Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan panen jagung sebanyak 5,7 ton yang merupakan hasil sinergi antara Korps Bhayangkara, Kementerian Pertanian (Kementan), dan kelompok tani (Poktan) di berbagai daerah. Pernyataan ini disampaikan dalam upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (1/7/2026).
Dalam amanatnya, Sigit menekankan bahwa Polri terus mendukung penuh program swasembada pangan yang menjadi salah satu inisiatif strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, keberhasilan panen jagung sejak awal tahun 2025 tersebut menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor dapat memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dukungan Polri untuk Swasembada Pangan
Sigit merinci sejumlah langkah konkret yang dijalankan institusinya demi mewujudkan kemandirian pangan. "Dalam mewujudkan swasembada pangan, Polri terus melaksanakan program pemanfaatan lahan produktif, pekarangan pangan bergizi, mengawasi proses distribusi bantuan pemerintah dan hasil panen, serta menjalin kerja sama dengan Bank Himbara untuk memfasilitasi kredit usaha rakyat bagi para petani," tegasnya.
“Dalam mewujudkan swasembada pangan, Polri terus melaksanakan program pemanfaatan lahan produktif, pekarangan pangan bergizi, mengawasi proses distribusi bantuan pemerintah dan hasil panen, serta menjalin kerja sama dengan Bank Himbara untuk memfasilitasi kredit usaha rakyat bagi para petani.”
Kapolri menjelaskan, program pemanfaatan lahan produktif tidak hanya terbatas pada lahan pertanian konvensional, tetapi juga mengoptimalkan lahan tidur milik Polri maupun lahan masyarakat yang sebelumnya kurang tergarap. Sementara itu, konsep pekarangan pangan bergizi bertujuan mendorong setiap keluarga untuk memanfaatkan halaman rumah sebagai sumber pangan bernilai gizi tinggi.
Di sisi pengawasan, jajaran Polri dari tingkat pusat hingga desa dilibatkan untuk memastikan bantuan pemerintah, seperti pupuk dan benih, tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. Langkah ini sekaligus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan hasil panen di pasar.
Fasilitasi kredit usaha rakyat melalui Bank Himbara, lanjut Sigit, diharapkan dapat memperkuat permodalan petani sehingga mereka mampu mengembangkan usaha tanpa terkendala akses perbankan. Dengan dukungan pembiayaan yang mudah dan terjangkau, produktivitas pertanian diyakini akan meningkat secara signifikan.
Pencapaian panen jagung 5,7 ton itu sendiri merupakan akumulasi dari beberapa siklus tanam yang dikelola bersama antara Polri dan kelompok tani binaan di sejumlah wilayah. Jagung yang dipanen tidak hanya menjadi indikator keberhasilan program, tetapi juga turut menyumbang pasokan pangan lokal dan menekan ketergantungan impor.
Pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung tema "Polri Presisi Mendukung Percepatan Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan", Kapolri kembali menegaskan komitmen institusinya untuk tidak hanya bertugas di bidang keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas tantangan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Momentum ini sekaligus menjadi ajang refleksi bahwa kehadiran Polri harus dirasakan langsung manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk para petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional.
Dengan sinergi yang terus diperkuat, diharapkan capaian serupa dapat direplikasi untuk komoditas pangan lain, sehingga Indonesia semakin kokoh menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.
Comments (0)