warkini.
Travel

INGGRIS — Pameran Permadani Kuno Bayeux Ludes Terjual di London

Demam sejarah tengah melanda seantero Inggris menyusul pembukaan pameran mahakarya legendaris, Permadani Bayeux (Bayeux Tapestry), di British Museum, Londo

INGGRIS — Pameran Permadani Kuno Bayeux Ludes Terjual di London

Demam sejarah tengah melanda seantero Inggris menyusul pembukaan pameran mahakarya legendaris, Permadani Bayeux (Bayeux Tapestry), di British Museum, London. Antusiasme publik luar biasa tinggi hingga memicu fenomena yang dijuluki media setempat sebagai "Tapestry-mania", dengan tiket yang terjual habis dalam waktu singkat.

Karya seni sulaman abad ke-11 ini dipinjamkan oleh pemerintah Prancis kepada Inggris dalam sebuah kesepakatan diplomasi budaya yang belum pernah terjadi sebelumnya. Langkah bersejarah ini dipandang luas sebagai simbol pemulihan hubungan bilateral kedua negara di seberang Selat Channel pasca-ketegangan era Brexit.

Kronologi Perjalanan Mahakarya Menuju London

Pameran berskala internasional ini merupakan puncak dari proses negosiasi panjang dan persiapan logistik dengan tingkat keamanan ekstra ketat. Berikut adalah linimasa perjalanan Permadani Bayeux hingga resmi dipamerkan:

  1. 1 Juli: Penjualan tiket gelombang pertama resmi dibuka untuk publik. Dalam hitungan jam, puluhan ribu lembar tiket langsung ludes dipesan secara daring.
  2. Pertengahan Juli: Permadani bersejarah tersebut tiba di London dari Bayeux, Prancis, di bawah pengawalan keamanan maksimum guna menjaga kondisi fisiknya yang rentan.
  3. Pekan Lalu: Pratinjau eksklusif kerajaan digelar di British Museum, dihadiri langsung oleh Raja Charles III, Ratu Camilla, serta Presiden Prancis Emmanuel Macron.
  4. Pekan Ini: Pameran resmi dibuka untuk umum, mencatatkan penjualan rekor lebih dari 100.000 tiket dengan rentang harga £25 hingga £33 (sekitar Rp500.000–Rp700.000) per orang.

Simbol Diplomasi dan 'Kepulangan' Karya Bersejarah

Permadani sepanjang hampir 70 meter ini menggambarkan peristiwa dramatis Pertempuran Hastings tahun 1066 dan penaklukan Inggris oleh pasukan Normandia di bawah pimpinan William the Conqueror. Meski selama berabad-abad disimpan di Prancis, sebagian besar sejarawan meyakini karya tersebut awalnya disulam di tanah Inggris hampir seribu tahun silam.

"Pinjaman sementara ini adalah simbol kepercayaan yang sangat berharga di saat rasa saling percaya antarnegara terasa kian langka di dunia," ujar Raja Charles III dalam sambutannya.

Demam Budaya Populer Melanda Penjuru Negeri

Kehadiran artefak kuno ini tidak hanya menarik minat kalangan akademisi dan rombongan siswa sekolah, melainkan juga menggerakkan roda ekonomi kreatif dan komersial di Inggris. Berbagai jenama berlomba-lomba merilis produk bertema invasi Normandia tersebut:

  • British Museum memasarkan pernak-pernik resmi mulai dari serbet dapur, celemek, hingga cangkir bergambar adegan perang abad pertengahan.
  • Toko busana mewah Liberty meluncurkan bantal eksklusif berdesain sulaman Bayeux seharga £165 (sekitar Rp3,4 juta).
  • Jaringan toko roti populer Greggs turut meramaikan suasana dengan merilis parodi sulaman bertajuk "Ta-Pastry" yang menceritakan sejarah jajanan khas mereka.

Pameran prestisius ini dijadwalkan berlangsung hingga Juli tahun depan, memberi kesempatan langka bagi publik Inggris untuk menyaksikan langsung saksi bisu pembentukan sejarah bangsa mereka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS wendy-anwar

Reporter Travel. Menjelajah destinasi Indonesia dan tips wisata.

Comments (0)

User