INA Cetak Rekor: Dana Kelolaan Tembus Rp146 Triliun, Mitra Investasi Melejit 4,5 Kali
Warkini.com, Jakarta — Indonesia Investment Authority (INA) menutup tahun 2025 dengan pencapaian gemilang. Sovereign wealth fund Indonesia itu membukukan dana kelolaan atau Asset Under Management (
Warkini.com, Jakarta — Indonesia Investment Authority (INA) menutup tahun 2025 dengan pencapaian gemilang. Sovereign wealth fund Indonesia itu membukukan dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) sebesar Rp146,2 triliun. Angka itu melonjak 1,9 kali lipat dibandingkan tahun pertama INA beroperasi pada 2021. Kinerja ini menegaskan posisi INA sebagai mesin pendorong investasi nasional yang semakin dipercaya investor global.
Sepanjang lima tahun perjalanannya, INA bersama mitra investasi secara kumulatif telah menyalurkan investasi senilai Rp74,5 triliun. Dari total tersebut, porsi penyaluran langsung INA mencapai Rp33,3 triliun. Adapun mitra menanamkan dana lebih besar, yakni Rp41,2 triliun. Komposisi ini menunjukkan strategi co-investment yang dijalankan INA berhasil memobilisasi modal asing dalam skala signifikan.
Rincian dan Pertumbuhan Mitra
Dalam acara media briefing di Jakarta, Rabu (1/7/2026), CEO INA Oki Ramadhana memaparkan rincian komposisi AUM secara lebih detail. Dari total Rp146,2 triliun tersebut, kontribusi dana internal INA tercatat sebesar Rp110,2 triliun. Sementara itu, dana yang berasal dari mitra investasi mencapai Rp36 triliun. Meski nominalnya lebih kecil, mitra justru mencatat laju pertumbuhan paling impresif sejak tahun pertama INA beroperasi.
“Kalau kita break it down, Rp110,2 triliun itu dari INA, kemudian Rp36 triliun itu dari mitra investasi kita. Jadi all partners itu actually grown 4,5 kali dibandingkan tahun pertama kita operasional.”
Melesatnya dana dari mitra sebesar 4,5 kali lipat menjadi sinyal kuat kepercayaan investor internasional terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Oki menekankan bahwa capaian ini merupakan buah dari pendekatan investasi yang prudent dan terfokus. INA selama ini menempatkan portofolionya di sektor-sektor strategis yang memberikan dampak jangka panjang, seperti infrastruktur digital, energi hijau, layanan kesehatan, logistik, dan jalan tol.
Lima Tahun untuk Indonesia
Sejak didirikan, INA mengemban mandat besar untuk mengoptimalkan kekayaan negara sekaligus menjadi jembatan bagi modal asing masuk ke proyek-proyek prioritas nasional. Hingga 2025, akselerasi penyaluran investasi terus meningkat. Para mitra co-investor yang terdiri dari dana pensiun global, lembaga keuangan multilateral, dan sovereign wealth fund negara lain kini semakin agresif menempatkan dananya bersama INA.
Menurut data yang dihimpun Warkini.com, penyaluran investasi kumulatif INA bersama mitra sepanjang 2021–2025 mencapai Rp74,5 triliun. Jumlah ini terdistribusi ke berbagai proyek infrastruktur dan sektor produktif. INA menegaskan bahwa setiap rupiah yang diinvestasikan harus memberikan imbal hasil optimal sekaligus multiplier effect bagi perekonomian domestik, termasuk penciptaan lapangan kerja dan transfer teknologi.
Dengan AUM yang kini menyentuh Rp146,2 triliun, INA diproyeksikan semakin lincah memburu peluang investasi baru. Lembaga ini juga tengah menyiapkan sejumlah inisiatif pendanaan di bidang transisi energi dan ekonomi digital yang diyakini akan menjadi pilar pertumbuhan berikutnya. Apabila momentum pertumbuhan mitra yang mencapai 4,5 kali lipat terus terjaga, total dana kelolaan INA berpotensi melampaui target dalam beberapa tahun mendatang.
Comments (0)