Jakarta — Presiden RI Murka Anggaran Proyek Asahan Rp1,7 Triliun Tak Cair

WARKINI.COM — Presiden Republik Indonesia meluapkan amarahnya dalam rapat terbatas di Istana Negara, Senin (10/11/2025), setelah mengetahui anggaran senila

Jul 11, 2026 - 15:45
0 1
Jakarta — Presiden RI Murka Anggaran Proyek Asahan Rp1,7 Triliun Tak Cair

WARKINI.COM — Presiden Republik Indonesia meluapkan amarahnya dalam rapat terbatas di Istana Negara, Senin (10/11/2025), setelah mengetahui anggaran senilai Rp1,7 triliun untuk Proyek Asahan belum juga dicairkan. Presiden menegur keras sejumlah menteri di bidang ekonomi dan energi karena lambannya realisasi dana yang dinilai krusial bagi ketahanan industri dan listrik nasional.

Sumber di lingkungan istana yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, Presiden sempat menggebrak meja dan mempertanyakan komitmen para pembantunya. Proyek Asahan sendiri merupakan proyek strategis nasional yang mencakup modernisasi dan ekspansi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) serta pabrik aluminium di Sumatera Utara.

Kemarahan Presiden dan Tenggat Waktu Pencairan

Dalam rapat tersebut, Presiden menyampaikan kekecewaannya secara langsung kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Presiden menyebut keterlambatan ini sebagai bentuk “inkompetensi yang membahayakan agenda besar negara”.

“Saya tidak ingin mendengar alasan birokrasi lagi. Uang harus cair minggu ini juga. Proyek ini bukan proyek main-main. Ini menyangkut kedaulatan energi dan industri aluminium kita yang sudah bertahun-tahun tertinggal,” ujar Presiden dengan nada tinggi, seperti ditirukan oleh seorang pejabat yang hadir.

Presiden memberikan tenggat waktu 1×24 jam kepada kementerian terkait untuk menyelesaikan semua hambatan administrasi. Ia mengancam akan melakukan reshuffle kabinet jika target tersebut tidak terpenuhi.

Latar Belakang Proyek Asahan

Proyek Asahan merupakan warisan kerja sama Indonesia-Jepang yang kini menjadi tulang punggung industri aluminium domestik. Berlokasi di Kabupaten Toba dan Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, kompleks ini memiliki PLTA dengan kapasitas terpasang sekitar 603 MW dan pabrik peleburan aluminium berkapasitas 225.000 ton per tahun.

Anggaran Rp1,7 triliun yang dimaksud dialokasikan untuk:

  • Modernisasi turbin dan generator di PLTA Sigura-gura dan Tangga
  • Peningkatan kapasitas pabrik peleburan (smelter) menjadi 400.000 ton per tahun
  • Pembangunan jalur transmisi baru menuju kawasan industri Kuala Tanjung
  • Program efisiensi energi dan penurunan emisi karbon

Sejak direncanakan pada 2023, proyek ini telah mengalami penundaan berulang kali. Menurut dokumen resmi Kementerian ESDM, kemacetan anggaran kali ini disebabkan oleh perselisihan teknis antara kementerian teknis dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) soal skema pencairan multiyears.

Dampak Kemacetan Anggaran

Tertundanya pencairan anggaran mengakibatkan sejumlah dampak serius:

  • Perpanjangan kontrak dengan kontraktor Jepang yang berpotensi menambah biaya hingga 7% dari nilai proyek
  • Penghentian sementara (force majeure) pada pekerjaan konstruksi sipil oleh konsorsium lokal, mengancam PHK 1.200 pekerja
  • Krisis pasokan listrik di kawasan industri Sumatera Utara yang akan memburuk jika PLTA tidak di-upgrade tepat waktu
  • Ketergantungan impor aluminium yang diprediksi naik 40% pada 2026 jika smelter tidak beroperasi penuh

Seorang analis energi dari Universitas Indonesia, Budi Santoso, menjelaskan bahwa Proyek Asahan adalah “game changer” bagi industri nasional. “Kalau sampai mangkrak, Indonesia akan terus mengimpor aluminium yang nilainya mencapai USD1,8 miliar per tahun. Padahal kita punya bahan baku dan energi murah dari PLTA,” katanya kepada Warkini.com.

Respons Menteri dan Langkah Selanjutnya

Usai rapat, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menggelar konferensi pers untuk meredakan suasana. Ia mengakui adanya hambatan koordinasi dan berjanji akan menyelesaikannya sesuai perintah Presiden.

“Kami memahami kemarahan Bapak Presiden. Ini menjadi cambuk bagi kami. Saya sudah menginstruksikan Dirjen Anggaran dan Dirjen Perbendaharaan untuk bekerja lembur. Tim juga sudah berkoordinasi dengan BPKP dan sore ini surat persetujuan akan ditandatangani,” ujarnya.

Menteri Keuangan juga menyampaikan bahwa dana sudah tersedia dalam rekening kas negara dan hanya menunggu clearance dokumen dari kementerian teknis. Sementara Menteri ESDM menyebutkan bahwa dokumen revisi Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) sudah final dan akan diserahkan ke Kementerian Keuangan dalam hitungan jam.

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), selaku badan pelaksana proyek, menyatakan kesiapannya untuk segera memulai kembali aktivitas setelah pencairan dilakukan. Direktur Utama Inalum menegaskan bahwa target operasional smelter baru pada kuartal I 2027 tetap bisa tercapai jika dana mulai mengalir bulan ini.

Konteks Politik dan Ekonomi

Kemarahan Presiden juga tidak lepas dari tekanan politik menjelang tahun pemilu. Proyek Asahan kerap dijadikan simbol keberhasilan pemerintah dalam hilirisasi industri. Keterlambatannya berpotensi dimanfaatkan oleh pihak oposisi untuk menyerang kinerja kabinet. Selain itu, mitra dagang Jepang mulai menunjukkan kegelisahan dengan mengirimkan surat diplomatik yang mempertanyakan komitmen Indonesia.

Dari sisi ekonomi, proyeksi Kementerian Perindustrian menunjukkan bahwa penyelesaian Proyek Asahan tepat waktu dapat menghemat devisa hingga Rp29 triliun per tahun melalui substitusi impor aluminium. Ini selaras dengan target pertumbuhan ekonomi 6,2% yang dicanangkan pemerintah.

Berdasarkan penelusuran Warkini.com, total kebutuhan anggaran Proyek Asahan dalam lima tahun ke depan mencapai Rp11,3 triliun, dengan kontribusi dari APBN sebesar 65% dan sisanya dari pinjaman lunak Jepang. Tahun ini seharusnya menjadi puncak penyerapan anggaran yang menandai rampungnya 48% pekerjaan fisik proyek.

Poin Penting Peristiwa

  • Presiden marah besar karena anggaran proyek Asahan Rp1,7 triliun macet
  • Tenggat pencairan diberikan 1×24 jam dengan ancaman reshuffle
  • Proyek mencakup modernisasi PLTA dan smelter aluminium untuk kurangi impor
  • Keterlambatan sebabkan ancaman PHK pekerja dan krisis listrik di Sumut
  • Menteri keuangan memastikan dana sudah siap, tinggal administrasi final

[TAGS]: Proyek Asahan, Presiden RI, anggaran macet, Inalum, Menteri Ekonomi

[SOCIAL_TWEET]: Murka! Presiden RI beri tenggat 1×24 jam untuk cairkan anggaran Proyek Asahan Rp1,7 triliun yang macet. Ancam reshuffle. Proyek vital untuk listrik & aluminium nasional ini terancam PHK massal dan krisis energi. #Warkini #ProyekAsahan #PresidenRI

[SOCIAL_FB]: Presiden Republik Indonesia meluapkan amarah dalam rapat kabinet setelah mengetahui anggaran Proyek Asahan senilai Rp1,7 triliun mandek. Proyek strategis nasional ini mencakup modernisasi PLTA dan smelter aluminium yang vital untuk ketahanan energi dan industri. Presiden beri tenggat 1×24 jam dan mengancam reshuffle jika pencairan tidak dilakukan minggu ini. Sementara itu, ribuan pekerja terancam PHK dan krisis listrik di Sumatera Utara membayangi. Mentri berjanji menyelesaikan hambatan administrasi sore ini. Akankah proyek senilai total Rp11,3 triliun ini bisa diselamatkan? Baca selengkapnya di Warkini.com. #Warkini #ProyekAsahan #EkonomiNasional

[SOCIAL_TG]: 📢 Breaking News: Presiden RI murka! Anggaran Proyek Asahan Rp1,7 triliun tak cair, menteri ditegur & diberi deadline 24 jam. Proyek ini krusial: modernisasi PLTA & smelter aluminium. Jika terus macet: krisis listrik Sumut, PHK massal, dan impor aluminium makin besar. Simak selengkapnya: https://warkini.com/proyek-asahan-macet [atau tautan spesifik]

[SOCIAL_THREADS]: Presiden RI akhirnya meluapkan amarah soal Proyek Asahan yang anggarannya Rp1,7 triliun nggak cair-cair. Padahal proyek ini penting banget buat listrik & industri aluminium nasional. 🧵👇 Di rapat tertutup, Presiden kasih deadline 1×24 jam buat pencairan, kalau nggak… ancaman reshuffle! Apa sih Proyek Asahan itu? Intinya, modernisasi PLTA dan smelter aluminium di Sumut. Kalau beres, Indonesia bisa hemat impor aluminium sampai Rp29 triliun per tahun. Tapi karena macet, nasib 1.200 pekerja terancam, dan krisis listrik di kawasan industri Sumut makin nyata. Menteri udah janji selesaiin administrasi sore ini. Kita tunggu saja. Update lengkap di Warkini.com. #ProyekAsahan #EnergiNasional

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User