Warkini.com, Jakarta – Sebuah bangunan gereja di kawasan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, dilalap si jago merah pada Minggu siang (5/7/2026). Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, peristiwa nahas itu pertama kali dilaporkan oleh warga sekitar pukul 13.53 WIB. Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat segera mengerahkan sejumlah unit pemadam ke lokasi kejadian di Jalan Kapuk Pulo, RT 015/RW 010, Kelurahan Kapuk.
Petugas Command Center Gulkarmat Jakarta Barat membenarkan insiden tersebut dan menyebut bahwa bangunan yang terbakar merupakan tempat ibadah. “Objek penanganan kebakaran, tempat ibadah gereja,” ujarnya saat dikonfirmasi. Hingga berita ini diturunkan, petugas belum dapat memastikan adanya korban jiwa ataupun luka-luka. Sejumlah saksi mata di sekitar lokasi menyebutkan api terlihat cukup besar dan mengeluarkan asap tebal hitam yang membubung tinggi, membuat warga panik dan berusaha menjauh dari titik api.
“Objek penanganan kebakaran, tempat ibadah gereja. Dugaan awal api muncul dari korsleting listrik di salah satu sudut bangunan,” jelas petugas Command Center Gulkarmat Jakbar.
Dugaan sementara yang berkembang di lapangan mengarah pada masalah kelistrikan sebagai sumber api. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menceritakan bahwa sesaat sebelum kebakaran, sempat tercium bau menyengat seperti kabel terbakar dari dalam gereja. Tak lama kemudian, kepulan asap mulai tampak dan api dengan cepat membesar. Warga yang menyadari hal tersebut lantas berteriak meminta pertolongan dan menghubungi pemadam kebakaran.
Proses pemadaman berlangsung dalam situasi yang cukup menantang. Jalan menuju lokasi yang relatif sempit di kawasan permukiman padat penduduk Kapuk Pulo sempat menghambat laju mobil pemadam. Meski begitu, tim Gulkarmat yang dibantu oleh warga berhasil mengurai kepadatan dan segera menyemprotkan air ke titik api. Setelah berjibaku selama hampir satu jam, api berhasil dikendalikan dan pendinginan dilakukan secara intensif agar tidak muncul titik api baru. Beruntung, kobaran api tidak sampai merembet ke rumah-rumah warga yang berada di kanan-kiri bangunan gereja, meski beberapa di antaranya sempat diungsikan sementara untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
Bangunan gereja yang terletak di tengah pemukiman tersebut diketahui cukup sering digunakan untuk aktivitas ibadah maupun pertemuan jemaat. Hingga saat ini, petugas masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Selain faktor listrik, tim investigasi juga tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain yang ikut andil. Pihak kepolisian dari Polsek Cengkareng turut dikerahkan untuk mengamankan area sekitar dan memintai keterangan sejumlah saksi.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara rutin, terutama di bangunan-bangunan umum yang berusia tua dan sering digunakan. Sementara itu, kerugian material akibat kebakaran tersebut masih dalam proses pendataan. Media kami akan terus mengabarkan perkembangan lebih lanjut dari insiden ini.
Comments (0)