (0)