Jamaah Haji Cirebon Diizinkan Pulang Setelah Dirawat di Arab Saudi
Suasana haru menyelimuti keluarga jamaah haji asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, setelah Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) setempat mengonfirma
Suasana haru menyelimuti keluarga jamaah haji asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, setelah Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) setempat mengonfirmasi kabar baik: satu dari tiga jamaah yang sempat dirawat di rumah sakit di Arab Saudi akhirnya mendapat izin untuk terbang kembali ke Tanah Air. Kabar ini menjadi titik terang di tengah kekhawatiran yang sempat membayangi pihak keluarga, lantaran dua jamaah lainnya masih harus menjalani perawatan intensif di negeri orang.
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Cirebon, Ahmad Fauzi, dalam keterangannya kepada awak media, mengatakan bahwa jamaah yang dipulangkan tersebut telah melalui serangkaian pemeriksaan medis dan dinyatakan stabil oleh tim dokter di Rumah Sakit King Abdullah Medical City, Mekkah. "Alhamdulillah, beliau sudah bisa mengikuti jadwal kepulangan kloter reguler," ujarnya, Selasa (5/6). Jamaah yang namanya dirahasiakan untuk menjaga privasi itu diketahui mengalami dehidrasi berat dan kelelahan pascapuncak ibadah haji, sehingga harus mendapatkan penanganan medis.
Kronologi Pemulangan: Tiga Pekan Penuh Harap
Perjalanan tiga jamaah haji asal Cirebon ini bermula pada 15 Mei 2026, saat mereka tiba di Tanah Suci bersama kloter 7 embarkasi Kertajati. Prosesi wukuf di Arafah yang berlangsung di bawah suhu ekstrem—mencapai 48 derajat Celsius—membuat banyak jamaah, khususnya lansia, mengalami kelelahan akut. Tiga jamaah tersebut menunjukkan gejala serius seperti penurunan kesadaran ringan, dehidrasi, dan gangguan pernapasan, sehingga segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat di Mina, sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit utama di Mekkah.
Setelah hampir tiga pekan menjalani perawatan, jamaah pertama yang diizinkan pulang menunjukkan kemajuan signifikan. "Proses pemulihan jamaah ini cukup cepat karena beliau tergolong usia madya, 58 tahun, dan tidak memiliki komorbid berat. Tim medis memutuskan beliau sudah layak terbang dan tidak memerlukan pendampingan khusus," jelas Fauzi. Saat ini, koordinasi dengan maskapai penerbangan Garuda Indonesia tengah dilakukan untuk memastikan satu kursi di kloter yang dijadwalkan kembali pada 8 Juni 2026.
"Kami terus berkoordinasi dengan KJRI Jeddah dan pihak rumah sakit. Dua jamaah yang masih dirawat mendapat perhatian penuh. Satu dalam kondisi stabil tapi masih perlu observasi jantung, satunya lagi memerlukan terapi lanjutan untuk gangguan pernapasan akibat bronkitis kronis yang kambuh saat puncak haji," — Ahmad Fauzi, Kepala Kemenhaj Kabupaten Cirebon.
Dua Jamaah Masih Dirawat: Dukungan Keluarga dan Pemerintah
Informasi dari tim kesehatan haji Indonesia (TKHI) menyebutkan bahwa pasien kedua, seorang jamaah wanita berusia 72 tahun, masih diobservasi di ruang intensif karena mengalami aritmia jantung. Sementara pasien ketiga, pria berusia 65 tahun dengan riwayat bronkitis kronis, sedang menjalani fisioterapi pernapasan dan diperkirakan membutuhkan setidaknya sepuluh hari lagi untuk bisa dipertimbangkan pulang. Keduanya didampingi oleh tenaga medis dan petugas haji yang ditugaskan khusus untuk mendampingi jamaah sakit.
Pihak Kemenhaj Kabupaten Cirebon juga telah menghubungi keluarga masing-masing jamaah untuk memberikan kabar terkini secara berkala. Kondisi ini menjadi ujian kesabaran yang mendalam bagi para keluarga yang menanti kepulangan orang tua mereka dari Tanah Suci. Koordinasi intensif dengan DPRD dan Pemkab Cirebon pun dilakukan untuk memastikan semua hak jamaah terpenuhi, termasuk asuransi kesehatan haji yang akan menanggung biaya perawatan di Arab Saudi.
- Jamaah pertama: Laki-laki, 58 tahun, dehidrasi berat — diizinkan pulang 8 Juni 2026.
- Jamaah kedua: Perempuan, 72 tahun, aritmia jantung — masih observasi intensif.
- Jamaah ketiga: Laki-laki, 65 tahun, bronkitis kronis dengan gangguan pernapasan — terapi lanjutan, estimasi 10 hari lagi.
Dalam situasi seperti ini, pihak Kemenhaj mengimbau seluruh calon jamaah haji di masa mendatang untuk benar-benar mempersiapkan kondisi fisik dan mematuhi saran medis, mengingat cuaca ekstrem dan kepadatan tetap menjadi tantangan utama penyelenggaraan ibadah haji. "Kami berencana memperketat skrining kesehatan pra-keberangkatan dan menambah jumlah petugas kesehatan pendamping," tegas Fauzi.
Di sisi lain, keluarga jamaah yang akan segera tiba di Cirebon sudah menyiapkan penyambutan sederhana, berharap kepulangan ini menjadi simbol syukur bahwa setidaknya satu anggota keluarga bisa kembali dengan selamat. Sementara itu, mereka terus berdoa dan menitipkan harap agar dua jamaah lainnya segera menyusul pulang dalam kondisi prima.
[SOCIAL_TWEET]: Seorang jamaah haji asal Cirebon akhirnya diizinkan pulang setelah dirawat di RS Arab Saudi. Dua jamaah lain masih dalam observasi intensif. Kemenhaj pastikan pendampingan penuh hingga kembali ke Tanah Air. #Haji2026 #Cirebon #ArabSaudi[SOCIAL_TG]: 🕋 Satu jamaah haji asal Cirebon sudah diizinkan pulang dari Arab Saudi! Dua lainnya masih dalam perawatan intensif. Semoga yang di sana segera sehat ya, aamiin. Info lengkap di sini 👇
Comments (0)