Kebakaran TPA Jatiwaringin Masuk Hari Keempat, Petugas Fokus Padamkan Titik Api Tersisa
Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, masih menyisakan pekerjaan berat bagi petugas pemadam kebakaran. Hingga hari keempat
Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, masih menyisakan pekerjaan berat bagi petugas pemadam kebakaran. Hingga hari keempat pascakebakaran, tim gabungan masih terus berjibaku melakukan pendinginan dan pemadaman titik-titik api yang belum sepenuhnya padam. Beruntung, intensitas kebakaran dilaporkan mulai menurun signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Kebakaran ini pertama kali dilaporkan pada Selasa (30/6) dan dengan cepat membesar, mengancam area sekitar TPA yang menjadi tempat pembuangan akhir sampah terbesar di wilayah tersebut. Hingga Jumat (3/7/2026), asap tipis masih terlihat mengepul dari beberapa bagian tumpukan sampah yang terbakar, namun petugas optimistis proses pemadaman bisa segera tuntas. "Untuk TKP masih dalam proses pemadaman karena masih ada beberapa titik api, tapi tidak separah kemarin," ujar petugas call center Pusdalops BPBD/Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang saat dihubungi media kami melalui sambungan telepon.
Tantangan Medan dan Keterbatasan Akses
Kepulan asap yang masih tersisa menjadi tantangan tersendiri bagi para pemadam. Lokasi titik api yang berada di kedalaman tumpukan sampah menyulitkan upaya pemadaman secara konvensional. Petugas harus menyemprotkan air dalam jumlah besar serta menggunakan alat berat untuk membongkar lapisan sampah agar air bisa meresap hingga ke sumber api. Kondisi angin yang kerap berubah juga diwaspadai karena berpotensi memperluas sebaran api ke area yang belum terdampak.
Menurut keterangan yang dihimpun media kami, sebanyak puluhan personel pemadam kebakaran dikerahkan setiap hari sejak Selasa. Mereka bekerja secara bergantian mengingat paparan asap yang berbahaya bagi pernapasan. Sejumlah warga sekitar juga diminta tetap waspada dan memakai masker, meski kualitas udara di permukiman terdekat masih dalam ambang aman.
"Untuk TKP masih dalam proses pemadaman karena masih ada beberapa titik api, tapi tidak separah kemarin," – Petugas Call Center Pusdalops BPBD/Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang
Upaya Penanganan dan Dampaknya
Kendati belum sepenuhnya padam, perkembangan pada hari keempat ini membawa angin segar. Pada hari-hari pertama, api berkobar cukup besar dan menghasilkan asap pekat yang mengganggu aktivitas warga hingga jarak beberapa kilometer. Kini, titik api yang tersisa tinggal di beberapa titik yang lebih mudah dijangkau petugas. "Kami terus melakukan pemantauan intensif agar api tidak kembali membesar," tambah petugas tersebut.
Kebakaran TPA Jatiwaringin bukanlah kejadian pertama. Lokasi ini kerap mengalami insiden serupa, terutama saat musim kemarau. Tumpukan sampah yang menghasilkan gas metana menjadi sumber potensi kebakaran yang sulit dihindari. Pihak berwenang di Kabupaten Tangerang sebelumnya telah merencanakan sejumlah langkah mitigasi, termasuk penambahan sistem deteksi dini dan peningkatan jumlah pos pemadam di sekitar TPA. Rencana ini diharapkan dapat mengurangi risiko di masa mendatang.
Pantauan Terkini dan Imbauan
Berdasarkan pantauan media kami pagi ini, beberapa unit mobil pemadam masih disiagakan di sekitar lokasi. Aliran air dari tangki-tangki besar terus disemprotkan ke titik-titik api yang tersisa. Sementara itu, petugas Pusdalops memastikan situasi di sekitar TPA dalam kondisi terkendali dan tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa ini. Masyarakat yang tinggal di sekitar TPA diimbau untuk melaporkan jika melihat kepulan asap tebal kembali muncul.
Proses pemadaman diperkirakan akan terus berlanjut hingga seluruh titik api benar-benar padam. "Kami belum bisa pastikan kapan selesai, tapi yang jelas setiap hari ada kemajuan," kata petugas. Tim investigasi juga dikabarkan akan segera melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran, meskipun dugaan awal mengarah pada faktor alam dan akumulasi gas metana yang menyulut sendiri di tengah cuaca panas.
Comments (0)