Tabur Bunga di Kepulauan Seribu, PDIP DKI Peringati Hari Lahir Surindro Supjarso

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan DKI Jakarta mengadakan upacara tabur bunga di perairan Kepulauan Seribu pada Selasa (22/4). Kegiatan khidmat ini digelar untuk memperingati hari lahir almarh...

Jul 12, 2026 - 12:10
0 1
Tabur Bunga di Kepulauan Seribu, PDIP DKI Peringati Hari Lahir Surindro Supjarso

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan DKI Jakarta mengadakan upacara tabur bunga di perairan Kepulauan Seribu pada Selasa (22/4). Kegiatan khidmat ini digelar untuk memperingati hari lahir almarhum Kapten Penerbang Anumerta Surindro Supjarso, yang merupakan suami pertama dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Sosok Perwira Muda yang Gugur di Papua

Surindro Supjarso dikenal sebagai perwira muda TNI Angkatan Udara yang memiliki karier cemerlang. Ia merupakan lulusan Akademi Angkatan Udara dan bertugas sebagai penerbang. Nasib berkata lain, pada 22 Januari 1970, pesawat yang ditumpanginya mengalami kecelakaan di perairan Papua. Saat itu, ia tengah menjalankan tugas negara di wilayah timur Indonesia. Hingga kini, jasadnya belum ditemukan dan dinyatakan hilang di perairan.

Atas jasa dan pengorbanannya kepada bangsa, negara menganugerahkan kenaikan pangkat anumerta serta gelar kehormatan. Namanya diabadikan sebagai sosok yang gugur dalam tugas, meninggalkan istri muda—Megawati yang saat itu baru berusia 22 tahun—serta putra-putra mereka yang masih kecil.

Napak Tilas Kenangan Dua Dekade

Upacara tabur bunga di perairan Kepulauan Seribu bukan sekadar seremoni biasa bagi keluarga besar PDI Perjuangan. Lokasi ini dipilih karena memiliki kedekatan historis dan emosional. Bagi Megawati dan anak-anaknya, laut adalah tempat yang menyimpan kenangan mendalam, ruang perpisahan tanpa kepastian jasad yang bisa dimakamkan.

Rangkaian acara berlangsung dengan penuh penghormatan. Diawali dengan doa bersama di atas kapal, para peserta kemudian menaburkan aneka bunga ke permukaan laut. Momen hening menyelimuti ketika kelopak-kelopak bunga mengapung, melambangkan doa dan penghormatan kepada almarhum yang telah tiada.

Hadirnya Para Tokoh dan Kader Partai

Dalam kegiatan ini, hadir seluruh jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta. Ketua DPD yang memimpin langsung rombongan menegaskan bahwa peringatan ini menjadi agenda rutin tahunan partai. Bukan hanya untuk mengenang sosok Surindro, melainkan juga untuk meneladani semangat pengabdiannya kepada negeri. Para kader muda terlihat antusias mengikuti seluruh prosesi, menyerap nilai-nilai patriotisme yang diwariskan.

Beberapa tokoh senior partai turut menyampaikan testimoninya. Mereka mengenang Surindro sebagai pribadi yang rendah hati, disiplin, dan memiliki visi besar untuk Indonesia. Satu hal yang ditekankan adalah bagaimana Megawati, di tengah kehilangan yang amat berat saat itu, tetap mampu bangkit dan kemudian memimpin partai hingga menjadi orang nomor satu di republik ini.

Warisan Semangat yang Tak Lekang Waktu

Peringatan hari lahir Surindro Supjarso membawa pesan lebih dari sekadar nostalgia. Ini tentang ketangguhan, tentang bagaimana duka dapat bertransformasi menjadi kekuatan. Megawati sendiri, dalam berbagai kesempatan, selalu menyebut mendiang suaminya sebagai inspirasi yang membentuk karakter kepemimpinannya.

Upacara tabur bunga ini pun menjadi simbol bahwa PDI Perjuangan tidak melupakan sejarah dan akar perjuangannya. Di tengah hiruk-pikuk politik kontemporer, momen reflektif semacam ini menjadi pengingat bahwa partai besar dibangun di atas pondasi nilai, bukan sekadar kepentingan sesaat. Para kader yang kembali ke daratan membawa pesan yang sama: melanjutkan cita-cita para pendahulu dengan cara bekerja nyata bagi rakyat.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User