IHSG Dibuka Melonjak Hampir Lima Persen pada 10 April 2025

Ruang perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) bergemuruh pada pembukaan sesi pertama Kamis, 10 April 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara mengeju

Jul 13, 2026 - 11:44
0 0
IHSG Dibuka Melonjak Hampir Lima Persen pada 10 April 2025

Ruang perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) bergemuruh pada pembukaan sesi pertama Kamis, 10 April 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara mengejutkan melesat hampir lima persen di menit-menit awal perdagangan, memecah sunyi tekanan jual yang sempat membayangi pasar dalam sepekan terakhir. Data yang dihimpun dari lantai bursa menunjukkan bahwa indeks bertengger di level 7.850,22, meroket 4,87% dari posisi penutupan sebelumnya di 7.485,53. Ini merupakan penguatan harian terbesar IHSG dalam delapan bulan terakhir, sekaligus membawa indeks kembali ke zona psikologis yang diidamkan pelaku pasar.

Lonjakan ini sontak memicu gelombang optimisme di kalangan investor ritel maupun institusi. Layar monitor di berbagai galeri investasi dipenuhi warna hijau menyala. Pelaku pasar yang baru saja masuk langsung disambut dengan kenaikan tajam di hampir seluruh sektor, kecuali sektor pertambangan yang hanya naik terbatas. Transaksi pun berlangsung sangat likuid; volume perdagangan pada satu jam pertama menembus 15 miliar saham dengan nilai transaksi lebih dari Rp12 triliun, jauh di atas rata-rata harian.

Pendorong Utama: Sentimen Global dan Domestik Berpadu Positif

Sejumlah analis menunjuk pada kombinasi news flow positif yang datang bersamaan. Dari dalam negeri, pemerintah baru saja merilis data realisasi investasi kuartal I-2025 yang tumbuh 22% secara tahunan, mencapai Rp428 triliun. Angka ini melampaui target pemerintah sendiri dan menjadi sinyal kuat bahwa reformasi struktural mulai membuahkan hasil. Selain itu, rilis awal surplus neraca perdagangan Februari—Maret 2025 yang melebar ke angka USD3,8 miliar turut menjadi katalis.

Namun, bensin sesungguhnya datang dari ranah global. Pada Rabu malam waktu New York (9 April), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 2,1%, S&P 500 naik 1,8%, dan Nasdaq melonjak 2,5%. Penguatan itu dipicu oleh ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan setelah data inflasi AS menunjukkan pelambatan. Keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) yang menahan suku bunga dan mengisyaratkan pelonggaran tahun ini juga menambah sentimen positif di pasar Asia, termasuk Indonesia.

“IHSG hari ini benar-benar menunjukkan reaksi simpatik yang sangat kuat terhadap perkembangan eksternal, terutama meredanya kekhawatiran suku bunga global. Namun yang lebih penting, fundamental domestik kita memang sedang bagus. Ini bukan sekadar euforia sesaat,” ujar Satria Wijaya, Kepala Riset PT Makmur Sekuritas, di sela-sela pengamatan pasar.

Kinerja Sektoral: Keuangan dan Infrastruktur Jadi Bintang

Hampir semua sektor menghijau, namun sektor keuangan dan infrastruktur menjadi yang paling menonjol. Indeks sektor keuangan yang sangat berbobot terhadap kapitalisasi pasar IHSG melonjak hingga 6,2%, dipimpin oleh saham-saham bank besar. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) meroket 7,8%, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menguat 6,5%, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terapresiasi 5,4%. Lonjakan ini tak lepas dari pelaku pasar yang mengantisipasi penurunan biaya dana (cost of fund) jika suku bunga BI berpotensi dipangkas nantinya.

Saham konstruksi dan infrastruktur pun tak mau ketinggalan. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) melesat 9,2% dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menguat 8,7% setelah pemerintah mengumumkan percepatan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) tahap II. Saham-saham semen seperti PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) masing-masing naik signifikan. Berikut data pergerakan sektor utama:

SektorPerubahan (%)
Keuangan+6,2%
Infrastruktur+5,8%
Teknologi+5,1%
Konsumer+4,9%
Energi+3,4%
Pertambangan+1,2%

Sektor pertambangan relatif tertinggal karena harga batubara acuan global sedikit melemah, tetapi investor tetap mencermati saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang naik 4% berkat kenaikan harga emas dunia. Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) pun turut menyumbang 2,5% penguatan.

Investor Asing Kembali “Ranjau” Pasar Modal RI

Yang paling menarik adalah kembalinya arus modal asing. Data dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan bahwa investor nonresiden membukukan beli bersih (net buy) sebesar Rp2,8 triliun hanya di sesi pertama. Angka ini adalah yang tertinggi dalam satu hari sejak Desember 2024. Asing terlihat memburu saham-saham bank besar dan telekomunikasi. Pasar obligasi juga mencatat aliran masuk signifikan, dengan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun turun 8 basis poin ke level 6,45%, mengindikasikan kenaikan harga dan permintaan yang kuat.

“Return to risk-on. Ketidakpastian suku bunga global mereda, dan Indonesia menjadi tujuan alami karena valuasi yang masih relatif murah serta pertumbuhan ekonomi di atas lima persen. Asing sedang positioning untuk potensi pemangkasan suku bunga Bank Indonesia di kuartal ketiga,” kata Dian Pratiwi, ekonom senior Think Tank Ekonomika.

Stabilnya nilai tukar rupiah di level Rp15.850 per dolar AS juga memberikan kenyamanan bagi investor global. Bank Indonesia lewat juru bicaranya menyebutkan bahwa mereka akan terus berada di pasar untuk memastikan volatilitas tetap terkendali.

Prospek: Konsolidasi atau Lanjutan Rally?

Meskipun euforia menyelimuti sesi pagi, sejumlah analis mengingatkan agar investor tidak hanyut dalam pergerakan sesaat. Penguatan hampir lima persen secara historis sering diikuti oleh aksi ambil untung (profit taking). Level resistance di 7.900 akan menjadi ujian berikutnya.

Sentimen ke depan masih bergantung pada data lanjutan. Pasar menanti rilis cadangan devisa Indonesia untuk Maret 2025 yang akan diumumkan akhir pekan ini. Jika cadangan devisa naik lebih dari USD150 miliar, itu bisa menjadi sentimen positif lanjutan. Selain itu, investor juga memantau perkembangan negosiasi perang dagang antara AS dan Tiongkok yang bisa berimbas pada ekspor Indonesia.

“Rally seperti ini biasanya terbagi dua: bisa jadi titik awal tren bullish baru, atau hanya ‘bear market rally’ yang cepat berbalik. Kami menyarankan investor untuk lebih selektif dan fokus pada saham dengan fundamental kuat, terutama yang membagikan dividen tinggi,” pungkas Satria.

Bagi pedagang harian, momentum ini tentu menjadi durian runtuh. Tapi manajer investasi kini menimbang kemungkinan revisi target IHSG akhir tahun dari 7.600 menjadi 8.200, jika data ekonomi kuartal kedua tetap prima. Apapun itu, pembukaan 10 April 2025 akan dikenang sebagai hari ketika IHSG memberi kejutan manis bagi seluruh pemangku kepentingan pasar modal Indonesia.

[SOCIAL_TWEET]: IHSG melesat hampir 5% di awal sesi 10 April 2025! Asing beli bersih Rp2,8T, sektor keuangan meroket. Simak faktor pendorong dan prospeknya. #IHSG #SahamRI #Investasi[SOCIAL_TG]: 📈 IHSG melejit 5% pagi ini! Asing borong saham bank. Cek penyebabnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User