Kapal Singapura Diserang Iran di Selat Hormuz, PBB Tangguhkan Evakuasi Pelaut Terjebak
London, Warkini.com – Sebuah kapal kontainer berbendera Singapura, Ever Lovely, menjadi sasaran serangan di Selat Hormuz pada Kamis (25/6/2026) waktu setempat. Peristiwa ini memicu penghentian seme
London, Warkini.com – Sebuah kapal kontainer berbendera Singapura, Ever Lovely, menjadi sasaran serangan di Selat Hormuz pada Kamis (25/6/2026) waktu setempat. Peristiwa ini memicu penghentian sementara upaya evakuasi yang dilakukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap para pelaut yang terperangkap di jalur perairan strategis itu selama perang Timur Tengah yang masih berkecamuk.
Serangan itu diduga kuat berasal dari Iran, meskipun Teheran belum secara resmi mengklaim tanggung jawab. Otoritas Iran yang mengatur lalu lintas pelayaran di selat tersebut justru merilis peringatan navigasi segera setelah insiden. Informasi yang dihimpun media kami dari berbagai laporan internasional dan sumber keamanan regional menunjuk Ever Lovely sebagai target yang diserang.
Serangan Drone di Jalur Vital
Empat sumber terpisah yang dikutip dalam investigasi media asing mengidentifikasi kapal yang diserang sebagai Ever Lovely, sebuah kapal kontainer yang berlayar di bawah bendera Singapura. Menurut sumber keamanan, kapal tersebut kemungkinan menjadi target serangan drone. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemilik kapal maupun perusahaan pengelola terkait kerusakan yang dialami atau kondisi awak kapal.
"Kapal Ever Lovely kemungkinan menjadi target serangan drone di Selat Hormuz," ujar seorang sumber keamanan yang enggan disebutkan identitasnya.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran terpadat di dunia, mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak global. Ketegangan di kawasan tersebut meningkat tajam seiring meluasnya konflik Timur Tengah. Insiden serupa semakin sering terjadi, memaksa komunitas internasional meningkatkan kewaspadaan dan menimbulkan dampak langsung terhadap rantai pasok global yang masih rapuh pascapandemi.
Evakuasi PBB Terhenti
Serangan ini berdampak langsung pada misi kemanusiaan di perairan tersebut. PBB, melalui badan maritimnya, telah berusaha mengevakuasi ratusan pelaut dari kapal-kapal komersial yang terdampar atau tidak bisa bergerak karena risiko tembakan dan serangan udara. Dengan adanya eskalasi terbaru ini, operasi evakuasi dihentikan sementara guna menghindari jatuhnya korban tambahan di kalangan pekerja kemanusiaan maupun awak kapal yang rentan.
Menurut pantauan Warkini.com, situasi ini memperburuk nasib para pelaut yang telah berminggu-minggu terjebak di kapal masing-masing. Sebagian dari mereka dilaporkan mulai mengalami tekanan psikologis akut dan kehabisan perbekalan. Sebelumnya, PBB berhasil mengevakuasi puluhan orang dalam beberapa misi terbatas, namun kini seluruh aktivitas penyelamatan terpaksa ditunda tanpa batas waktu yang jelas.
Respons Internasional dan Dampak Logistik
Komunitas internasional mengecam keras serangan terhadap kapal komersial sipil di perairan internasional. Singapura, sebagai negara bendera kapal yang diserang, telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan tinggi dan kemungkinan pengalihan rute pelayaran bagi kapal-kapal niaganya. Sejumlah analis logistik memperingatkan bahwa gangguan lebih lanjut di Selat Hormuz dapat memicu lonjakan harga energi global dan memperlambat pemulihan rantai pasok yang tengah diuji oleh berbagai krisis geopolitik.
Sementara itu, laporan yang dihimpun dari lapangan belum bisa memastikan berapa lama penangguhan evakuasi akan berlangsung. PBB disebut sedang menjajaki jalur diplomasi untuk menciptakan koridor aman sementara, namun realisasinya terhambat oleh eskalasi militer yang terus berubah. Warkini.com akan terus memantau perkembangan di kawasan tersebut dan mengabarkan setiap pergerakan yang memengaruhi keselamatan pelaut serta stabilitas perairan strategis ini.
Comments (0)