warkini.
Travel

Judul: Islamabad — Pakistan dan Malaysia Sepakati Kelompok Kerja Bersama

ISLAMABAD — Langit ibu kota Pakistan masih diselimuti terik matahari Sabtu pagi ketika dua menteri dalam negeri dari dua negara sahabat duduk dalam satu ru

Judul: Islamabad — Pakistan dan Malaysia Sepakati Kelompok Kerja Bersama

ISLAMABAD — Langit ibu kota Pakistan masih diselimuti terik matahari Sabtu pagi ketika dua menteri dalam negeri dari dua negara sahabat duduk dalam satu ruang perundingan. Dari ruangan itulah lahir sebuah kesepakatan yang dipandang banyak pihak sebagai titik balik hubungan bilateral Pakistan dan Malaysia: pembentukan kelompok kerja bersama antara kementerian dalam negeri kedua negara untuk memperkuat kerja sama institusional.

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan tingkat delegasi antara Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi dan Menteri Dalam Negeri Malaysia Datuk Seri Saifuddin Nasution Ismail. Fokus kerja samanya mencakup pemberantasan terorisme, pemberantasan narkotika, kejahatan siber, dan pencegahan imigrasi ilegal — empat persoalan yang selama ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi hampir setiap negara di kawasan Asia.

Kelompok Kerja Bersama: Wadah Baru Kerja Sama Institusional

Kelompok kerja bersama ini bukan sekadar wadah seremonial. Melalui mekanisme ini, kedua kementerian dalam negeri akan memiliki saluran komunikasi permanen untuk berbagi informasi intelijen, menyelaraskan kebijakan, dan merancang operasi bersama. Para pejabat menyebut pertemuan delegasi kali ini berlangsung produktif, dengan pembahasan yang menyentuh hal-hal teknis hingga strategis.

Menariknya, kerja sama ini tidak berhenti pada level kementerian. Kedua pihak juga sepakat meningkatkan kerja sama antara Akademi Kepolisian Nasional Pakistan dan Kolej Polis Diraja Malaysia, termasuk melalui program pertukaran pelatihan. Bidang penjaga pantai juga masuk dalam daftar pembahasan, sebuah sinyal bahwa kerja sama keamanan kedua negara kini menjangkau dimensi maritim yang selama ini kurang tergarap.

Empat Pilar: Melawan Kejahatan Tanpa Batas Negara

Dalam keterangan resmi, diskusi para menteri terpusat pada peningkatan kerja sama dalam pemberantasan terorisme, pemberantasan narkotika, pencegahan imigrasi ilegal, dan kejahatan siber. Keempat bidang ini dipilih bukan tanpa alasan. Terorisme dan jaringan narkotika kerap memanfaatkan celah hukum lintas negara, sementara kejahatan siber tumbuh menjadi ancaman baru yang sulit dilacak karena sifatnya yang melampaui batas yurisdiksi.

"Kunjungan Menteri Malaysia ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam membawa hubungan bilateral kedua negara ke level berikutnya," ujar Mohsin Naqvi, menyiratkan optimisme yang besar terhadap masa depan kerja sama kedua negara.

Kuota Kerja dan Pintu Legal bagi Warga Pakistan

Di luar isu keamanan, kedua menteri juga membahas promosi pariwisata antara Pakistan dan Malaysia serta penyederhanaan prosedur visa. Naqvi menegaskan bahwa peningkatan kuota kerja bagi warga Pakistan akan membuka jalan bagi lebih banyak warga Pakistan untuk bepergian ke Malaysia melalui jalur yang sah.

Bagi jutaan warga Pakistan yang selama bertahun-tahun bermimpi bekerja di luar negeri, kabar ini bagaikan secercah harapan di tengah himpitan ekonomi. Malaysia selama ini menjadi salah satu tujuan utama pekerja migran asal Asia Selatan, dan jalur legal yang lebih terbuka berarti semakin sedikit warga yang tergoda menempuh jalur ilegal yang berisiko tinggi.

Kesepakatan lain yang tidak kalah penting: delegasi tingkat tinggi Pakistan akan segera berkunjung ke Malaysia untuk memajukan lebih jauh hubungan bilateral kedua negara.

Zardari: Perluas Aliansi Strategis, Perangi Perdagangan Manusia

Secara terpisah, Menteri Saifuddin Nasution Ismail juga menghadap Presiden Pakistan Asif Ali Zardari. Dalam pertemuan yang berlangsung di Islamabad itu, Zardari menyerukan pendalaman aliansi strategis antara Pakistan dan Malaysia. Ia menyoroti kebutuhan kritis akan upaya terpadu untuk memerangi jaringan transnasional yang terlibat dalam perdagangan manusia dan penyelundupan migran.

Presiden Zardari menegaskan bahwa perdagangan manusia dan penyelundupan migran merupakan kejahatan transnasional yang hanya bisa dihancurkan melalui kerja sama lintas negara — sebuah sinyal langkah besar menuju stabilisasi keamanan regional.

Dalam kesempatan yang sama, Zardari mengapresiasi kemajuan positif penguatan kerja sama institusional, khususnya di bidang keamanan dalam negeri, imigrasi, serta urusan hukum dan peradilan. Apresiasi tersebut dinilai penting karena menempatkan kerja sama kedua negara pada kerangka yang lebih luas — tidak sekadar urusan keamanan semata, tetapi juga tata kelola hukum dan keadilan.

Makna bagi Kawasan

Bagi kawasan Asia yang kian rentan terhadap kejahatan lintas negara, kesepakatan ini adalah angin segar. Pakistan dan Malaysia membuktikan bahwa negara-negara dengan latar belakang budaya dan sistem hukum berbeda tetap bisa duduk bersama untuk membangun arsitektur keamanan bersama. Yang lebih penting, momentum ini menunjukkan bahwa diplomasi keamanan tidak selalu harus lahir dari krisis — ia bisa tumbuh dari kesediaan untuk saling percaya.

Diterbitkan di Dawn, 23 Agustus 2026.

[SOCIAL_TWEET]: Pakistan dan Malaysia sepakati kelompok kerja bersama perkuat kerja sama keamanan: terorisme, narkotika, siber, hingga imigrasi ilegal. Presiden Zardari serukan aliansi strategis yang lebih dalam. 🇵🇰🇲🇾 #Pakistan #Malaysia #Keamanan [SOCIAL_TG]: 🇵🇰🤝🇲🇾 Pakistan–Malaysia bentuk kelompok kerja bersama: lawan terorisme, narkotika, siber & imigrasi ilegal. Kuota kerja warga Pakistan di Malaysia naik, visa dipermudah. Zardari dorong aliansi strategis & perangi perdagangan manusia. Detail: Warkini.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rangga-pradana

Content Creator. Mengelola konten viral, podcast, dan video pendek.

Comments (0)

User