IHSG Melonjak 1,34 Persen di Pembukaan Perdagangan Awal Pekan
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan pekan ini dengan optimisme tinggi, mencatat penguatan signifikan sebesar 1,34% ke level 5.
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan pekan ini dengan optimisme tinggi, mencatat penguatan signifikan sebesar 1,34% ke level 5.014,08 pada sesi I, Senin (8/6). Penguatan ini mengangkat indeks dari zona merah yang sempat membayangi pada akhir pekan lalu dan memberikan sinyal bangkitnya kepercayaan investor di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat pandemi COVID-19.
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa seluruh sektor menguat dipimpin oleh sektor keuangan dan infrastruktur yang menjadi motor penggerak utama kenaikan IHSG. Total volume perdagangan mencapai 4,3 miliar saham dengan nilai transaksi tembus Rp 4,8 triliun pada pembukaan pagi tersebut, mencerminkan likuiditas pasar yang cukup deras.
Kronologi Kenaikan Sejak Pra-Pembukaan
Berdasarkan pantauan langsung di lantai Bursa Efek Indonesia, pergerakan IHSG menunjukkan tren positif sejak pra-pembukaan. Berikut tahapan kenaikan yang terekam:
- Pukul 08.30 WIB: Indeks dibuka pada level 4.947,53, naik tipis 0,18% dibanding penutupan Jumat pekan sebelumnya.
- Pukul 09.00 WIB: IHSG mulai menanjak ke level 5.010,21 atau plus 0,8% seiring masuknya dana asing di saham-saham big caps seperti BBCA, TLKM, dan ASII.
- Pukul 09.30 WIB: Lonjakan terjadi saat indeks menyentuh 5.014,08 — titik tertinggi sesi I, dipicu oleh rilis data cadangan devisa Indonesia yang naik menjadi USD 130,5 miliar per akhir Mei 2020.
Pelaku pasar merespons positif sinyal penguatan fundamental ekonomi domestik. Investor ritel juga tampak antusias melakukan akumulasi di saham-saham properti dan telekomunikasi.
Sektor Keuangan dan Infrastruktur Dominasi Penguatan
Sektor keuangan mencatat kenaikan paling tajam, yaitu sebesar 2,1%, ditopang oleh saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang naik 2,8% ke level Rp 29.500 dan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang bertambah 2,5% ke Rp 3.200. Sektor infrastruktur tak ketinggalan dengan kenaikan 1,9%, didukung oleh saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) yang melesat 3,2% ke harga Rp 4.850 setelah pengumuman restrukturisasi utang tol.
Adapun sektor konsumer dan pertambangan juga menorehkan penguatan masing-masing 1,2% dan 0,9%. Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menjadi pendorong utama di sektor tersebut.
“Penguatan IHSG pagi ini merupakan respons pasar terhadap beberapa sentimen positif, di antaranya peningkatan cadangan devisa, mulai melonggarnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah, serta ekspektasi stimulus lanjutan dari pemerintah dan Bank Indonesia. Namun, investor tetap perlu waspada terhadap risiko gelombang kedua COVID-19 yang bisa kembali menekan pasar,” ujar Ekonom Senior PT Mirae Asset Sekuritas, Fahmi Ramadhan, saat dihubungi secara terpisah.
Sentimen Global dan Domestik Menopang Reli
Di sisi global, bursa Asia Pasifik mayoritas bergerak positif setelah rilis data tenaga kerja Amerika Serikat yang secara mengejutkan mencatat penambahan 2,5 juta pekerjaan sepanjang Mei 2020, jauh di atas estimasi ekonom yang memperkirakan kontraksi. Indeks Nikkei 225 naik 1,1%, sementara Hang Seng menguat 1,2%, memberikan efek rambatan ke pasar Indonesia. Harga minyak mentah dunia yang stabil di kisaran USD 40 per barel juga menjadi katalis tambahan.
Dari dalam negeri, optimisme terhadap pemulihan ekonomi Indonesia tergambar dari realisasi belanja pemerintah yang mencapai 25,8% dari total APBN 2020 per triwulan II, meningkat signifikan dibanding periode sama tahun sebelumnya. Sektor ritel dan pariwisata yang perlahan dibuka kembali di beberapa zona hijau turut memperkuat keyakinan pelaku pasar.
Prediksi Pergerakan Sesi Kedua
Analis memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan penguatan hingga level 5.050, asalkan sentimen dari data indeks keyakinan konsumen yang akan dirilis oleh Bank Indonesia pada siang nanti tidak mengecewakan. Namun, jika data tersebut menunjukkan pelemahan, IHSG bisa terkonsolidasi di support 5.000. Beberapa saham rekomendasi untuk sesi kedua meliputi:
- BBCA — Target harga: Rp 30.000
- TLKM — Target harga: Rp 3.150
- UNVR — Target harga: Rp 7.800
Investor disarankan untuk menerapkan trading plan yang ketat dan memanfaatkan momentum penguatan untuk melakukan penyesuaian portofolio. Pembukaan kembali mal dan pusat perbelanjaan di Jakarta mulai Senin ini diharapkan akan memberikan dampak lanjutan terhadap pergerakan indeks.
Sebagai informasi, IHSG telah menguat 28,5% dari titik terendahnya pada 24 Maret 2020, meskipun secara tahun kalender masih terkoreksi 20,2% sejak awal tahun. Data historis menunjukkan bahwa reli pasar saham Indonesia biasanya berlanjut selama 3—6 bulan pasca-fase akumulasi seperti saat ini.
Dengan berbagai sentimen yang beredar, pelaku pasar akan terus mencermati perkembangan pandemi, kebijakan stimulus, dan data makroekonomi yang akan menjadi penentu arah pergerakan IHSG ke depan.
[SOCIAL_TWEET]: IHSG dibuka menguat 1,34% ke 5.014,08 pada sesi I, didorong sektor keuangan & infrastruktur. Cadangan devisa naik, investor asing beli saham big caps. Akankah reli berlanjut? Simak selengkapnya di Warkini.com #IHSG #Saham #BursaEfekIndonesia[SOCIAL_TG]: 🔥 IHSG Melesat! Dibuka langsung naik 1,34% ke 5.014,08. Sektor keuangan dan infrastruktur jadi bintang utama. Asing masuk borong saham blue chip. Cek rekomendasi saham sesi kedua di artikel Warkini.com!
Comments (0)