Hashim Resmi Sebut Pasar Karbon Nasional Terobosan Transisi Energi RI

Jakarta — Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo, secara resmi menyebut peluncuran pasar karbon nasional sebagai salah s

Jul 17, 2026 - 08:08
0 0
Hashim Resmi Sebut Pasar Karbon Nasional Terobosan Transisi Energi RI

Jakarta — Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo, secara resmi menyebut peluncuran pasar karbon nasional sebagai salah satu terobosan besar pemerintah dalam mempercepat transisi energi di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta dan menjadi sinyal kuat komitmen Indonesia dalam mengimplementasikan ekonomi hijau secara menyeluruh.

Menurut Hashim, pasar karbon bukan sekadar instrumen perdagangan emisi, melainkan sebuah ekosistem ekonomi baru yang mampu menarik investasi global, menciptakan lapangan kerja hijau, sekaligus menekan laju perubahan iklim. "Ini adalah momentum yang tidak boleh kita lewatkan. Pasar karbon akan menjadi tulang punggung transisi energi nasional," ujar Hashim dalam keterangan resminya, Selasa.

Latar Belakang Peluncuran Pasar Karbon

Indonesia resmi meluncurkan bursa karbon pada akhir 2023 setelah melalui proses panjang sejak diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon. Peluncuran ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki mekanisme perdagangan karbon terstruktur.

Pasar karbon nasional memungkinkan perusahaan yang berhasil mengurangi emisi gas rumah kaca untuk menjual kredit karbon mereka kepada pihak lain yang membutuhkan. Mekanisme ini diharapkan menciptakan insentif ekonomi bagi industri hijau sekaligus mendorong transformasi menuju ekonomi rendah karbon.

Dampak Strategis bagi Transisi Energi

Hashim menjelaskan bahwa pasar karbon memiliki tiga dampak strategis utama bagi Indonesia. Pertama, instrumen ini menjadi sumber pendanaan alternatif bagi proyek-proyek energi terbarukan yang selama ini bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kedua, pasar karbon membuka peluang kolaborasi internasional, khususnya dengan negara-negara maju yang memiliki target Net Zero Emission ambisius. Ketiga, mekanisme ini diharapkan mampu mempercepat pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menjadi penyumbang emisi terbesar di sektor energi.

"Pasar karbon adalah game changer. Indonesia tidak hanya menjual sumber daya alam, tetapi juga menjual komitmen lingkungan kepada dunia," tegas Hashim.

Potensi Ekonomi dan Investasi Hijau

Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan potensi nilai ekonomi karbon Indonesia mencapai Rp 3.000 triliun per tahun jika dikelola secara optimal. Angka ini berasal dari sektor kehutanan, lahan gambut, energi, dan industri yang semuanya memiliki potensi reduksi emisi signifikan.

Hashim optimistis bahwa pasar karbon akan menarik minat investor global, terutama dari Uni Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat yang sedang gencar mencari kredit karbon berkualitas tinggi. "Banyak perusahaan multinasional yang membutuhkan kredit karbon untuk memenuhi target ESG mereka," jelasnya.

Tantangan Implementasi di Lapangan

Meskipun optimistis, Hashim mengakui masih ada sejumlah tantangan yang harus diatasi. Mulai dari kesiapan verifier dan validator independen, integritas data emisi, hingga kapasitas institusi yang mengelola bursa karbon. Tanpa tata kelola yang kuat, pasar karbon berpotensi menjadi sekadar formalitas tanpa dampak lingkungan yang nyata.

Pemerintah juga perlu memastikan bahwa pasar karbon tidak dimanfaatkan sebagai "greenwashing" oleh perusahaan yang sekadar ingin memperbaiki citra tanpa benar-benar mengurangi emisi. Untuk itu, transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci utama.

Proyeksi dan Langkah ke Depan

Ke depan, Hashim menyebut pemerintah akan menyiapkan beberapa regulasi turunan untuk memperkuat ekosistem pasar karbon. Termasuk di dalamnya standar pengukuran, pelaporan, dan verifikasi (MRV) yang menjadi tulang punggung kepercayaan pasar.

Indonesia juga tengah menyiapkan interoperabilitas dengan pasar karbon internasional, termasuk dengan skema yang diakui oleh Perjanjian Paris. Langkah ini penting agar kredit karbon Indonesia memiliki nilai jual dan daya saing global.

Analisis: Mengapa Pasar Karbon Krusial bagi Indonesia

Pasar karbon bukan sekadar tren global, melainkan kebutuhan strategis bagi Indonesia sebagai negara dengan hutan tropis terbesar ketiga di dunia dan sumber emisi besar dari sektor energi fosil. Dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa dan ekonomi yang terus tumbuh, Indonesia memerlukan mekanisme pasar untuk menyeimbangkan pertumbuhan dengan keberlanjutan lingkungan.

Keberhasilan implementasi pasar karbon akan menentukan posisi Indonesia dalam percaturan ekonomi hijau global. Negara yang berhasil mengelola pasar karbon dengan baik akan menjadi tujuan investasi hijau utama, sementara yang gagal akan tertinggal dalam kompetisi global.

Pasar karbon juga menjadi jembatan penting bagi Indonesia untuk memenuhi komitmen Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) yang menargetkan penurunan emisi sebesar 31,89 persen secara unilateral atau 43,2 persen dengan dukungan internasional pada 2030. Tanpa mekanisme pasar yang efektif, target ini akan sulit tercapai.

Dukungan Sektor Swasta dan Komunitas Internasional

Sejumlah perusahaan besar, termasuk yang tergabung dalam forum seperti Indonesia Business Council for Sustainable Development, telah menyatakan kesiapan untuk berpartisipasi aktif dalam pasar karbon nasional. Mereka melihat peluang ini sebagai bagian integral dari strategi dekarbonisasi korporasi.

Dukungan juga datang dari komunitas internasional melalui berbagai program capacity building, termasuk dari Bank Dunia, UNDP, dan berbagai negara donor. Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat kesiapan teknis dan kelembagaan pasar karbon Indonesia.

[SOCIAL_TWEET]: Hashim Djojohadikusumo resmi menyebut peluncuran pasar karbon nasional sebagai terobosan besar untuk transisi energi Indonesia. Potensi nilai ekonomi karbon capai Rp 3.000 triliun per tahun! #PasarKarbon #TransisiEnergi #IndonesiaHijau [SOCIAL_TG]: 🌱🇮🇩 BREAKING: Pasar Karbon Nasional Resmi Jadi Terobosan Transisi Energi RI! Potensi Rp 3.000 Triliun/Tahun! #PasarKarbon #IndonesiaHijau

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User