Apa Kabar Rencana Pembangunan MRT Lebak Bulus-Serpong?
Rencana perpanjangan jalur MRT Jakarta dari Stasiun Lebak Bulus menuju kawasan Serpong di Tangerang Selatan terus bergulir dalam tahap pengkajian. Laporan yang diperoleh Warkini.com mengonfirmasi bah
Rencana perpanjangan jalur MRT Jakarta dari Stasiun Lebak Bulus menuju kawasan Serpong di Tangerang Selatan terus bergulir dalam tahap pengkajian. Laporan yang diperoleh Warkini.com mengonfirmasi bahwa studi kelayakan (feasibility study) untuk proyek interkoneksi ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, menyampaikan perkembangan tersebut saat ditemui tim kami di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Minggu (21/6/2026). Ia menekankan bahwa tuntasnya studi bukan berarti konstruksi fisik dapat langsung dimulai pada tahun berikutnya.
"Akhir tahun kajiannya baru selesai, akhir tahun. Belum itu (belum bisa dibangun tahun depan)," ujar Tuhiyat.
Pernyataan itu sekaligus memberi sinyal bahwa masyarakat perlu mengelola ekspektasi. Rute yang menghubungkan Jakarta Selatan dengan Tangerang Selatan ini memang menjadi salah satu prioritas pengembangan, tetapi tahapannya masih panjang. Kehadiran MRT diharapkan mampu memecah kemacetan di koridor sibuk yang selama ini bertumpu pada jalan raya dan tol.
Tahapan Menuju Pembangunan
Berdasarkan catatan Warkini.com, setelah studi kelayakan selesai, dokumen itu harus melalui serangkaian tinjauan. Kementerian teknis akan memeriksa aspek finansial, teknis, dan sosial, termasuk kemungkinan penyesuaian trase. Proses selanjutnya mencakup penyusunan detail desain teknik (DED), analisis dampak lalu lintas dan lingkungan, serta finalisasi skema pendanaan. Biasanya, tahap-tahap itu memerlukan waktu hingga beberapa tahun sebelum kontraktor mulai bekerja.
Tuhiyat tidak merinci kapan peletakan batu pertama bisa dilakukan. Namun, melihat pengalaman MRT fase 1 dan 2, proyek ini menuntut persiapan matang. Mulai dari pembebasan lahan, relokasi utilitas, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah setempat, semua harus tuntas sebelum alat berat masuk. Untuk itu, sinyal "belum bisa dibangun tahun depan" menjadi patokan realistis bagi semua pihak.
Peran Strategis Koridor Serpong
Rute Lebak Bulus–Serpong dianggap krusial karena melayani kawasan bisnis dan permukiman padat seperti BSD dan sekitarnya. Volume kendaraan dari Tangerang Selatan menuju pusat Jakarta terus meningkat, dan keberadaan MRT diyakini mampu menawarkan alternatif transportasi massal yang cepat dan bebas hambatan. Targetnya, proyek ini tidak hanya mempersingkat waktu tempuh, tetapi juga menekan emisi dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Pengembangan MRT ke Serpong merupakan bagian dari visi besar "Jakarta Outer Ring" atau lingkar luar. Selain mengurai beban di jalur Utara–Selatan dan Timur–Barat, jalur ini akan menjadi tulang punggung konektivitas pinggiran yang selama ini kurang terlayani angkutan rel. Warkini.com akan terus memantau progres studi kelayakan ini dan melaporkan secara mendalam begitu dokumen final dirilis akhir tahun nanti.
Comments (0)