Inggris Singkirkan Meksiko Lewat Drama 2-1 di 16 Besar

Stadion Azteca yang ikonik bergemuruh sepanjang 90 menit laga hidup-mati antara Meksiko dan Inggris di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Tensi sudah terasa sejak peluit pertama dibunyikan, dengan puluh...

Jul 12, 2026 - 12:10
0 0
Inggris Singkirkan Meksiko Lewat Drama 2-1 di 16 Besar

Stadion Azteca yang ikonik bergemuruh sepanjang 90 menit laga hidup-mati antara Meksiko dan Inggris di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Tensi sudah terasa sejak peluit pertama dibunyikan, dengan puluhan ribu pendukung tuan rumah menciptakan tekanan luar biasa bagi Harry Kane dan kolega. Pertandingan yang digelar Minggu malam (5/7) itu berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Inggris, memastikan satu tempat di perempat final sekaligus memupuskan mimpi Meksiko melaju lebih jauh di turnamen yang mereka jamu bersama Amerika Serikat dan Kanada.

Babak Pertama: Dominasi Inggris Berbuah Gol Bellingham

Sejak menit awal, Inggris tampil lebih terorganisir meski harus menghadapi pressing agresif Meksiko. Lini tengah yang dikawal Declan Rice dan Jude Bellingham berhasil meredam semangat juang El Tri. Serangan-serangan cepat yang dibangun dari sisi sayap beberapa kali nyaris membobol gawang Luis Malagon, namun penyelesaian akhir masih menjadi kendala. Sampai akhirnya, kebuntuan pecah pada menit ke-34 melalui aksi individu gemilang Bellingham.

Menerima umpan tarik dari Bukayo Saka di dalam kotak penalti, gelandang berusia 23 tahun itu dengan dingin mengecoh dua bek lawan sebelum melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dijangkau Malagon. Gol itu sontak membungkam seisi stadion—sebuah momen yang memperlihatkan kelas berbeda yang dibawa pemain dengan ratusan penampilan di level tertinggi Eropa itu. Selebrasi khasnya dengan merentangkan tangan menjadi pemandangan yang akan terus dikenang dalam rivalitas dua negara ini.

Meksiko Bangkit, Kedudukan Imbang di Babak Kedua

Tertinggal satu gol tidak membuat Meksiko menyerah. Di awal babak kedua, pelatih Jaime Lozano memasukkan striker cepat Santiago Muñoz, dan perubahan itu langsung mengguncang pertahanan Inggris. Tekanan bertubi-tubi dilancarkan, memaksa John Stones dan Marc Guehi bekerja ekstra keras. Puncaknya pada menit ke-63, wasit menunjuk titik putih setelah Raúl Jiménez dijatuhkan oleh Kyle Walker di area terlarang. Jiménez sendiri yang menjadi algojo dan dengan tenang memperdaya Jordan Pickford—skor berubah 1-1 dan Stadion Azteca meledak dalam sorak sorai.

Gol penyama kedudukan itu mengubah total dinamika permainan. Meksiko mendapatkan momentum dan hampir saja berbalik unggul andai tembakan jarak jauh Edson Álvarez tidak membentur mistar gawang pada menit ke-74. Inggris sempat limbung, tetapi pengalaman para pemain senior seperti Harry Kane membantu menenangkan ritme permainan.

Drama Menit Akhir: Gol Penentu Kemenangan

Ketika pertandingan sepertinya akan berlanjut ke babak perpanjangan waktu, Inggris melancarkan serangan balik mematikan di menit ke-88. Umpan terobosan Phil Foden berhasil dimaksimalkan oleh Marcus Rashford yang masuk sebagai pemain pengganti. Dengan kecepatan dan ketenangan khasnya, Rashford melewati bek terakhir sebelum menaklukkan Malagon dengan penyelesaian rendah ke sudut jauh gawang. Gol tersebut memastikan kemenangan dramatis Inggris dan memupuskan harapan tuan rumah pendamping ini.

Meksiko masih berusaha menekan di sisa waktu, termasuk tambahan lima menit injury time. Namun, solidnya organisasi pertahanan Inggris yang dipimpin Stones berhasil meredam setiap upaya. Peluit panjang menutup laga yang penuh emosi, meninggalkan kekecewaan mendalam bagi para pemain dan pendukung Meksiko.

Jalan ke Perempat Final dan Pelajaran untuk Meksiko

Kemenangan ini membawa Inggris ke perempat final, semakin mendekatkan mimpi untuk mengulang atau bahkan melampaui pencapaian mereka di Piala Dunia edisi-edisi sebelumnya. Jude Bellingham kembali menjadi pusat perhatian, tak hanya karena gol pembukanya, tetapi juga karena kemampuannya mengontrol tempo permainan di lini tengah sepanjang pertandingan. Sementara itu, Marcus Rashford membuktikan bahwa perannya sebagai super-sub begitu vital bagi tim asuhan pelatih Gareth Southgate.

Bagi Meksiko, hasil ini menjadi pengingat pahit bahwa tampil di hadapan pendukung sendiri belum cukup untuk menembus batas delapan besar yang selama ini menjadi tembok tebal dalam sejarah Piala Dunia mereka. Dukungan luar biasa dari fans tetap tak mampu menutupi kurangnya klinis di lini depan dan kerapuhan di momen-momen krusial. Meski demikian, perjuangan El Tri sepanjang turnamen patut diacungi jempol, terutama setelah berhasil lolos dari grup yang sulit.

Kini Inggris menatap laga perempat final dengan kepercayaan diri tinggi, sementara Meksiko harus merenungkan kembali strategi jangka panjang mereka untuk bisa bersaing di level tertinggi sepak bola dunia.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User