warkini.
Travel

Jalan di Duki Diabadikan untuk Dokter Korban Serangan Asam

Pemerintah Provinsi Balochistan, Pakistan, memberikan penghormatan tertinggi kepada seorang dokter perempuan yang selamat dari serangan asam. Kepala Menter

Jalan di Duki Diabadikan untuk Dokter Korban Serangan Asam

Pemerintah Provinsi Balochistan, Pakistan, memberikan penghormatan tertinggi kepada seorang dokter perempuan yang selamat dari serangan asam. Kepala Menteri Balochistan, Mir Sarfraz Bugti, mengumumkan pada akhir pekan ini bahwa sebuah jalan utama di Distrik Duki akan diabadikan dengan nama Dr Mahnoor Nasir, dokter yang menjadi korban serangan asam pada Juni lalu. Penamaan tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas "keberanian, ketangguhan, dan pengabdiannya sebagai tenaga medis profesional", demikian bunyi pernyataan resmi yang dibagikan Bugti melalui akun media sosialnya.

Dr Nasir adalah dokter perempuan berusia 29 tahun yang bertugas di Rumah Sakit Sipil Quetta. Pada Juni lalu, ia mengalami luka bakar parah di wajah, dada, kaki, dan sejumlah bagian tubuh lainnya setelah seorang pegawai rumah sakit diduga menyiramnya dengan asam. Insiden itu langsung memicu kemarahan luas, tidak hanya dari kalangan profesi kedokteran, tetapi juga dari pejabat pemerintah dan pengadilan di Pakistan.

Pelaku yang kemudian diidentifikasi polisi sebagai Humayun Shah dikabarkan tewas dalam baku tembak dengan aparat setelah tim penegak hukum berhasil melacaknya saat ia mencoba melarikan diri menggunakan bus. Polisi menyebut upaya pelarian itu gagal setelah tim gabungan berhasil menghentikan kendaraan yang ditumpanginya.

Penghormatan dari Kepala Daerah

Dalam unggahannya di platform X, Bugti memuji "keberanian, keteguhan hati, dan rasa tanggung jawab" yang ditunjukkan Dr Nasir. Ia juga menegaskan bahwa tekad Dr Nasir merupakan "contoh bagi putri-putri Balochistan" yang patut diteladani.

"Mengakui jasa warga yang berani dan bertanggung jawab serta memberikan dorongan kepada mereka adalah tanggung jawab kami," tulis Bugti di akun X-nya.

Berdasarkan pemberitahuan resmi yang dibagikan Bugti, jalan yang sebelumnya bernama Haji Amanullah Masjid Road, yang berdekatan dengan Damani Chowk di Duki, resmi diubah namanya menjadi Dr Mahnoor Nasir Road, Duki, dan berlaku segera. Pemberitahuan itu menyebut keputusan tersebut sebagai "tanda pengakuan publik terhadap Dr Mahnoor Nasir, atas keberanian, ketangguhan, dan pengabdiannya sebagai tenaga medis profesional".

Keputusan ini juga dipandang sebagai jawaban atas tuntutan publik yang selama ini mendesak negara hadir bagi korban kekerasan, bukan hanya melalui proses hukum, tetapi juga melalui pengakuan sosial yang nyata. Menamai sebuah jalan dengan nama korban dinilai sebagai simbol bahwa keberanian seorang perempuan tidak akan ditelan masa.

Serangan Asam: Luka Lama Pakistan

Kasus yang menimpa Dr Nasir bukanlah kasus terisolasi. Serangan asam di Pakistan telah lama menjadi salah satu bentuk kekerasan berbasis gender yang paling brutal. Data dari sejumlah kelompok advokasi menunjukkan ratusan kasus serangan asam dilaporkan setiap tahun, dan hanya sebagian kecil pelaku yang berhasil dihukum secara maksimal.

Para aktivis hak perempuan menilai langkah pemerintah Balochistan ini bermakna besar secara simbolis, karena menegaskan bahwa negara berpihak pada korban dan menolak membiarkan pelaku kekerasan kebal hukum. Mereka berharap penghargaan semacam ini juga diikuti dengan penegakan hukum yang lebih tegas terhadap para pelaku.

Sebelumnya, serangan terhadap Dr Nasir juga menuai kecaman luas dari organisasi profesi kedokteran di Pakistan. Mereka mendesak pemerintah federal dan provinsi untuk memperketat keamanan tenaga kesehatan, khususnya perempuan, yang kerap menjadi sasaran kekerasan di tempat kerja.

Harapan di Balik Sebuah Nama

Dengan diabadikannya nama Dr Mahnoor Nasir pada sebuah jalan di Duki, pesan yang ingin disampaikan pemerintah sangat jelas: keberanian tidak akan dilupakan, dan negara berdiri di sisi mereka yang bertahan. Bagi banyak warga Balochistan, keputusan ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap korban kekerasan terdapat kisah perjuangan yang layak dihormati dan dikenang sepanjang masa.

  • Dr Mahnoor Nasir adalah dokter perempuan berusia 29 tahun di Rumah Sakit Sipil Quetta.
  • Ia disiram asam oleh seorang pegawai rumah sakit pada Juni lalu dan mengalami luka bakar parah.
  • Pelaku, Humayun Shah, tewas dalam baku tembak dengan polisi saat mencoba melarikan diri.
  • Jalan Haji Amanullah Masjid Road di Duki resmi diubah menjadi Dr Mahnoor Nasir Road.
  • Bugti menyebut tekad Dr Nasir sebagai contoh bagi putri-putri Balochistan.
[SOCIAL_TWEET]: Kepala Menteri Balochistan mengabadikan nama Dr Mahnoor Nasir, dokter korban serangan asam, pada sebuah jalan di Duki sebagai penghormatan atas keberaniannya. #Pakistan #DrMahnoorNasir[SOCIAL_TG]: BREAKING | Pemerintah Balochistan mengabadikan nama dokter korban serangan asam, Dr Mahnoor Nasir, sebagai nama jalan di Duki. Pelaku tewas dalam baku tembak dengan polisi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rangga-pradana

Content Creator. Mengelola konten viral, podcast, dan video pendek.

Comments (0)

User